Sejarah

Terjemah Kitab Tarikh Tasyri

Keistimewaan periode ini :

1. Meluasnya kebudayaan.

Ketika Abu Bakar Al-Manshur menjabat sebagai khalifah membangun kota Baghdad untuk menjadi ibukota negara-negara Islam, dan dalam membangunnya itu dipercantik melebihi seluruh kota-kota di dunia pada masa itu. Setelah kota itu selesai dibangun, berkumpullah para ulama dari seluruh penjuru dunia ke sana. Demikian juga para pedagang, dan para tukang yang masing-masingnya mempunyai kesenangan dan perasaan yang berbeda-beda. Hampir pada seluruh masanya kota Baghdad itu menjadi kota yang paling indah dan paling menonjol di seluruh daerah. Jumlah penduduknya lebih dari beberapa juta orang. Kota itu memanjang hingga tebing sungai Dajlah, yang mana di tebing barat kota Al—Manshur dan di sebelah timur kotanya Al-Mahdi. Dalam membangun kota itu telah dipadukan antara pemikiran-pemikiran Arab, Persi dan Rumawi masingmasing pemikiran itu diambil kemampuan mencipta yang tersembunyi pada masing-masingnya.

Apabila anda telusuri kerajaan Islam di sebelah barat yaitu di semenanjung Andalusia, maka anda jumpai kota Kordoba yang terhitung sejajar dengan kota Baghdad di bawah duli Amir Agung Abdur Rahman bin Mu’awiyah pembina daulat Umawiyah di Andalusia. Di Afrika anda jumpai kota Kirawan yang mewarisi kemegahan kota-kota Afrika model Rumawi yang kecantikannya pindah kepadanya. Sesudah itu anda jumpai kota Fusthath ibu kota Mesir, di mana masjidnya yang besar memuat halagah-halagah bagi para ulama yang meninggalkan pengaruh yang terbesar dalam ijtihad dan istimbath. Merekalah yang memunculkan Fiqh dari imam-imam mujtahid yang berbeda-beda madzhabnya kepada seluruh manusia. Sebagian dari mereka ada teman-teman Malik seperti Ibnul Qasim, sebagian mereka adalah teman-teman Asy-Syafi’i seperti Rabi“ dan Muzni, dan masjid Fusthath itulah yang menyebarkan ilmu Asy Syafi’i. Dan sebagian dars mereka adalah teman Abu Hanifah yaitu Abu Ja’far Ath Thahawi. Seluruhnya itu adalah salah satu dari peninggalan-peninggalan Fusthath. Orang yang menela’ah terhadap tulisan para seja rahwan negeri ini akan melihat bahwa Fusthath itu sudah berbudaya, dalam ilmu, perdagangan dan pertukangan yang tidak kalah dengan kota Baghdad. Kemudian anda jumpai kota Damaskus meskipun telah kehilangan kebesaran khilafah namun masih terawat baik. Kota Kufah dan Bashrah yang menjadi kediaman para ulama dan hukama’ (orang-orang yang bijak) serta dekatnya kota Baghdad dari kedua kota itu maka Baghdad tidak dapat menutup diri dari sinar kota-kota itu dikarenakan kota Baghdad itu merupakan jalur besar bagi perdagangan dari India sedang Kufah menjadi tempat tinggal bangsa Arab. Apabila anda mengarahkan pandangan ke sebelah timur maka anda lihat kota-kota Maru, Naisabur dan kota-kota besar lainnya, yang mana kebudayaan telah meluas ke daerah-daerah perdagangan, pertanian dan pertukangan. Seluruhnya itu telah mencapai puncaknya sehingga kebudayaan telah melebihi seluruh kebudayaan yang telah lampau karena kebudayaan Islam merupakan sari dari ber: bagai kebudayaan yang berbeda-beda. Dan para amir mempunyai pengaruh yang besar dalam bidang fiqh karena diselenggarakannya orang yang menangani berbagai masalah yang berbeda-beda untuk diistimbathkan jawabannya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker