Balaghah

Terjemahan Kitab Balaghah Wadhihah

  1. Uslub Orang yang Bijaksana
  1. Contoh
  2. Allah Swt. berfirman:

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji”. (QS Al-Baqarah: 189)

  1. Ibnu Hajjaj berkata:

Ia berkata: Aku telah memberatkan kamu karena aku sering berkunjung kepadamu. Aku berkata: Kamu memberatkan punggungku dengan tangan-tanganmu. la berkata: Aku berlama-lama. Aku menjawab: Kamu menyerahkan pemberian. Ia berkata: Aku membosankan. Aku menjawab: Tali kasih sayangku.

  1. Pembahasan

Kadang-kadang seseorang berbicara denganmu atau menanyakan sesuatu kepada kita, lalu muncul dalam benak kita untuk berpaling dari pokok persoalan atau jawaban karena beberapa hal, di antaranya kita menganggap bahwa orang yang bertanya itu tidak akan dapat memahami jawaban yang sebenarnya, dan kita anggap lebih baik kita mengajaknya memperhatikan sesuatu yang lebih bermanfaat baginya. Penyebab yang lain adalah karena orang yang berbicara itu pendapatnya tidak tepat, dan kita tidak ingin mengejutkannya dengan mengemukakan pendapat kita. Dalam keadaan demikian kita harus mengajaknya dengan sehalus mungkin, berpaling dari pokok masalah yang ia hadapi kepada suatu percakapan yang lebih patut dan utama.

Bila kita perhatikan contoh pertama, kita dapatkan bahwa para Sahabat Rasulullah Saw. bertanya kepada beliau tentang keadaan bulan yang semula kecil lalu menjadi besar dan akhirnya menjadi kecil kembali. Hal ini adalah salah satu masalah ilmu falak, yang untuk memahaminya diperlukan pengkajian detail dan serius. Oleh karena itu, Al-Qur’an memalingkan mereka dari masalah itu aengan menjelaskan bahwa bulan itu merupakan tanda untuk mengetahui waktu bekerja dan beribadah. Hal ini merupakan isyarat bahwa sebaiknya mereka bertanya tentang faedah ini, juga menunjukkan bahwa pembahasan ilmu harus sedikit diundurkan hingga suasana menjadi mantap dan kekuatan Islam tidak tergoyahkan.

Teman Ibnu Hajjaj pada contoh kedua berkata bahwa ia telah memberatkannya dengan sering berkunjung kepadanya. Maka Ibnu Hajjaj memalingkannya dari pandangannya itu dengan cara yang mengandung nilai seni dan lembut, lalu ia berkata dengan makna yang lain, “Kamu telah memberatkan punggungku dengan banyaknya kenikmatan yang kamu berikan.” Demikian pula pada bait kedua. Keindahan bahasa yang demikian disebut uslub al-hakim (gaya bahasa orang yang bijaksana).

  1. Kaidah

(77) Uslub al-hakim adalah melontarkan kepada mukhathab pembicaraan yang tidak diinginkan, baik dengan cara meninggalkan pertanyaannya dan memberi jawaban yang tidak ditanyakan, atau dengan membelokkan pembicaraan kepada masalah yang tidak ia maksudkan. Hal ini sebagai pertanda bahwa selayaknya mukhathab itu menanyakan atau membicarakan masalah yang kedua (pembicaraan orang yang melayani) itu.

  1. Latihan-Latihan
  1. Jelaskan mengapa kalimat berikut disampaikan dengan uslub al-Hakim!

Aku datang kepada temanku dan aku minta kepadanya utang dinar untuk suatu urusan. Maka ia menjawab, “Demi Allah, rumahku ini tidak menghinipun emas/permata.” Maka aku berkata kepadanya, “Dan! juga manusia.”

  1. Ditanyakan kepada salah seorang yang sudah pikun, “Berapa umurmu?” Ia menjawab:

Sesungguhnya saya telah dianugerahi kesehatan.

3, Ditanyakan kepada seorang laki-laki, “Apakah kaya itu?” Ia menjawab:

Kemurahan adalah engkau mendermakan apa yang ada.

  1. Ditanyakan kepada seorang pengembara tentang agama dan keyakinannya. Ia menjawab:

Aku mencintai manusia seperti aku mencintai diriku sendiri.

  1. Ditanyakan kepada seorang pedagang, “Berapa besar modalmu?” Ja menjawab:

Aku adalah orang yang dapat dipercaya, dan kepercayaan manusia kepadaku sangat besar.

  1. Al-Hajjaj bertanya kepada Al-Muhallab, “Apakah aku yang lebih jangkung, ataukah kamu?” Ia menjawab:

Engkau lebih jangkung, dan aku adalah orang yang paling sedang tinggi badannya.

7 Seorang pegawai ditanya, “Harta benda berupa apa yang kausimpan?” Ja menjawab:

Tiada sesuatu pun membandingi kesehatan.

  1. Sayyid bin Anas menemui Al-Ma-mun, maka Al-Ma-mun berkata, “Engkau adalah sayyid.” Ia menjawab: –

Engkau adalah sayyid, dan saya adalah putra Anas.

  1. Pada suatu hari aku minta dirham kepadanya, maka ia heran dan berkata, “Barang ini dibuat dari perak, bukan dari emas.”
  1. Allah Swt. berfirman:

Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah, “Apa saja harta yang kamu nafkahkan, hendaknya kamu berikan kepada ibu bapak, kauni kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. (QS Al-Baqarah: 215)

  1. Ketika Khalid bin Walid hendak berangkat untuk menyerbu Hiyarah, maka datanglah seorang laki-laki pendukung daerah tersebut, dan Khalid bertanya kepadanya, “Dalam hal apa kamu (Ada keperluan apa)?” Ia menjawab, “Dalam pakaianku.” Khalid bertanya, “Di atas apa kamu?” Ia menjawab, “Di atas bumi.” Khalid bertanya, “Berapa umurmu?” Ia menjawab, “Tiga puluh dua.” Khalid berkata, “Aku bertanya kepadamu tentang sesuatu dan kamu menjawab dengan hal yang lain.” Ia menjawab, “SeSungguhnya aku menjawab tentang apa yang engkau tanya kan.”

Ketika orang yang membawa kabar kematian itu mengabarkan, maka aku bertanya kepadanya karena ketakutan, dan mata mencurahkan hujan kerena takut perceraian. Ia menjawab, “Ia telah mati.” Aku berkata, “Ia telah memenuhi kebutuhan yang luhur.” Ia berkata, “Ia telah berlalu.” Kami berkata, “Dengan segala kesombongan.”

  1. Bila Anda ditanya tentang masalah-masalah berikut ini dan Anda ingin menjawabnya dengan uslub al-Hakim, maka bagaimana jawaban yang harus Anda berikan?
  1. Apakah pendapatan ayahmu itu?
  1. Di mana rumahmu?
  1. Bagaimana harga perhiasan ini?
  1. Berapa tahun engkau menempuh pendidikan di sekolah menengah?

III. Buatlah dua kalimat yang mencakup uslub al-hakim!

  1. Uraikan dua bait syair berikut ini dan jelaskan macam badi’ yang terdapat padanya!

Pada suatu hari datang anakku kepadaku dan aku melihatnya sebagai penyejuk hati dan sumber ketenangan. Ia bertanya, “Apakah toh itu?” Aku menjawab, “Sesungguhnya kamu adalah rohku.” Ia bertanya, “Apakah jiwa itu?” Aku menjawab, “Engkau adalah jiwaku.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker