3. Tambahnya para penghafal Al – Qur’an (huffazh) dan perhatian untuk menunaikannya.
Pada periode ini para penghafal Al – Qur’an bertambah banyak dan tersebar di seluruh daerah-daerah Islam sebagaimana tersiarnya Kitab itu, dan pada setiap daerah kaum muslimin mengenal para qari’ yang terkenal namanya. Para gari’ itu adalah :
- Di Madinah yaitu :
Nafi” bin Abu Nu’aim maula Ja’unah. Ia belajar pada murid-murid Ibnu Abbas dan meninggal pada tahun 167 H.
Urang yang termasyhur meriwayatkan giraah dari Nafi” adalah Isa bin Mina yang dijuluki Qalun yang meninggal pada tahun 205 H, dan Abu Sa’id Utsman bin Sa’id Mishri yang dijuluki Warasy yang meninggal pada tahun 197 H. Kepadanyalah kebanyakan penduduk Maghribi mempelajari Al Qur’an.
- Di Mekkah yaitu :
Abdullah bin Katsir maula Amr bin Alaamah berasal dari Persi. Ia belajar pada murid-murid Ibnu Abbas dan meninggal pada tahun 120 H.
Orang yang terkenal meriwayatkan gira-ah dari padanya adalah Abul Hasan Ahmad bin Abdullah Ai Bazi yang meninggal pada tahun 205 H dan Abu Umar Muhammad yang dijuluki Qambal dan meninggal pada tahun 291 H. Dua orang ini meriwayatkan dari murid-murid Ibnu Katsir
- Di Bashrah yaitu :
Abu Amr bin Ali Al – Mazini, berasal dari Kaziruni. Ia belajar pada murid-murid Ibnu Abbas, dan meninggal di Kufah pada tahun 154 H. Orang-orang yang terkenal meriwayatkan gira-ah dari padanya adalah Yahya bin Mubarak Al – Yazidi, dan dari Yahya diriwayatkan oleh Abu – Hafsh bin Umar Ad Dauri yang meninggal pada tahun 264 H, dan Abu Syu’aib Shalih bin Zayad As Susi yang meninggal pada tahun 261 H. Kebanyakan penduduk Sudan adalah belajar pada Abu Amr.
- Di Damaskus yaitu :
Abduliah bin Amir yang belajar pada muridmurid Utsman dan Abu Darda’. Ia meninggal pada tahun 118 H.
Orang yang terkenal meriwayatkan gira-ah dari padanya adalah Abul Walid Hisyam bin Amr Ad damasyki yang meninggal pada tahun 245 H, dan Abu Amr Abdillah bin Ahmad bin Basyir bin Dzakwan yang meninggal pada tahun 242. Dua orang ini meriwayatkan gira-ah dari Ibnu Amir di Wasithah.
- Di Kufah yaitu :
1). Abu Bakar Ashim bin Abu Najud. Ia belajar pada murid-murid Utsman, Ali, Ibnu Mas’ud, Ubaiy dan Zaid bin Tsabit. Ia meninggal di Kufah pada tahun 128 H.
Orang yang terkenal meriwayatkan gira-ah dari padanya adalah Syu’bah bin Iyasy Al Kufi yang meninggal pada tahun 193 H, dan Hafsh bin Sulaiman yang meninggal pada tahun 180 H. Orang-orang Mesir membaca Al Qur’an dengan riwayatnya, demikian juga kebanyakan negara-negara Islam.
2). Hamzah bin Habib Az-Zayat. Ia belajar dari jalan Ali, Ibnu Abbas dan Utsman. Ia meninggal pada tahun 145 H.
Orang yang paling terkenal meriwayatkan gira-ahnya adalah Khalaf bin Hisyam AlBazar yang meninggal pada tahun 229 H, dan Isa bin Khalid yang dijuluki Khalad yang meninggal pada tahun 220 H. Ia belajar pada murid-murid Hamzah.
3). Abut Hasan Ali bin Hamzah Al-Kisa-i maula Bani Asad dari keturunan Persi. Ia belajar pada Hamzah bin Habib dan meninggal pada tahun 179 H.
Orang yang terkenal meriwayatkan gira-ah dari padanya adalah Abul Harits Al Laits bin Khalid yang meninggal pada tahun 420 H. Ad-Dauri adalah seorang yang mempercakapkan hadits atau syi’ir Abu Amr bin Ala
Mereka itulah orang-orang yang terkenal dengan Qari’ yang tujuh (Alqurra’as Sab’ah) yang rapi dan dhabith(kuat hafalannya) melebihi orang-orang lain. Di bawah mereka masih ada tiga orang lagi yaitu :
- Abu Ja’far Yazid bin Qa’ga” Al-Madani yang meninggal pada tahun 130 H. Dua orang rawinya adalah Isa bi n Wardan dan Sulaiman bin Jamaz ..
- Ya’kub bin Ishak Al – Hadhrami yang meninggal pada tahun 205 H. Dua orang rawinya adalah Ruwais dan Rauh.
- Khalaf bin Hisyam seorang yang mempercakapkan hadits atau syi’ir Hamzah bin Habib. Dua orang rawinya adalah Ishak Al -Waraq dan Idris Ai-Haddad.
Sepuluh orang tersebut disebut Qari yang sepuluh (Al qurraf al “asyarah). Di samping qari’ yang sepuluh itu masih ada empat gari’ yang masyhur yaitu :
- Muhammad bin Abdur Rahman Al -Makki yang terkenal dengan Ibnu Muhaishin. Dua orang rawinya adalah Al -Bazi dengan riwayat Ibnu Katsir ydan Abul Hasan bin Syambudz.
- Yahya bin Mubarak Al Yazidi dengan riwayat Abu Amr bin Ala’ . Dua orang rawinya adalah Sulaiman bin Hakam dan Ahmad bin Farah.
- Al Hasan bin Abul Hasan Al -Bashri seorang ahli Fiqh. Dua orang rawinya adalah Abu Nashr Al -Balkhi dan Ad Dauri dengan riwayat Abu Amr bin Ala’ Al -Kisa-i.
- AlA’masy Sulaiman bin Mahran. Dua orang rawinya adalah Hasan bin Sa’id Al -Mithwa’i dan Abul Faraj Asy – Syambudzi Asy -Syathawi.
Qira-ah empat qari’ itu dianggap tidak memperoleh tingkat mutawatir. Oleh karenanya dianggap syadz.
Qira-ah — qira-ah ini hanya ada perbedaan sedikit saja dari apa yang termuat dalam rasam (tulisan) mush-haf yang ditulis pada masa Utsman r.a.
Ketika periode ini hampir berakhir, gira-ah itu sudah menjadi salah satu ilmu agama, dan para ulamanya telah mulai menyusun buku-buku yang berhubungan dengan penunaian dan periwayatannya.









One Comment