- Iqitibas
- Contoh-Contoh
a., Abul Mu-min Al-Ashfahani berkata:
Jangan sekali-kali kamu terbujuk oleh banyaknya pasukan dan pembantu orang-orang penganiaya. Sesungguhnya Kami menangguhkan mereka sampai suatu hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (QS Ibrahim: 42)
b Ibnu Sina’ Al-Mulk berkata:
Mereka telah berangkat dan aku tidak akan menanyakan tempat tinggal mereka, selanjutnya aku seperti orang yang binasa karena bersedih hati sepeninggal mereka:
c . Abu Ja’far Al-Andalusi berkata:
Janganlah kau memusuhi orang-orang di negeri mereka sendiri, sedikit sekali pengembara di suatu negeri itu mendapat perhatian baik. Bila kamu ingin hidup di tengah-tengah mereka, maka “berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik”.
- Pembahasan
Kalimat yang terdapat di antara tanda petik pada dua contoh pertama diambil dari Al-Qur’an, sedangkan pada contoh kedua dipetik dari hadis. Penulis atau penyair menyertakan petikan ayat atau hadis ini ke dalam rangkaian kalimatnya tanpa menjelaskan bahwa petikan itu berasal dari Al-Qur’an atau hadis. Maksud pengutipan itu adalah untuk meminjam kekuatannya dan untuk menunjukkan kemahiran penulis dalam menghubungkan kalimatnya dengan kalimat yang dipetiknya. Hal yang demikian disebut dengan iqtibas. Dan bila diperhatikan, maka kita dapatkan bahwa kadang-kadang penulis atau penyair itu sedikit mengubah kalimat yang dikutipnya itu, seperti pada contoh kedua, karena kalimat aslinya dalam Al-Qur’an adalah:
Maka barangkali kamu akan membunuh dirimu sesudah mereka berpaling. (QS Al-Kahfi: 6)
3, Kaidah
(69) Igtibas adalah mengutip sesuatu kalimat dari Al-Qur’an atau ha dis, lalu disertakan ke dalam suatu kalimat prosa atau syair tanpa dijelaskan bahwa kalimat yang dikutip itu dari Al-Qur’an atau hadis.
- Latihan-Latihan
I, Jelaskan pada setiap igtibas berikut ini kebagusan kemampuan seorang yang baligh dalam menghubungkan ucapannya dengan kalimat yang dikutipnya!
- Gunakanlah kesempatan selagi rambutmu yang hitam belum memutih, karena sesungguhnya dunia itu ibarat “dinding rumah yang hampir roboli”.
- Oadhi Al-Fadhil menulis suatu surat balasan:
Sampai kepada seorang pelayan sebuah surat balasan yang mulia, maka ia bersyukur karenanya “dan ia mendekatinya untuk bermunajat”, “dan ia menempatkannya di tempat yang tinggi”, dan kitab itu mengembalikan semangat mudanya, “padahal ia sudah mencapai umur yang sangat tua”.
- Ia berkata tentang merpati pembawa surat:
la hampir seperti malaikat, bila surat telah dikalungkan di lehernya, maka ia menjadi seperti “memiliki beberapa sayap, dua, tiga, dan empat”,
- Di antara kitab Muhyiddin Abduzh-Zhahir
Negara tidak akan menghilangkan pedangnya yang “yang dengannya ia dapat melihat orang-orang yang berbuat dusta kepada Allah, mukanya menjadi hitam”.
- Ash-Shahib bin Ubad( ) berkata:
Aku berkata, padahal aku. telah melihat langit telah berawan bergerak dari Hijran menuju ke arah kami dan awan itu telah menebarkan hujan, “Semoga hujan bermanfaat bagi sekeliling kami” “dan tidak membahayakan kami”.
- Banyak orang yang bakhil bila melihat orang yang akan minta-minta, maka menganggapnya sebagai duta kematian karena ketakutan. Janganlah mengharapkan pemberiannya walau sedikit. “Sangat jauh, sangat jauh apa yang dijanjikan kepadamu”.
II Kutiplah ayat-ayat Al-Jur’an berikut ini ke dalam kalimat dengan baik dan benar!
- Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling takwa di antaramu.
- Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa kecuali kepada yang merencanakannya.
- Katakanlah, apakah sama orang-orang yang berilmu dengan orangorang yang tidak berilmu?
- Dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu seperti yang diterangkan oleh Yang Maha Mengetahui. ..
- Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara.
III. Buatlah kalimat-kalimat dengan menyertakan kutipan-kutipan dari hadis berikut ini!
- Setiap kebaikan itu shadagah.
- Bila kamu tidak punya rasa malu, lakukanlah apa yang kamu suka,
- Penganiayaan itu membawa kegelapan di hari kiamat.
- Roh-roh itu pasukan tentara yang siap siaga.
- Uraikan ucapan Ibnur-Rumi dalam suatu cacian berikut ini dan jelaskan keindahan igtibas-nya!
Sungguh, jika aku salah memujimu, maka tidak salah kamu mencegahku. Sesungguhnya aku telah menempatkan kebutuhanku “di sebuah lembah yang tiada bertanaman”.
- Saja’ (Sajak)
- Contoh-Contoh
- Rasulullah Saw. bersabda:
Ya Allah, berilah pengganti kepada orang yang berinfak, dan berilah kerusakan kepada orang yang tidak mau berinfak.
- Seorang Arab Badui yang anaknya hanyut dibawa banjir berkata:
Ya Allah, jika Engkau membinasakannya, maka sesungguhnya telah sangat lama Engkau menyehatkannya.
Orang yang merdeka itu ketika berjanji memenuhinya, bila menolong secukupnya, dan bila menjadi raja banyak memaafkan.
2 Pembahasan
Bila kita perhatikan dua contoh pertama, kita dapatkan masing-masing terdiri atas dua bagian kalimat yang huruf akhirnya sama. Bila kita perhatikan contoh ketiga, kita dapatkan ia terdiri atas lebih dari dua bagian kalimat yang huruf akhirnya sama. Kalimat yang demikian disebut dengan saja’ (sajak). Kata yang terakhir dari setiap bagian kalimat itu disebut fashilah. Dan fashilah itu selamanya dimatikan huruf akhirnya dalam kalam natsar (prosa) karena wagaf (berhenti membaca).
Sajak yang paling baik adalah yang bagian-bagian kalimatnya seimbang, dan sajak tidak indah kecuali bila rangkaian kalimatnya bagus, tidak dibuat-buat, dan bebas dari pengulangan yang tidak berfaedah, sebagaimana kita lihat pada contoh.
- Kaidah
(70) Saja” adalah cocoknya huruf akhir dua fashilah atau lebih. Sajak yang paling baik adalah yang bagian-bagian kalimatnya seimbang.
4 Latihan-Latihan
- Tunjukkanlah sajak pada contoh-contoh berikut dan terangkan segi keindahannya!
- Rasulullah Saw. bersabda: –
Allah mengasihi seseorang yang berkata baik lalu beruntung, atau diam lalu selamat.
- Ats-Tsa’alibi berkata:
Dengki itu adalah karat hati, dan pertengkaran yang berkepanjangan itu adalah sebab perang.
- Al-Hariri berkata:
Naiknya derajat seseorang itu karena ia berani menempuh bahaya.
- Seorang ulama balaghah berkata: –
Manusia itu dengan sopan santunnya, bukan dengan perhiasan dan . pakaiannya.
- Seorang Arab Badui berkata kepada seorang laki-laki yang bertanya tentang orang yang keji tabiatnya:
Engkau telah tinggal di suatu lembah yang tidak pernah mendapat siraman hujan, di syatu tanah lapang yang belum diramaikan, dan lakilaki yang tidak mudah. Maka tinggallah dengan penuh penyesalan, atau pergilah untuk kemudian binasa.
- Seorang Arab badui berkata: .
Telah turun pagi-pagi kepada kita hujan musim semi, lalu disusul hujan kedua. Maka bumi ini seakan-akan hamparan yang dibentangkan, yang di atasnya intan ditaburkan. Lalu datanglah kepada kita kawanan belalang dengan membawa sabit untuk panen. Maka bumi akan menjadi gundul dan manusia akan binasa. Maka Mahasuci Zat yang membinasakan makhluk-Nya yang kuat dan banyak makan, dengan makhluk-Nya yang lemah dan dimakan.
- Bacalah surat berikut dan jelaskan keindahan sajaknya, lalu ubahlah menjadi kalimat lain yang tidak bersajak. Ibnur-Rumi mengirim surat kepada orang yang sedang sakit:
Semoga Allah mengizinkan kesembuhanmu, mempertemukan sakitmu dengan obatmu, mengusapkan tangan kesehatan kepadamu, mengarahkan utusan keselamatan kepadamu, menjadikan sakitmu Sebagai pelebur dosamu, dan melipatgandakan pahalamu.
- Pahamilah ungkapan yang dinisbatkan kepada Ali Abi bin Thalib berikut ini, lalu ubahlah menjadi kalimat lain yang bersajak!
Bertakwalah kepada Allah pada tiap pagi dan sore, takutlah kepada nafsumu yang hina dan membujuk, jangan merasa aman darinya dalam segala keadaan. Ketahuilah, sesungguhnya bila kamu tidak menghentikan nafsumu dari kebanyakan hal yang dicintai karena kamu takut dibencinya, maka keinginan demi keinginan akan membawamu kepada bahaya yang banyak.”
III. Jelaskanlah, apakah kalimat berikut ini termasuk kalimat yang bersajak ataukah tidak bersajak, dan jelaskan sebabnya! Hisyam mengirim surat kepada saudaranya yang menampakkan keinginannya untuk menjadi khalifah:
Amma ba’du. Telah sanipai kepadaku informasi bahwa kau keberatan bila aku tetap hidup, dan engkau menganggap kematianku lambat datangnya. Demi agamaku, sesungguhnya setelahku engkau adalah orang yang lemah sayapnya, dan berpenyakit kusta telapak tangannya. Aku tidak memenuhi keinginanmu, seperti informasi yang sampai kepadaku.


One Comment