Balaghah

Terjemahan Kitab Balaghah Wadhihah

B.2 Macam-Macam Khabar

1 Contoh-Contoh .

  1. Mu’awiyah menulis surat kepada salah seorang aparatnya. Di antara isinya menyatakan:

Tidak layak bagi kita mengatur manusia dengan peraturan yang sama. Kita tidak boleh lunak kepada seluruh manusia, sebab kalau demikian mereka akan bangkit dan berbangga diri dengan maksiat. Kita tidak boieh bersikap keras kepada seluruh manusia, sebab yang demikian ukan membawa mereka kepada kebinasaan. Melainkan engkau berlaku leras dan kasar, sedangkan aku berlaku lembut dan penuh kasih sayang.

  1. Abu Tamam berkata:

Seorang pemuda itu berhasil dalam meraih kehidupannya, padahal ia bodoh. Dan seorang pemuda sangat sedikit hartanya sepanjang tahun, padahal ia pandai.

Seandainya rezeki itu berjalan sesuai dengan kemampuan akal, niscaya binatang akan binasa karena kebodohannya.

  1. Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu, dan orang-orang yang berkata kepada saudarasaudaranya, “Marilah kepada kami.” Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar. (QS Al-Ahzab : 18)

  1. As-Sariyyur-Rafa-i berkata:

Sesungguhnya bangunan itu bila telah hancur suatu sisinya, maka tidak dapat dijamin bahwa manusia tidak akan meruntuhkan sisanya.

  1. Abul Abbas As-Saffah 11) berkata:

Sungguh benar-benar saya akan mengangkat orang-orang lemah lembut sebagai aparatku sehingga mereka akan menjadi keras. Sungguh akan saya muliakan orang-orang tertentu yang tidak dapat saya percayakan pengurusan mereka kepada masyarakat umum.

Sungguh saya akan menyarungkan pedang saya kecuali dihunus oleh kebenaran. Dan sungguh saya akan banyak memberi sehingga tidak ada lagi tempat pemberian.

  1. Allah Swt. berfirman:

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap harta dan dirimu. (QS Ali Imran : 186) .

  1. Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar punya cita-cita yang mengarah kepada kemuliaan, dan cita-cita itu tidak lemah.

2, Pembahasan

Bila kita perhatikan contoh-contoh di atas, maka akan kita temukan semuanya adalah kalam khabar dan kita temukan bahwa pada contoh kelompok pertama tidak terdapat adat taukid. Contoh pada dua kelompok berikutnya diperkuat dengan satu atau dua lafaz penguat atau lebih.

Maka apa rahasia perbedaan jumlah lafaz penguat? Bila kita perhatikan, maka tidak akan kita temukan sebab-sebabnya selain kondisi mukhathab (kondisi orang yang diajak bicara). Jadi, mukhathab pada contoh kelompok pertama adalah khaaliyudzdzihni (hatinya bebas) dari kandungan kalimat-kalimat berita itu. Oleh karena itulah si pembicara tidak memandang perlu untuk mempertegas berita yang disampaikannya. Kalimat berita yang demikian disebut sebagai ibtidaa-i (kalimat pemula).

Pada contoh kelompok kedua tergambar bahwa mukhathab sedikit merasa ragu dan tampak padanya keinginan untuk mengetahui hakikat. Maka dalam kondisi yang seperti ini baik sekali disampaikan kepadanya kalimat berita yang berkesan meyakinkan dan menghilangkan keraguan. Oleh karena itu, dalam contoh ketiga kalimatnya diperkuat dengan gad, dan pada contoh keempat diperkuat dengan inna. Kalimat yang demikian disebut sebagai thalabi.

Pada contoh kelompok terakhir, mukhatab-nya mengingkari dan menentang isi beritanya. Dalam kondisi seperti ini kalimat wajib disertai beberapa sarana penguat yang mampu mengusir keingkaran mukhathab dan menjadikannya menerima. Pemberian penguat ini harus disesuzikan dengan frekuensi keingkarannya. Oleh karena itu, kalimat dalam dua contoh kelima dan keenam diperkuat dengan dua penguat, yaitu gasam (sumpah) dan nun taukid. Adapun pada contoh terakhir, penyair memperkirakan bahwa keingkarannya lebih kuat lagi, maka ia memperkuat pernyataannya dengan tiga macam penguat, yaitu gasam, inna, dan laam taukid. Kalimat yang demikian disebut inkaari.

Untuk memperkuat kalam khabar, ada beberapa lafaz yang akan kami jelaskan bersama dengan penjelasan gawa’id berikut.

  1. Kaidah

(32) Kondisi mukhathab itu ada tiga macam:

  1. Hatinya bebas dari hukum yang terkandung di dalam kalimat (yang akan diucapkan). Dalam kondisi demikian, kalimat disampaikan tanpa disertai adat taukid. Kalam khabar semacam ini disebut sebagai ibtidaa-i.
  1. Ragu terhadap hukum dan ingin memperoleh suatu keyakinan dalam mengetahuinya. Dalam kondisi demikian, lebih baik kalimat disampaikan disertai dengan lafaz penguat agar dapat menguasai dirinya. Kalimat semacam ini disebut fhalabi.
  1. Mengingkari isi kalimat. Dalam kondisi demikian, kalimat wajib disertai penguat dengan satu penguat atau lebih sesuai dengan frekuensi keingkarannya. Kalimat yang demikian disebut inkaari.

(33) Lafaz-lafaz penguat kalam khabar itu banyak, antara lain inna, anna, gasam, laam ibtida’, dua nun taukid (nun khafifah dan nun tsagilah), huruf-huruf tanbih (peringatan), huruf-huruf zaa-idah (tambahan), gad, dan ammaa syarthiyah.

  1. Latihan-Latihan

Contoh Soal:

Sebutkanlah macam kalam khabar berikut ini serta adat taukid-nya!

  1. Abul-‘Atahiyah berkata:

hesungguhnya aku mengetahui seluruh akibat dunia. Karena itulah, maka aku tinggalkan apa yang aku ingini mengingat apa yang aku takuti.

b Abuth-Thayyib berkata:

Kemauan itu datang sesuai dengan kadar keteguhan, dan kemurahan itu akan datang sesuai dengan kadar kemurahan. Kesungguhan dan kemurahan yang kecil itu akan menjadi besar dalam pandangan orang yang kecil, dan kesungguhan serta kemurahan yang besar itu menjadi kecil dalam pandangan orang besar.

  1. Hassan bin Tsabit r.a. berkata:

Sesungguhnya aku adalah manis yang tercampur oleh pahit. Dan sesungguhnya aku banyak meninggalkan hal-hal yang tidak biasa aku lakukan.

  1. Al-Arrajani berkata:

Sesungguhnya kita hidup di zaman yang penuh fitnah, maka tidak dapat dicela orang yang diliputi ketakutan.

  1. Labid berkata:

Sungguh benar-benar aku tahu bahwa kematianku pasti akan datang. Sesungguhnya anak-anak panah kematian itu tidak pernah meleset.

  1. An-Nabighah Adz-Dzubyani berkata:

Engkau bukanlah orang yang ingin melestarikan persaudaran dengan seseorang yang engkau tidak mau berkumpul dengannya dalam keadaan rambut kotor berdebu. Laki-laki mana yang bersih (dari aib).

  1. Asy-Syarif Ar-Ridha berkata:

Kadang-kadang seorang penakut dengan hartanya dapat mencapai suatu tingkat yang tidak dapat dicapai oleh seorang pemberani yang tidak berharta.

  1. Jelaskan macam-macam kalam khabar berikut ini dan adat taukidnya!

1 Tersebut dalam Nahjil-Balaghah:

Masa itu merusak tubuh, memperbarui angan-angan, mendekatkan kematian, menjauhkan cita-cita Rarang siapa dapat memanfaatkannya,

maka ia akan beruntung: dan barang siapa tidak dapat memanfaatkan nya, maka ia akan kelelahan.

  1. Al-Arrajani berkata:

Semangat bernurah hati dan memenuhi janji telah lenyap dari kebudayaan manusia kecuali dalam perasaan mereka. Khianat oleh orangorang terpercaya dan lainnya telah membudaya, hingga kami menganggapnya sebagai pemandangan mata (yang sudah biasa).

  1. Al-Abbas bin Al-Ahnaf berkata:

Aku bersumpah, bahwa tiada sekali-kali aku tidak mencelamu karena aku takut kepadamu, melainkan karena aku tahu bahwa sikap itu tidak bermanfaat.

  1. Muhammad bin Basyiir berkata:

Sesungguhnya aku jika tidak bersemangat lagi terhadap kekayaan itu, sedangkan hartaku tidak mampu memenuhi kebutuhanku, aku benarbenar akan meninggalkan semua perkara yang menyebabkan aku terkena aib dan lebih suka mendatangi tempat pengambilan air yang keruh.

5 Allah Swt. berfirman:

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS Yunus : 62)

6 Allah Swt. berfirman:

Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orangorang yang khusyuk dalami salatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perkataan dan perbuatan) yang tiada berguna. (QS Al-Mu’minun: 1-3)

  1. Abu Nuwas berkata:

Sungguh aku melibatkan diriku bersama orang-orang yang tersesat dan melepaskan semua keinginan hawa nafsu bersama mereka. Aku telah mencapai apa yang dicapai oleh seseorang dengan masa mudanya. Maka ternyata hasil perasan itu adalah dosa.

  1. Seorang Arab Badui berkata: –

Tidak pernah aku melihat sesuatu seperti hal yang ma’ruf: rasanya manis dan wajahnya indah.

  1. Ka’b bin Sa’d Al-Ghanawi berkata:

Aku bukanlah orang yang memperlihatkan rahasiaku kepada banyak orang, dan aku tidak banyak bertanya tentang rahasia mereka.

  1. Al-Ma’arri berkata dalam suatu ratapan: ,

Sesungguhnya orang yang dirundung rasa gelisah dalam rumahnya terhibur oleh rahmat dalam liang lahatnya.

  1. Tentukan jumlah-jumlah khabariyyah dalam pernyataan-pernyataan berikut ini, jelaskan macamnya dan adat taukidnya!
  1. Yazid bin Mwawiyah berkata setelah kematian ayahnya:

Sesungguhnya amirul mu’minin adalah salah satu tali Allah yang telah dipanjangkan-Nya sepanjang yang dikehendaki-Nya, lalu dipotong-Nya ketika Dia menghendaki untuk memotongnya. Ia berada di bawah orang yang sebelumnya dan lebih baik daripada orang yang datang setelahnya. Aku tidak menyebutkan kebersihannya di hadapan Tuhannya, ia telah kembali kepada-Nya. Bila Dia mengampuninya, maka atas dasar belas kasih-Nya: dan bila Dia menyiksanya, maka karena dosanya. Aku telah diserahi urusan pemerintahan setelahnya. Aku tidak berdalih terhadap kebodohanku, dan aku tidak keberatan untuk mencari ilmu. Janganlah tergesa-gesa, bila Allah membenci sesuafu, niscaya Dia akan mengubahnya, dan bila Dia mencintai sesuatu, maka Dia akan memudahkannya.

  1. Seorang penyair berkata:

Sungguh bila aku membutuhkan kesabaran, maka sesungguhnya suatu waktu aku lebih membutuhkan kebodohan. Aku tidak rela terhadap kebodohan sebagai sahabat dan kekasih, tetapi rela terhadapnya ketika aku terjerumus ke dalamnya. Aku mempunyai kuda yang berkendalikan kesabaran, yang membawaku mencapai kesabaran, dan aku mempunyai kuda yang berpelanakan kebodohan, yang membawaku terjerumus ke dalam kebodohan. Maka barang siapa hendak meluruskan aku, maka sesungguhnya aku adalah orang yang harus diluruskan: dan barang siapa yang ingin membelokkan aku, maka sesungguhnya aku dapat dibelokkan.

III. 1. Gambarkanlah sekan-akan Anda sedang berdebat dengan seorang Siswa jurusan sastra, sedangkan Anda adalah salah seorang siswa jurusan science (sains). Jelaskan kepadanya kelebihan-kelebihan sains atas sastra dengan menggunakan berbagai macam kalam khabar!

  1. Bila Anda adalah salah seorang siswa sastra, niaka jelaskan kelebihan-kelebihan sastra atas sains!
  1. Buatlah sepuluh buah kalani khabar yang masing-masing mengandung satu atau lebih adat taukid yang Anda ketahui!
  1. Uraikan kedua bait syair berikut ini dengan jelas, dan terangkan ma” cam-macam kalam khabar yang terkandung di dalamnya!

Engkau berkasih sayang dengan musuhku, namun engkau menganggap aku sebagai temanmu? Sesungguhnya pendapatmu itu benar-benar jauh (tidak logis). Bukanlah saudaraku orang yang mengasihi aku di hadapan matanya, melainkan saudaraku adalah orang yang mengasihi aku bila ia tiada di depanku.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker