Sejarah

Terjemah Kitab Tarikh Tasyri

RAMPASAN PERANG

Bangsa Arab itu mengambil rampasan perang dan membagikannya atas orang-orang yang berperang, dan memberikan bagian yang besar untuk pemimpinnya (perang). Salah seorang penyair mereka menunjukkan dengan berkata :

Artinya : Untukmu seperempat rampasan, pilihan apa yang diperoleh sebelum perang, kelebihan dalam pembagian dan keputusanmu (yang dipergunakanz pent.).

    : Seperempat rampasan perang.

     : Sesuatu yang dipilih oleh seorang pemimpin perang bagi dirinya dari hal-hal yang dipandang buik.

      : Sesuatu yang diperoleh sebelum perang.

      : Sesuatu yang terlebih setelah dibagi (sisa).

Ketika Islam datang, rampasan pertama adalah rampasan yang diperoleh kaum muslimin dalam perang Badar, : dan mereka ingin mengetahui cara pembagiannya. Allah s.w.t. berfirman dalam surat Al Anfal :

Artinya :

 Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah : Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul.

Kemudian Allah menjelaskan pembagiannya dengan firmanNya :

Artinya :

Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesung. guhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil.

Maka Rasulullah mengambil seperlima rampasan kemudian beliau membaginya atas orang-orang yang disebutkan Allah sebagaimana beliau s.a.w. bersabda :

Artinya :

Bagiku hanya seperlima dari rampasan perangmu, dan yang seperlima dikembalikan atasmu.

Karena beliau menjadikan sebagian besarnya untuk kemaslatan umum (yakni yang tiga perlimanya – pent).

Allah berfirman tentang fai’ (harta yang diperoleh dari orang kafir tanpa dengan perang) dalam surat Hasyr, yaitu harta yang diperoleh kaum muslimin tanpa dengan jerih payah dengan kuda dan kendaraan :

Artinya :

Harta rampasan (fa—i) yang diberikan Allah kepada RasulNya yang berasal dari penduduk kota-kota adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orangorang kaya di antara kamu.

Kemudian Allah berfirman :

Artinya :

(Yaitu) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halamannya dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridlaanNya: dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka inilah orang-orang yang benar. Dan juga orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang-orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin): dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan (juga) bagi orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar). Mereka berdo’a : “Ya Tuhan kami, berilah ampun kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman: Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.

As Sunnah menjelaskan dengan mempraktekkan hukum-hukum Al Qur’an dalam perang-perang yang dilaksanakan oleh Rasulullah s.a.w., sebagian dari perang-perang itu ada yang kisahnya disebutkan oleh Allah, sebagiannya ada pula yang tidak diceritakan oleh Allah. Dan Nabi s.a.w. melepaskan beberapa tawanan sesuai dengan hukum-hukum Al Qur’an.

Adapun peperangan yang kisahnya diceriterakan adalah sebagai berikut :

  1. Perang Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijrah, yang tercantum dalam surat Al Anfal dengan firman Allah Ta’ala :

Artinya :

Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran (pula), padahal sesungguhnya sebagian orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya.

Dan disebutkan juga pada surat Ali ‘imran dengan firman Allah Ta’ala :

Artinya :

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah.

  1. Perang Uhud yang terjadi tahun ketiga hijrah, yang tercantum dalam surat Ali ‘Imran dari awal firman Allah Ta’ala :

Artinya : Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah Orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman.

  1. Perang Hamra ul Asad dalam tahun itu juga (ke III H). Penuturannya terdapat dalam surat Al ‘Imran juga dengan firman Allah Ta’ala :

Artinya :

(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan RasulNya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud).

4, Perang Badar yang lain yang terjadi pada tahun keempat hijrah. Al Qur’an menunjukkannya dalam surat Ali ‘Imran dengan firman Allah Ta’ala :

Artinya :

(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang yang mengatakan : “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”. (Mereka tidak gentar) bahkan perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab : “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. Maka mereka kembali dengan ni’mat dan karunia yang-besar.

  1. Perang Bani Nadhir yang terjadi pada tahun keempat H, dimana Al Qur’an telah menuturkannya dalam surat Al Hasyr :

Artinya: Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama.

  1. Perang Al Ahzab yang terjadi pada tahun kelima, dimana Allah telah menuturkannya dalam surat yang namanya disebut dengan nama ini dari firman Allah Ta’ala:

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang Kami kurniakan) kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang kamu tidak dapat melihatnya.

  1. Perang Bani Quraizhah yang terjadi pada tahun itu juga (ke IV H), dimana perang itu telah disebutkan dalam surat Al Fath dengan firman Allah Ta’ala :

Artinya :

Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraidzah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka. Dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah: tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap sesuatu,

  1. Perang Hudaibiyah yang terjadi pada tahun keenam H, dan telah disebutkan dalam surat Al Fath dengan firman Allah Ta’ala :

Artinya :

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah, Tangan Allah di atas tangan mereka.

  1. Perang Khaibar yang terjadi pada tahun ketujuh H, dan Allah menunjuknya dalam firmanNya :

Artinya : Sesungguhnya. Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan kepada mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat: (waktunya), serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allan Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

  1. Penaklukan Mekah yang terjadi pada tahun kedelapan H, dan Allah telah menunjuknya dengan firmanNya :

Artinya :

Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah), mereka lebih tinggi derajatnya dari pada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itus Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik.

Dan firmanNya :

Artinya : Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.

  1. Perang Hunain yang terjadi pada tahun itu juga (ke VIII H) dan Allah menunjukkan dengan firmanNya

Artinya :

Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mu’minin) di medan peperangan yang banyak. Tetapi di peperangan Hunain di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfa’at kepadamu sedikitpun. Dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai berai. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman dan Allah menurunkan bala tentara yang tiada kamu melihatnya dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang kafir. Demikianlah pembalasan kepada orang-orang kafir.

  1. Perang Tabuk, yaitu perang yang sulit yang terjadi pada tahun kesembilan H dan telah diperinci panjang lebar dari pada apa yang disebutkan dalam surat At Taubah. Dialah sepanjang-panjang peperangan yang dikisahkan oleh Al Qur’anul karim dari peperangan yang manapun.

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepadamu : ”Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah”, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu ? Apakah kamu sudah puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat, pada hal keni’matan hidup di dunia ini hanyalah sedikit kalau dibandingkan dengan kehidupan di akhirat ?

Peperangan-peperangan itu seluruhnya telah berlalu sebagai penerapan atas kaidah-kaidah Al Qur’anul karim yang telah kami sebutkan, yaitu mempertahankan diri dari musuh, mengamankan dakwah, dan cenderung untuk menyelamatkan orang yang mau damai. Kehidupan Nabi : s.a.w. berakhir setelah seluruh jazirah (semenanjung) Arab berkumpul atas Islam.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker