Balaghah

Terjemahan Kitab Balaghah Wadhihah

C.2. Tamanni

  1. Contoh-Contoh
  2. Ibnur-Rumi berkata tentang bula Ramadhan:

Maka alangkah baiknya jika satu malam bulan Ramadhan itu lamanya sebulan, sedangkan siangnya berjalan secepat perjalanan awan.

b Allah Swt. berfirman: .

Maka adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa pagi kami? (QS Al-A’raf: 53) farir berkata:

  1. Telah berlalu masa muda yang hari-harinya terpuji. (Alangkah indahnya) seandainya masa itu dapat dibeli atau dapat kembali.
  1. Penyair lain berkata:

Wahai kawanan burung gatha (mirip merpati), siapakah yang mau meminjamkan sayapnya supaya aku dapat terbang kepada orang yang aku cintai?

  1. Allah Swt. berfirman:

Aduhai, seandainya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun. (QS Al-Oashash: 79)

  1. Pembahasan

Semua contoh di atas termasuk insya’ thalabi. Bila kita perhatikan, sesuatu yang ingin diraih pada setiap kalimat adalah sesuatu yang menyenangkan, namun tidak dapat diharapkan keberhasilannya, adakalanya karena memang mustahil dicapai, seperti pada empat contoh pertama, dan adakalanya perkara itu mungkin tercapai namun tidak bisa diharapkan tercapainya, seperti pada contoh terakhir. Kalam inSya’ yang demikian disebut sebagai tamanni.

Kata-kata yang menunjukkan makna tamanni pada contoh-contoh di atas adalah laita, hal, lau, dan la’alla. Hanya saja kata yang pertama itu memang sejak semula menunjukkan makna tersebut. Adapun tiga kata yang lain dipergunakan untuk makna tersebut atas da. Sar tinjauan balaghah.

Demikianlah, seandainya sesuatu yang diharapkan itu mungkin tercapai dan dapat diharapkan keberhasilannya, maka pengharapannya disebut sebagai tarajji dan kata-kata untuknya adalah la’alla dan ‘asaa. Kadang-kadang dipakai juga kata laita atas dasar pertimbangan orang yang balig, sebagaimana dalam syair Abuth-Thayyib:

Maka alangkah indahnya seandainya jarak antara aku dan kekasihku itu sama dengan jarak antara aku dan musibah-musibah yang menimpaku.

  1. Kaidah

(49) Tamanni adalah mengharapkan sesuatu yang tidak dapat diharapkan keberhasilannya, baik karena memang perkara itu mustahil terjadi, atau mungkin terjadi namun tidak dapat diharapkan tercapainya.

(50) Kata-kata yang dipergunakan untuk tamanni adalah laita, dan kadang-kadang dipakai juga kata-kata hal, lau, dan la’alla atas dasar tujuan balaghah.

(51) Bila perkara yang menyenangkan itu dapat diharapkan tercapainya, maka pengharapannya disebut tarajji. Kata yang dipergunakan untuk makna tarajji adalah la’alla dan ‘asaa. Kadang-kadang dipakai juga kata laita atas dasar pertimbangan makna balaghah.

4 Latihan-Latihan

Contoh Soal: Jelaskan makna tamanni ataukah makna tarajji pada kalimat-kalimat berikut, dan jelaskan kata tamanni atau tarajji pada setiap kalimat!

  1. Shari’ Al-Ghawani:

Amboi, alangkah indahnya hari-hari dan masa kanak-kanak seandainya dapat kembali dirasakan walau sebentar.

  1. Abuth-Thayyib berkata:

Aduhai, seandainya cinta kepada kekasih itu pertengahan sehingga membebani setiap hati sesuai dengan kemampuannya.

  1. Allah Swt. berfirman:

Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka) (QS Al-Mu’min: 11)

  1. Jelaskan tamanni ataukah tarajji yang terdapat pada kalimat-kalimat berikut ini, dan jelaskanlah rahasia pemakaian kata-kata tarajji atau tamanni yang tidak sesuai dengan makna asalnya!
  1. Marwan bin Abu Hafshah berkata dalam ratapannya terhadap Man bin Za-idah:

Semoga orang-orang yang bergembira dengan kematiannya itu menjadi tebusan baginya dan semoga umurnya diperpanjang.

  1. Abuth-Thayyib berkata dalam ratapannya terhadap saudara perempuan Saifud-Daulah:

MAF Semoga salah satu yang muncul dari kedua matahari itu menghilang dan semoga salah satu yang tenggelam dari kedua matahari itu tidak tenggelam.

  1. Penyair lain berkata:

Semoga malam-malam yang telah membuat tubuhku sakit karena kam berpisah itu kelak suatu saat dapat mempertemukan kembali aku dan dia.

4 Allah Swt. berfirman:

(Firaun berkata), “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, yaitu pintu-pintu langit. (QS Al-Mu’min: 36-37)

5 Allah Swt. berfirman:

Maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia), niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman. (QS Asy-Syu’ara’: 102)

  1. Seorang penyair berkata:

Wahai kedua tempat kediaman Salma, semoga keselamatan kekal atas kamu. Apakah masa-masa yang telah berlalu itu kembali lagi?

7, Ja berkata:

Semoga para raja itu memberi sesuatu kepada para penyair sesuai dengan martabat masing-masing, sehingga orang-orang kelas rendahan tidak perlu mengharapkan pemberiannya.

  1. Ia berkata tentang orang yang dipujinya:

Sekiranya orang-orang yang dipuji itu sempurna sesuai dengan pujiannya, maka siapakah Kulaib dan orang-orang pada periode-periode pertama.

  1. 1. Buatlah dua contoh untuk setiap kata yang menunjukkan tamanni!
  2. Buatlah dua contoh tarajji dengan menggunakan kata la’alla pada kalimat pertama dan kata ‘asaa pada kalimat kedua!
  3. Buatlah dua contoh tarajji dengan menggunakan kata laita, dan jelaskan alasan balaghah dalam memilih kata itu!

III. “Uraikanlah kedua bait syair Al-Mutanabbi dalam memuji Kafur di bawah ini!

Demi Allah, alangkah hina dunia ini. Ia merupakan tempat pengembaraan bagi orang yang menaikinya. Setiap orang yang bercita-cita tinggi di dalamnya akan tersiksa. Seandainya aku dapat menibacakan gasidah tanpa mengaduh dan tanpa kepayahan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker