- Mugabalah
- Contoh-Contoh
- Rasulullah Saw. bersabda kepada orang-orang Anshar:
Sesungguhnya kalian menjadi banyak ketika tidak diharap-harapkan, namun kalian menjadi sedikit ketika diharap-harapkan.
- Khalid bin Shafwan menyifati seorang laki-laki:
Ia tidak mempunyai teman dalam rahasia dan tidak mempunyai muSuh-musuh dalam terang-terangan.
- Seorang khalifah berkata:
Barang siapa yang mendapat jabatan karena menghancurkan kebatilan, akan didukung oleh pertolongan orang-orang mulia.
- Abdul-Malik bin Marwan berkata:
Aku tidak memuji diriku sendiri atas sesuatu yang menyenangkan yang kumulai dengan kelemahan, dan aku tidak mencela diriku sendiri atas sesuatu yang menyedihkan yang kuawali dengan perhitungan yang matang.
- Pembahasan
Bila kita perhatikan dua contoh pertama, maka kita dapatkan bagian awal masing-masing kalimat mencakup dua makna, dan pada bagian akhirnya mencakup dua makna yang berlawanan dengannya. Bagian awal dari contoh pertama mencakup dua sifat.orang Anshar, yaitu banyak dan tanpa diharap-harapkan, sedangkan bagian akhirnya mencakup dua sifat yang berlawanan secara tertib, yaitu sedikit dan diharap-harapkan. Pada contoh kedua, Khalid membandingkan teman dan rahasia dengan musuh dan terang-terangan.
Bila kita perhatikan dua contoh terakhir, maka kita dapatkan bagian awal setiap contoh mencakup lebih dari satu makna, dan bagian akhirnya mencakup makna-makna yang berlawanan dengan maknamakna yang terdapat pada bagian awal secara tertib. Susunan kalimat yang demikian disebut dengan mugabalah.
Muqabalah dalam suatu kalimat merupakan salah satu faktor keindahan dan kejelasan maknanya, dengan syarat susunan yang demikian itu dibuat dengan tidak dipaksakan. Adapun bila dipaksakan, justru akan mengikat dan mengekang maknanya, dan kalimatnya tidak lagi indah dan lembut.
- Kaidah
(73) Mugabalah adalah didatangkannya dua makna atau lebih di bagian awal kalimat, lalu didatangkan makna-makna yang berlawanan dengannya secara tertib pada bagian akhir dari kalimat tersebut.
- Latihan-Latihan
- Tunjukkan tempat-tempat mugabalah pada kalimat-kalimat berikut!
1, Aisyah meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda: “
Berhati-hatilah, hai Aisyah, karena sesungguhnya kehati-hatian itu tidak berada pada sesuatu kecuali menghiasinya, dan tidak lepas dari seSuatu kecuali menjelekkannya.
- Seorang ulama balaghah berkata:
Keruhnya suatu jemaah itu lebih baik daripada jernihnya perpecahan.
- Allah Swt. berfirman:
Menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (QS Al-A’raf: 157)
- Jarir berkata:
Dan ia adalah yang membentangkan kebaikan kepadamu dengan tangan kanannya dan mencabut kejahatan darimu dengan tangan kirinya.
- Al-Buhturi berkata:
Apabila mereka berperang, maka mereka menghinakan orang yang mulia: dan bila mereka berdamai, maka mereka memuliakan orang yang hina.
- Asy-Syarif berkara:
Banyak pemandangan yang membahagiakan ketika dalam kelapangan. Alangkah dekat sesuatu yang menyusahkan, aku kembali dalam kesempitan.
- Allah Swt. berfirman:
Supaya kamu tidak berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. (QS Al-Hadid: 23)
- Allah Swt. berfirman:
Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada azab. (QS Al-Hadid: 13)
9, An-Nabighah Al-Ja’di berkata:
(Ia adalah) seorang pemuda yang dapat niembahagiakan temannya dan selalu menyusahkan musuh-musuhnya.
- Abu Tamam berkata:
Wahai umat yang kejelekan penganiayaan membuatnya marah sepanjang masa dan menjadi rela dengan indahnya keadilan.
- Ia berkata pula:
Kadang-kadang Allah memberi nikmat berupa cobaan walaupun besar, dan Allah memberi cobaan kepada sebagian kaum dengan berbagai kenikmatan.
- Allah Swt. berfirman:
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sulit. (QS Al-Lail: 5 – 10)
- Al-Ma’arri berkata:
Wahai waktu, wahai orang yang melaksanakan ancamannya dan menyalahi janjinya yang telah di angan-angan.
- Bedakan antara thibag dan mugabalah pada kalimat-kalimat berikut!
- Allah Swt. berfirman:
Maka mereka itu kejahatannya diganti Allah dengan kebaikan. (QS Al-Furgan: 70)
- Allah Swt. berfirman:
Dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan yang menghidupkan. (QS AnNajm: 43 – 44)
- Allah Swt. berfirman:
Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, nicaya Dia melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Dia menjadikan dadanya sesak lagi sempit. (QS Al-An’ am: 125)
- Abuth Thayyib berkata:
Aku menengok mereka dan kegelapan malam menolong dan memujiku, dan terangnya pagi mendorongku.
- Orang yang mulia itu orang yang banyak pengampunannya ketika kesempatan beralasan itu sangat terbatas.
- Kemarahan orang yang bodoh itu berada pada perkataannya, dan kemarahan orang yang berakal itu pada pekerjaannya.
- Al-Manshur berkata:
Janganlah kamu keluar dari kemuliaan taat kepada kehinaan maksiat.
8 Sungguh, bila menyusahkanmu, engkau mendapatkan aku dalam kesuSahan, maka sungguh menggembirakan aku bila aku mendapat perhatianmu.
- An-Nabighah berkata:
Apabila mereka berdua turun dengan mudah, maka mereka menyemburkan asap, dan bila mereka naik dengan susah, maka mereka memecahkan batu-batuan.
- Aus bin Hujar berkata:
Kami taat kepada Rabb kami, dan sementara kaum maksiat kepada, Nya, maka kami merasakan rasa taat kami dan mereka juga merasakan.
III. ‘Datangkanlah bandingan kata-kata berikut, lalu masukkanlah ke dalam beberapa kalimat yang sebagian untuk thibag dan sebagian lagi untuk mugabalah!
- Mendahulukan e. Kebaikan
- Malam f. ‘ Pencegahan
- Kesehatan g. Kaya/kekayaan/orang kaya
- Kehidupan
- 1. Buatlah dua buah contoh untuk mugabalah dengan membandingkan dua buah makna dengan dua buah makna lainnya!
- Buatlah dua buah contoh untuk mugabalah dengan membandingkan tiga makna dengan tiga makna yang lain!
- Uraikan syair berikut! Apakah Anda tahu bahwa syair ini mengandung mugabalah?
Untuk siapa engkau mencari dunia bila dengannya engkau tidak bermaksud untuk membahagiakan orang yang engkau cintai atau untuk menyusahkan orang yang berdosa.


One Comment