Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Afatul Lisan Karya Imam Ghazali

BAHAYA 15: MENGGUNJING

Pembahasan masalah ini (menggunjing) cukup panjang. Mengawali pembahasan ini, kami kemukakan tentang tercelanya menggunjing, berikut dalil-dalil syara’ yang berkaitan dengan masalah tersebut. Allah Ta’ala menegaskan tentang tercelanya menggunjing, hingga pelakunya diserupakan sebagai seorang yang memakan daging bangkai saudaranya. Allah swt. berfirman:

Artinya:

“dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di  antara kamu  memakan  daging  saudaranya  yang  sudah  mati?  Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” , (OS. Al Hujurat).

Rasulullah saw. besabda:

Artinya: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim).

Menggunjing itu menyangkut perscalan kehormatan, dan Allah menyertakan antara menggunjing dengan harta dan darah. Abu Barzah berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Artinya:

“Janganlah kamu saling mendengki, saling menjerumuskan, saling membenci, saling belakang-membelakangi dan janganlah sebagian kamu mengumpat terhadap sebagian yang lain, serta jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim terhadap muslim yang lain itu bersaudara, maka janganlah menzaliminya, merendahkan dan menghinakannya.” (HR. Muslim).

Diriwayatkan dari Jabir dan Abi Sa’id, bahwa Nabi saw. bersabda:

Artinya: “Hindarilah mengumpat! Sesungguhnya mengumpat itu lebih berat daripada zina. Sesungguhnya kadangkala seseorang berzina lalu bertaubat, kemudian Allah swt. menerima taubatnya. Sementara orang yang menggunjing, dia tidak mendapatkan pengampunan, hingga ia diampuni oleh orang yang dipergunjingkan.” (HR. Ibnu Abid Dunya).

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Artinya:

“Ketika aku dimi’rajkan, aku bertemu dengan suatu kaum yang berkuku dari besi, lalu mereka mencakar-cakar muka dan dada mereka dengan kukunya itu. Kemudian aku bertanya: “Wahai Jibril, siapakah mereka? Jibril menjawab: “Mereka adalah orang- orang yang mengumpat manusia dan mencaci maki kehormatan mereka.” (HR. Abu Dawud),

Salim bin Jabir berkata, bahwa aku pernah datang menghadap kepada Nabi saw. memohon agar beliau berkenan mengajarkan suatu kebaikan yang bermanfaat bagiku. Lalu beliau bersabda: Janganlah sedikit pun kamu menghina terhadap perbuatan baik meskipun kamu hanya menuangkan timbamu ke dalam bejana orang yang meminta minuman, dan jumpailah temanmu dengan muka berseri-seri. Apabila temannu membelakangi, maka sungguh kamu jangan menggunjingnya.” (HR. Ahmad).

Al Barra’ berkata, bahwa pernah suatu ketika Rasulullah saw. menyampaikan khutbahnya sehingga di dengar para gadis yang berada di rumah mereka masing- masing. Dalam khutbahnya itu, Rasulullah saw. bersabda:

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman dengan lisanya dan tidak beriman dengan hatinya, janganlah kamu menggunjing kaum muslimin dan janganlah menyelidiki keburukan mereka. Barangsiapa menyelidiki keburukan saudaranya, tentu Allah akan menyelidiki keburukannya. Barangsiapa  yang  keburukannya  diselidiki  oleh  Allah, tentu Allah membuka keburukannya di dalam rumahnya.” (HR. Ibnu Abid Dunya). Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa as.: “Barangsiapa mati dalam keadaan

bertaubat dari perbuatan menggunjing, maka ia adalah orang yang paling akhir masuk surga. Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan terus-menerus menggunjing, maka ja adalah orang yang pertama masuk neraka.” Anas bin Malik ra. berkata, bahwa Rasulullah pernah menyuruh manusia puasa sehari, lalu beliau bersabda:

Artinya:

“Janganlah seseorang di antara kamu berbuka, sehingga aku mengizinkannya.”

Maka mereka berpuasa. Menjelang saat Maghrib, seseorang datang kepada Rasulullah dan berkata:  “Wahai  Rasulullah, aku  berpuasa, maka  izinkanlah  aku berbuka.” Lalu Rasulullah saw. mengizinkannya. Selanjutnya orang demi orang berdatangan memohon izin untuk berbuka dan beliau mengizinkannya, hingga datanglah seseorang seraya berkata: “Wahai Rasulullah, dua gadis dari kaummu berpuasa dan keduanya malu untuk datang. Karena itu izinkanlah keduanya untuk berbuka!” Tidak seperti pada orang-orang yang datang sebelumnya, kali ini Rasulullah saw. berpaling dari orang itu. Dan orang yang berkata itu mengulangi permohonannya, dan mengulanginya lagi untuk ketiga kalinya. Lalu Rasulullah saw. bersabda:

Artinya:

“Sesungguhnya kedua gadis itu tidak berpuasa. Bagaimana berpuasa orang yang sepanjang hari makan daging manusia. Pergilah, suruhlah keduanya memuntahkan kalau keduanya memang benar-benar berpuasa.”

Orang tersebut pergi kembali menemui dua gadis dan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Rasulullah. Lalu kedua orang itu sengaja muntah, namun yang keluar dari mulutnya adalah segumpal darah (muntah). Orang tersebut kembali lagi menghadap Rasulullah dan menceritakan apa yang dilihatnya. Kemudian Rasulullah saw. bersabda:

Artinya: “Demi Dzat yang diriku berada dalam kekuasaanNya, seandainya segumpal darah itu tetap dalam perut kedua gadis itu, tentu keduanya akan dimakan api neraka.” (HR. Ibnu Abid Dunya).

Dalam riwayat lain diterangkan bahwa ketika Rasulullah saw. memalingkan wajah dari lelaki tersebut, maka lelaki itu pergi. Namun tidak lama kemudian kembali lagi dan berkata kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kedua gadis itu sedang dalam keadaan sekarat.” Rasulullah saw. berkata: “Bawalah keduanya kemari!” Laki-laki itu menjemput kedua gadis itu dan membawanya kepada Rasulullah saw. setelah sampai di hadapan Rasulullah saw. beliau memberikan mangkok dan menyuruh salah satu dari gadis itu untuk memuntahkan makanan dari dalam perutnya. Ternyata gadis itu memuntahkan darah bercampur nanah semangkok penuh. Rasulullah berkata kepada gadis yang satunya lagi: “Muntahkanlah.” Lalu gadis yang kedua pun muntah sebagaimana gadis pertama.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker