Balaghah

Terjemahan Kitab Balaghah Wadhihah

BAB III :FASHAL DAN WASHAL

A Tempat-Tempat Fashal

  1. Contoh-Contoh
  1. Abuth-Thayyib berkata:

Waktu itu tiada lain hanyalah para penutur gasidahku. Bila aku membacakan sebuah syair, maka waktu. akan mendendangkannya.

  1. ‘Abul-‘Ala’ berkata:

Manusia bagi manusia lain, baik dari pedalaman maupun dari perkotaan: sebagian bagi sebagian yang lain walaupun mereka tidak merasa adalah pelayan.

  1. Allah Swt. berfirman:

Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan-(mu) dengan Tuhanmu. (QS Ar-Ra’d: 2)

  1. Abul-Atahiyah berkata:

Wahai pemilik harta yang mencintainya, engkau adalah orang yang tidak akan habis kepayahannya. 

  1. Penyair lain berkata:

Sesungguhnya setiap orang hanya bergantung kepada dua benda kecil miliknya (hati dan mulut). Setiap orang dibalas dengan apa yang telah dilakukan.

  1. Abu Tamam berkata:

Penghalang itu tidak menjauhkan cita-citaku untuk mendapatkan kamu. Sesungguhnya langit itu diharap-harapkan hujannya ketika ia terhalangi mendung.

  1. Pembahasan

Yang dimaksud dengan washal menurut ulama Ma’ani adalah mengathafkan suatu kalimat dengan kalimat lain dengan huruf athaf wawu, seperti yang dikatakan olch Al-Abyurdi kepada waktu:

Seorang hamba akan segar dengan kenikmatan yang engkau berikan kepadanya, sedangkan orang merdeka akan panas perutnya karena menahan haus. Dan yang mereka maksud dengan fashal adalah meninggalkan seperti di atas, seperti dikatakan oleh Al-Ma’arri:

Jangan sekali-kali kau mencari kebutuhan dengan salah satu alatmus pena seorang yang balig tanpa ada nasib baik menjadi alat pemintal.

Masing-masing fashal dan washal memiliki tempat-tempat yang dituntut oleh keperluan dan dikehendaki oleh kondisi. Dalam kesempatan’ ini akan dijelaskan tempat-tempat fashal:

Marilah kita perhatikan contoh-contoh kelompok pertama, maka kita dapatkan bahwa antara kalimat pertama dan kalimat kedua pada setiap contoh ada keterkaitan yang sangat sempurna. Kalimat kedua pada contoh pertama tiada lain sebagai penguat bagi kalimat pertama. Makna kedua kalimat itu adalah satu. Kalimat kedua pada contoh kedua tiada lain adalah sebagai penjelasan bagi kalimat pertama.

Kalimat kedua pada contoh ketiga adalah sebagian dari makna kalimat pertama karena menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya itu adalah sebagian dari pengaturan urusan makhluk. Jadi, kalimat kedua merupakan badal dari kalimat pertama.

Sudah tentu kita tahu bahwa kalimat kedua pada setiap contoh itu di-fashal-kan dari kalimat pertamanya, dan tiada rahasia lagi bagi fashal ini kecuali karena adanya kaitan dan kesatuan yang sempurna. Oleh karena itu, di antara kedua kalimat tersebut dikatakan memiliki kesinambungan yang sempurna (kamiaalul ittishaal).

Kemudian perhatikanlah contoh-contoh kelompok kedua, maka akan kita dapatkan bahwa masalahnya adalah sebaliknya keterangan di atas, karena antara kalimat pertama dan kalimat kedua pada setiap contoh terdapat perbedaan yang sangat jauh. Pada contoh keempat, kedua kalimat tersebut berbeda: yang satu kalam khabar dan yang lain kalam insya’. Ini sangat jelas. Pada contoh kelima tidak ada keserasian antara kedua kalimat tersebut karena tidak ada hubungan sama sekali antara kalimat “Setiap orang itu bergantung kepada dua benda kecil miliknya” dan kalimat “Setiap orang itu akan dibalas atas apa yang ia lakukan”. Di sini kita dapatkan bahwa kalimat kedua pada kedua contoh ini di-fashal-kan dari kalimat pertamanya, dan tidak rahasia bagi fashal ini kecuali adanya perbedaan yang sangat jauh. Oleh karena itu, di antara kedua kalimat itu disebut memiliki keterputusan yang sempurna (kamaalul-ingitha’).

Kemudian perhatikanlah contoh terakhir, maka akan kita dapatkan bahwa kalimat kedua memiliki hubungan yang sangat erat dengan kalimat pertama karena ia merupakan jawaban bagi pertanyaan yang muncul dari kalimat pertama. Jadi, setelah membacakan syathar pertama dari syairnya itu, seakan-akan Abu Tamam berpraduga ada orang yang bertanya “Bagaimana halangan penguasa tidak dapat menghalangi antara dia dan tercapainya cita-citanya.” Maka ia men. jawab, “Sesungguhnya langit itu diharap-harapkan hujannya ketika terhalangi mendung.” Kita tahu dengan jelas bahwa kalimat kedua itu terpisah dari kalimat pertama, dan tidak ada rahasia bagi fashal ini selain karena adanya hubungan yang sangat erat antara kedua kalimat tersebut. Karena jawaban itu sangat erat kaitan dan kesinambungannya dengan pertanyaan, maka dari beberapa segi keadaan mirip dengan keadaannya pada contoh-contoh kelompok pertama. Oleh karena itu, dikatakan bahwa di antara dua kalimat ini memiliki kemiripan kesinambungan yang sempurna (syibhu kamaalil ittishal).

  1. Kaidah

(62) Washal adalah mengathafkan satu kalimat kepada kalimat lain dengan wawu. Fashal adalah meninggalkan athaf yang demikian.

Masing-masing washal dan fashal mempunyai tempat-tempat tersendiri.

(63) Di antara dua kalimat, wajib di-fashal-kan dalam tiga tempat:

  1. Bila di antara kedua kalimat tersebut terdapat kesatuan yang sempurna, Seperti halnya kalimat kedua, merupakan taukid (penguat) bagi kalimat pertama, atau sebagai penjelasannya, atau sebagai badal-nya. Dalam keadaan yang demikian dikatakan bahwa di antara kedua kalimat tersebut terdapat kesinambungan yang sempurna (kamaalul ittishaal).
  1. Bila di antara keduanya terdapat perbedaan yang sangat jauh, seperti keduanya berbeda khabar dan insya’nya, atau tidak ada kesesuaian sama sekali di antara keduanya. Dalam keadaan yang demikian dikatakan bahwa di antara kedua kalimat tersebut terdapat kamuaalul ingitha’ (keterputusan yang sempurna).
  1. Bila kalimat kedua merupakan jawaban dari pertanyaan yang muncul dari pemahaman terhadap kalimat pertama. Dalam keadaan demikian dikatakan bahwa di antara kedua kalimat tersebut terdapat syibhu kamuaalil ittishaal (kemiripan kesinambungan yang sempurna).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker