Balaghah

Terjemahan Kitab Balaghah Wadhihah

  1. Latihan-Latihan

Contoh Soal:

  1. Tbnul Mu’taz berkata:

Telah berakhir masa kekuasaan puasa, dan kesakitan bulan sabit telah menyampaikan berita gembira datangnya hari raya. Bulan sabit itu mendekati bintang Suraya seperti orang rakus yang membuka mulutnya untuk memakan tandan anggur.

  1. Al-Mutanabbi meratap:

Kematian itu tiada lain bagaikan pencuri yang tidak kelihatan jenisnya, mencabut tanpa telapak tangan dan berjalan tanpa kaki.

  1. Seorang penyair berkata:

Dan kamu melihatnya dalam kegelapan perang, maka kau akan menduganya seperti bulan yang menyerang musuh-musuhnya dengan bintang.

  1. Jelaskan musyabbah, musyabbah bih, dan wajah syibeh-nya!

1.Ibnul Mu’taz berkata tentang langit ketika telah hilang awannya:

Seakan-akan langit ketika bersih tampak di sela-sela bintangnya di waktu pagi adalah taman pohon kecubung yang keungu-unguan dibasahi embun, merekah di tengah-tengahnya bunga-bunga agahi (berwarna kekuning-kuningan).

  1. Tak dapat saya lupakan dan tidak akan saya lupakan tukang roti yang pernah saya lihat dengan sekejap lirikan tengah melumatkan adonan, Semula adonan yang diremasnya hanya bulatan kecil, namun kemudian menjadi bulatan besar bagaikan bulan. Hal ini tiada lain seperti bulatan riak di permukaan air yang kepadanya kau lemparkan batu.
  1. Ia berkata tentang uban:

Uban yang pertama kali tumbuh adalah satu lembar, lalu merembet kepada rambut yang berdekatan dengannya, seperti halnya kebakaran besar, bermula dari loncatan bunga api yang kecil.

  1. Penyair lain berkata:

Sepanjang malam telah kulalui, membawaku pergi (tanpa tidur), seakan-akan aku adalah pedang tajam di tangan seseorang yang lari dari musuh.

  1. Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya dengan air ‘itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang Rimakan oleh manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindehannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan perilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. (QS Yunus: 24)

Seorang laki-laki saleh senantiasa menjadi saleh hingga ia berteman dengan orang yang rusak akhlaknya. Bila ia telah berteman dengannya, maka rusaklah ia, seperti air sungai, semula tawar hingga bercampur dengan air laut. Bila air sungai itu telah bercampur dengan air laut, akan menjadi asin. la juga berkata, “Barang siapa yang berbuat kebaikan untuk mendapatkan pahala dunia, bagaikan orang yang melemparkan biji kepada burung: bukan agar dimakannya, melainkan agar burung itu dapat ditangkapnya.”

  1. Al-Buhturi berkata:

Aku dapatkan dirimu bagi diriku berfungsi sebagai penjernih antara air dengan tuak.

  1. Abu Tammam berkata tentang seorang biduanita yang menyanyi dengan bahasa Parsi:

Saya tidak paham maksudnya. Akan tetapi, hatiku bergejolak sehingga aku tidak bodoh terhadap kesusahan yang disenandungkannya. Maka semalaman aku seakan-akan buta kepayahan, mencintai seorang biduanita, padahal aku tidak melihatnya.

  1. Penyair lain berkata tentang teman yang durhaka:

Sesungguhnya aku dan kamu bagaikan orang haus yang melihat sumber air, tetapi terhalang suatu jurang yang dikhawatirkan akan mengakibatkan kebinasaan. Ia melihat dengan mata kepalanya sumber air itu, namun ia tidak dapat mencapainya karena tidak ada jalan yang menuju ke arahnya.

  1. Allah Swt. berfirman:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi orang yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS AlBaqarah: 261)

  1. Allah Swt. berfirman:

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS Al-Hadiic: 20)

  1. Allah Swt. berfirman:

Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar yang disangka air oleh orang-orang yang haus, tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapatinya suatu apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal yang cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam yang diliputi oleh om, bak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan, gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila ia mengeluarkan tangannya, tiadalah ia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaye (petunjuk) oleh Allah, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikit pun. (QS An-Nuur: 39-40)

  1. Bedakanlah tasybih tamtsil dari tasybih lainnya pada kalimat-kalimar berikut ini!
  2. Al-Bushairi berkata:

Hawa nafsu itu bagaikan anak kecil: bila kauberi ia kesempatan, maka sampai besar masih senang menyusu, dan bila kau hentikan, maka akan terhenti.

  1. Ia berkata tentang sifat para sahabat

Seakan-akan ketegaran mereka di atas punggung kuda adalah tumbuhtumbuhan yang kekar, karena keteguhan jiwa dan rasa jibaku mereka, bukan karena kuatnya ikatan pelana mereka.

  1. Al-Mutanabbi berkata tentang sifat seekor singa:

Ia menginjak bumi dengan hati-hati karena kesombongannya, seakanakan ia adalah seorang dokter yang meraba orang yang sakit.

  1. Ia menggambarkan keadaan sebuah danau (kolam besar) di tengah taman:

Seakan-akan kolam itu di siang harinya bagaikan bulan yang dikepung oleh kegelapan kebun-kebunnya.

  1. Seorang penyair berkata:

Banyak malam kulalui, bagaikan awan yang gelap dan kesepian karena perpisahan yang meresahkan, bagaikan benda-benda berat yang tidak enak dipandang dan tidak sedap didengar.

  1. Allah Swt. berfirman:

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, seandainya mereka mengetahui. (QS Al-Ankabut 41)

  1. Ibnu Khafajah? berkata:

Demi Allah, alangkah indahnya sungai yang mengalir di Lembah Bath-ha itu, airnya lebih manis daripada tahi lalat di bibir si cantik jelita.

Sungai itu berbelok-belok bagaikan gelang, dan bunga yang menghiasi. nya bagaikan gugusan bima sakti.

  1. Seorang Arab Badui berkata tentang sifat seorang perempuan:

Dia bagaikan matahari di bumi yang dengannya bumi membanggakan diri kepada matahari di langit.

  1. Allah Swt. berfirman:

Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah) seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut. (QS AlMudatstsir: 49-51)

  1. Seorang penyair berkata:

Di antara mereka (manusia) seperti pohon sarwu, yang memiliki keindahan namun tidak berbuah.

  1. At-Tihami berkata:

Kehidupan itu tidur, dan maut selalu terjaga (melek). Sedangkan seseorang berada di antara keduanya, bagaikan bayangan yang berjalan.

  1. Penyair lain berkata tentang sifat seorang perempuan yang menangis:

Seakan-akan air mata yang membasahi pipinya itu adalah tetesan air gerimis pada bunga delima.

  1. Allah Swt. berfirman:

Dan dibacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)-nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya, diulurkannya lidahnya: dan jika kamu membiarkannya, dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayatayat Kami. Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berpikir. (QS Al-A’raf: 175-176)

  1. Allah Swt. berfirman:

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah menghilangkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu, dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh, dan kilat: mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya karena mendengar suara petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orsng-orang kafir. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawgh sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. (QS Al-Baqarah: 1720)

  1. Abuth-Thayyib berkata:

Saya cemburu kepada gelas kaca yang mengalir (isinya) ke bibir Amir Abul Husain, (yang) seakan-akan warna putihnya kaca itu dengan (warna hitamnya) khamar yang ada padanya adalah warna putih yang melingkari hitam-hitamnya mata

  1. Asy-Sariyyur Rafa’ berkata:

Besi itu merah membara, pemandangannya yang menakjubkan, itu mempesonamu. Yaitu bila ia mengeluarkan percikan api (karena ditimpa palu pande), sedangkan api menjilat-jilat pada permukaannya, bagaikan helaian-helatan selendang sutera, maka kaulihat batu yagut yang sedang dicetak dan darinya bertaburan (percikan api tempaan palu) bagaikan kepingan-kepingan emas.

  1. Ia berkata tentang sifat kincir air:

Lihatlah kincir itu, seakan-akan ia dan tabung-tabung airnya, air yang tertuang darinya, adalah perahu yang dikelilingi bintang-bintang yang dipersiapkan sebagai kalung baginya, yaitu bintang timur dan bintang barat.

III. Buatlah tasybih-tamtsil dengan kata-kata berikut ini sebagai musyab bah-nya!

  1. Serdadu yang terpukul mundur dibuntuti oleh serdadu yang menang.
  1. Seorang laki-laki alim berada di tengah-tengah orang yang tidak mengerti statusnya.
  1. Seorang yang berwawasan luas bekerja di masa mudanya Untuk menyongsong hari tuanya.
  1. Perahu yang sedang berlayar meninggalkan bekas memanjang di belakangnya.
  1. Pendosa itu tidak mempan oleh nasihat, melainkan hanya makin bertambah santer dalam dosanya.
  1. Matahari telah tertutup oleh awan kecuali sedikit.
  1. Air yang memantulkan sinar matahari pada waktu menjelang terbenam.
  1. Seseorang yang bimbang dalam banyak hal terombang-ambing pendiriannya ke sana dan kemari.
  1. Kalimat yang baik tidak akan membuahkan hasil yang baik terhadap jiwa yang jahat.
  1. Penderita sakit sedang merasakan kesehatannya mulai pulih sedikit demi sedikit, padahal sebelumnya ia putus asa.
  1. Buatlah tasybih tamtsil dengan hal-hal berikut ini sebagai musyabbah bih!
  1. Bara api bila dibalik akan bertambah menyala.
  1. Matahari tertutup mega, lalu tampak kembali.
  2. Air itu mengalir dengan cepat ke tempat-tempat yang rendah dan tidak akan mencapai tempat-tempat yang tinggi.
  1. Tukang potong itu memberi makan kambing sebelum menyembelihnya.
  1. Bunga-bunga putih di tempat gembalaan yang menghijau.
  1. Anak sungai itu tidak terdengar riak airnya, namun pengaruhnya tampak pada tamarr
  1. Air tawar yang berada di mulut orang sakit.
  1. Bulan semula tampak kecil, lalu menjadi purnama.
  1. Angin besar menggoyang-goyangkan pohon-pohon kecil yang lunak dan mematahkan pohon-pohon yang tinggi.
  1. Kambing berada di tengah-tengah kumpulan serigala.
  1. Jadikanlah setiap dua tasybih berikut ini menjadi sebuah tasybih tamtsil!
  1. Manusia bagaikan penumpang kapal laut.

Beberapa bencana bagaikan laut yang bergejolak.

  1. Uban itu bagaikan waktu pagi.

Rambut yang hitam pekat itu bagaikan malam hari.

  1. Ujung-ujung tombak bagaikan bintang-bintang. (di langit).

Debu di medan perang bagaikan malam

  1. Bulan itu bagaikan wajah si cantik jelita.

Danau itu bagaikan cermin.

  1. Uraikanlah syair Muslim bin Al-Walid dan jelaskan keindahannya!

Sesungguhnya saya dan Ismail pada hari kematiannya adalah bagaikan sarung pedang yang terpisahkan dari senjatanya pada hari peperangan. Bila aku datang pada suatu hari sesudahnya atau mengunjungi mereka, bagaikan binatang liar yang menjadi sangat lapar ketika didekati oleh binatang yang jinak.

VII. Jelaskan dengan singkat keadaan suatu kaum yang desanya banjir, dan untuk itu buatlah dua buah tasybih tamtsil!

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker