SEHARUSNYA ORANG YANG DIPUJI BERSIKAP
Ketahuilah, sesungguhnya orang yang dipuji harus dapat menjaga hati dari bahaya sombong, membanggakan diri dan bahayanya hilang semangat dalam mengabdi kepada Allah. Seseorang yang menerima pujian tidak akan selamat dari bahaya- bahaya pujian, seperti sombong, ujub, dan lain sebagainya, kecuali bila ia menyadari akan keadaan dirinya, merenungkan apa yang bekal terjadi pada akhir hidupnya, memahami hakekat riya’ serta berbagai penyakit dan bahaya-bahaya yang mengancam pahala amal. Karena dialah yang mengatahui keadaan dirinya yang sebenarnya, yang tidak diketahui oleh orang yang memujinya.
Seandainya saja keburukan dan aibnya terbuka, tentu pemuji itu akan menahan pujian terhadap dirinya. Oleh sebab itu, hendaklah orang yang dipuji memperlihatkan kesan kalau dirinya sebenarnya tidak suka dipuji.
Rasulullah saw. bersabda:
Artinya:
“Apabila kalian melihat orang-orang yang memuji, maka taburkanlah debu pada wajah mereka.” (HR. Ahmad). Sufyan bin Uyainah berkata: “Pujian tidak akan membahayakan bagi orang yang dipuji, jika ia menyadari siapa dirinya yang sebenarnya. Dan aku pernah memuji orang yang saleh. Ketika ia mendengar pujianku, ia berkata:
Artinya:
“Ya Allah sesungguhrya mereka tidak mengetahui aku yang sebenarnya, Engkau-lah yang mengetahui keadaanku yang sebenarnya.” Ng Sementara yang lain, ketika mendapatkan pujian ada yang berkata:
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya hamba-Mu ini (orang yang memuiji) mendekatiku dengan murka-Mu, dan aku bersaksi pada-Mu atas kemurkaannya.” Sedangkan Ali ra. ketika mendapatkan pujian ia berkata:
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah aku terhadap apa yang tidak mereka ketahui, janganlah Engkau menyiksa aku, sebab apa yang mereka katakan, dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka duga.” Pernah suatu ketika sorang laki-laki memuji Umar ra., lalu Umar berkata: “Apakah kamu ingin membinasakan aku dan membinasakan dirimu sendiri.”
Pernah juga seseorang memuji Ali ra. secara berlebihan, lalu Ali berkata: “Pujianmu berlebih-lebihan, aku tidak demikian, aku masih di bawah apa yang kamu katakan, namun lebih di atas dari apa yang ada pada dirimu.”









One Comment