PERANG
Sekitar tiga belas tahun berlalu atas Nabi saw. di Mekah dan beliau melaksanakan da’wah kepada agama beliau. Beliau telah menjumpai bermacam-macam hal yang menyakitkan dan bermacam-macam fitnah. Yang sedemikian itu ada yang beliau alami sendiri dan ada pula yang dialami oleh para shahabat beliau. Mereka (orang-orang musyrik) menghalangi manusia dari mendengarkan Al Qur’an dan menerima ajakan beliau dengan kedustaankedustaan yg’mereka perbuat, sebagai disebutkan dan ditolak oleh Al Qur’an. Surat-surat Makkiyah menghimpun keterangan itu, dan orang-orang Mekah (yang masuk Islam) terpaksa meninggalkan Mekah menuju Habsyi dengan melarikan diri demi agama, karena mereka tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan diri dari permusuhan yang tidak ada sebab yang dapat dibenarkan.
Allah menghendaki Arab Yatsrib dari suku Aus dan Khazraj untuk menerima ajakan masuk Islam dan beliau sa.w. telah membai’at mereka untuk membela beliau seperti membela terhadap diri dan anak-anak mereka. Maka beliau pindah kepada mereka setelah penduduk Mekah bersepakat untuk membunuh beliau secara bersembunyi-sembunyi. Dalam permulaan kedatangan beliau ke Madinah itulah disyari’atkannya perang. Dalam beberapa tempat Al Kitab (Al Qur’an) menerangkan sebab yang karenanya orang-orang mu ‘min diidzinkan berperang.
- Mempertahankan diri ketika diserang.
- Mempertahankan da’wah karena difitnahnya orang yang beriman, yakni ujiannya dengan bermacam-macam siksaan, sehingga orang itu meninggalkan akidah yang telah dipilih bagi dirinya atau mencegah orang yang hendak masuk Islam, atau mencegah seorang da’i dari menyampaikan da’wahnya.
Inilah tempat-tempat yang mana Al Qur’an menerangkannya yaitu :
1.Dalam surat Al Hajj itulah ayat pertama yang diturunkan dalam masalah perang, Allah berfirman :
Artinya :
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah adalah Maha Kuasa menolong mereka, (yaitu) orangorang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata : ”Tuhan kami hanyalah Allah”, Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah iba. dat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang dj dalamnya disebut nama Allah. Dan sesungguh. nya Allah pasti menolong (agamaNya), bahwa. sanya Allah sungguh Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat baik dan mencegah dari perbuatan mungkar: dan kepada Allahlah kembali segala urusan.
Inilah menduduki tafsir bagi ayat Syura yang termasuk Makkiyah.
Artinya :
Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidaklah ada suatu dosapun atas mereka. Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.
- Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al Baqarah yang termasuk Madaniyah :
Artinya :
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka dimana saja kamu jumpai. Dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah), dan fitnah itu lebih berbahaya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram, kecuali jika memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan lagi kecuali terhadap orang-orang yang aniaya. Bulan haram dengan bulan haram, dan sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum gishash. Oleh karena itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, yang seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah Allah berserta orangorang yang bertakwa.
Allah berfirman dalam surat Al Anfal yang termasuk
Artinya :
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata bagi Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Dan jika mereka berpaling, ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
- Allah berfirman dalam surat An Nisa’ yang termasuk Madaniyah :
Artinya : .Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemahlemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau !”
4, Allah berfirman dalam surat ini (an Nisa”) tentang kaum musyrik yang tidak suka untuk memerangi kaum mereka dan tidak memerangi kaum muslimin, maka jauhilah fitnah dari satu segi :
Artinya : Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.
Dengan syarat mereka cinta perdamaian secara hakiki dengan tidak mondar-mandir (ragu-ragu) sedikitpun. Jika demikian maka Allah menjelaskan keadaan mereka dengan firmanNya :
Artinya :
Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman daripada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun ke . dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya mereka, dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menahan dan membunuh) mereka.
- Allah berfirman tentang keadaan damai dalam surat Al Anfal :
Artinya :
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, hendaklah kamu (juga) condong kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui. Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah .yang memperkuatmu dengan pertolonganNya dan dengan para mu’min.
Dan yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman).
- Allah berfirman dalam surat At Taubah :
Artinya :
Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya . mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya agar supaya mereka berhenti. Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu ? Takutkah kamu kepada mereka padahal Allahlah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman.
Seluruh nash-nash ini menyampaikan kepada pengertian yang telah kami kemukakan, yaitu perang hanyalah untuk menolak musuh dan mengamankan fitnah terhadap agama.
Orang-orang Yahudi Madinah telah cenderung kepada orang-orang Quraisy dan munafik daripada kepada kaum muslimin dalam perang Al Ahzab sehingga hal tersebut amat menggoncangkan kaum muslimin, sesudah ada janji yang tertulis antara orang Yahudi dan Nabi s.a.w. namun mereka rusak janji itu, maka Allah menyuruh orangorang Islam untuk memerangi mereka sebagaimana disebutkan dalam surat At Taubah :
Artinya : Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah). Yaitu orang-orang (Yahudi dan Nashrani) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh dalam keadaan tunduk.
Perintah perang itu dahulunya terbatas terhadap orang-orang Quraisy dan orang yang cenderung kepada mereka yakni Yahudi Madinah. Ketika kabilah-kabilah di Jazirah (semenanjung) Arab bersatu padu bersama mereka, maka Allah berfirman dalam kitabNya pada surat At Taubah :
Artinya : Dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana fherekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
Sebagian ayat dalam Al Qur’an yang menguatkan dan menerangkan tentang ruh (jiwa) perdamaian adalah ayat dalam surat Al Mumtahanah -:
Artinya :
Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. ‘









One Comment