- Husnut-Ta’lil (Alasan yang Bagus)
- Contoh-Contoh
- Al-Ma’arri berkata dalam sebuah ratapannya:
Bintik-bintik hitam pada bulan purnama yang bercahaya itu bukan ada sejak dulu. Akan tetapi, pada muka bulan itu ada bekas tamparan.
- Ibnur-Rumi berkata:
Adapun matahari itu tidak menguning ketika cenderung kecuali karena (tidak suka) berpisah dengan pemandangan yang indah itu.
- Penyair lain berkata tentang berkurangnya hujan di Mesir:
Hujan tidak berkurang di Mesir dan sekitarnya karena faktor alam, tetapi karena ia banyak menanggung malu.
- Pembahasan
AbulAla’ meratap dan berlebihan menyatakan bahwa kesedihan terhadap orang yang diratapi itu mencakup banyak peristiwa alam. Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa bintik-bintik hitam yang terlihat di permukaan bulan itu tidaklah muncul karena faktor alam, melainkan karena bekas tamparan (oleh bulan sendiri) karena sedih diInggalkan oleh orang yang diratapi itu.
Pada contoh kedua, Ibnur-Rumi berpendapat bahwa matahari tidak menguning ketika cenderung mendekati tempat terbenamnya Iu bukan karena faktor alam yang telah dikenal, melainkan karena takut berpisah dengan wajah orang yang dipujinya.
Pada contoh ketiga, penyair mengingkari bahwa penyebab berkurangnya hujan di Mesir itu adalah faktor alam. Sehubungan dengan keingkarannya itu ia menyodorkan alasan lain, yaitu bahwa hujan itu malu turun di bumi yang dipenuhi oleh keutamaan dan kemurahan orang yang dipuji karena merasa tidak mampu bersaing dengan kemurahan dan pemberiannya.
Dengan demikian, kita telah tahu dari contoh-contoh di atas bahwa para penyair mengingkari alasan yang telah dikenal umum bagi suatu peristiwa, lalu ia membuat alasan lain yang sesuai dengan tujuannya. Uslub kalimat yang demikian disebut husnut-ta’lil.
- Kaidah
(74) Husnut-ta’lil adalah seorang sastrawan, ia mengingkari — secara terang-terangan ataupun terpendam — alasan yang telah dikenal umum bagi suatu peristiwa, dan sehubungan dengan itu ia mendatangkan alasan lain yang bernilai sastra dan lembut yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya.
- Latihan-Latihan
- Jelaskanlah husnut-ta’lil pada syair-syair berikut!
- Ibnu Nubatah berkata:
Senantiasa kemurahannya itu menganiaya harta, sampai emas berpakaian warna kuning.
- Seorang penyair memuji seseorang dan menjelaskan penyebab gempa yang terjadi di Mesir:
Mesir tidak digoncang gempa lantaran suatu makar yang ditujukan kepadanya, melainkan kota itu menari karena bersukacita terhadap keadilannya (orang yang dipuji).
- Saya lihat bulan di langit itu suatu saat tampak dengan jelas, lalu berselimut di balik awan. Hal yang demikian adalah karena ketika bulan menampakkan diri dan melihat wajahmu, maka ia merasa malu dan menghilang.
- Syair berikut ini diucapkan untuk menyifati seekor kuda hitam yang ada putih-putih di dahinya:
Kuda hitam itu seperti burung gagak yang hitam warnanya, yang terbang bersama angin, namun ia tidak bersayap. Malam memberinya pakaian pembalut sekujur badan. Lalu ia berpaling, maka pagi mencium di antara kedua matanya.
- Ibnu Nubatah As-Sa’di menyifati kuda hitam yang belang kakinya dan mempunyai putih-putih di dahinya:
Gelapnya malam itu meminjam hitamnya kuda hitam itu, dan terbit bintang kejora di antara kedua matanya. la berjalan di belakang pagi yang terbang dengan sombong, dan ia melipat semua gugusan bintang di belakang pagi itu. Maka ketika pagi itu takut kalah cepat dari kuda hitam itu, maka pagi menyangkutkan diri di kaki-kaki dan mukanya.
- Al-Arrajaani berkata:
Perbuatanmu telah mengungkap kelalaian zaman, maka mekarnya bungp mawar di musim semi adalah karena ketakutan.
- Seorang penyair meratapi seorang penulis:
Para penulis sebelumnya telah berfirasat akan kehilangan kamu, dan kebenaran firasat itu terbukti kebenarannya beberapa hari berselang. Oleh karena itulah seluruh tinta dihitamkan dan pena-pena dipecahkan karena menyesali kepergianmu.
- Penyair lain menyatakan:
Bunga-bunga mawar di taman bersegera datang kepadamu tanpa diundang dan sebelum masanya. Mereka sangat mengharapkan ciumanmu ketika mereka melihatmu. Maka ia mengumpulkan mulutnya kepadamu seperti orang yang minta ciuman.
- Bulan purnama itu tidak terbit kecuali karena kerinduannya kepadamu, sebelum dapat menyaksikan keindahan wajahmu.
10, Dunia dulu telah menangis dengan limpahan air matanya karena (telah mengetahui akan) kepergianmu, sehingga di zaman dulu dunia ini telah dilanda banjir.
- Buatlah alasan bagi pernyataan-pernyataan berikut dengan alasan yang bernilai seni dan lembut!
- Dekatnya awan dengan bumi.
2, Terbakarnya rumah yang ditinggal pergi oleh pemiliknya.
3, Gerhana matahari.
4 Turunnya hujan pada hari kematian orang besar.
III. Susunlah dua kalimat untuk husnut-ta’lil
- Uraikan dua bait syair Abuth-Thayyib berikut ini, dan jelaskan husnut-ta’lil yang terdapat padanya!
Bukankah engkau itu anak orang mulia yang senantiasa dihormuti, dan mereka tidak melahirkan kecuali orang pintar? Bau wanginya taman itu bukan asli, melainkan karena taman itu diselimuti debu kubur mereka.


One Comment