Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Afatul Lisan Karya Imam Ghazali

BAHAYA 3: BERBICARA DALAM HAL KEBATILAN DAN KEMAKSIATAN

Berbicara dalam hal kemaksiatan, seperti, menceritakan tentang keadaan wanita, minuman khamar, tempat-tempat orang-orang fasik, kesenangan orang-orang kaya, keperkasaan para raja, serta tempat-tempat mereka  yang tercela dan hal ihwal mereka yang tidak disukai secara syar’i. Maka hanyut dalam pembicaan hal-hal tersebut, adalah tidak halal alias haram.

Adapun berbicara tentang sesuatu yang tidak penting atau lebih banyak daripada yang penting. Maka berbicara dalam itu berarti meninggalkan yang utama, tidak sampai pada tingkat keharaman.

Orang yang banyak bicara akan hal-hal yang tidak perlu, maka dia tidak akan selamat dari yang batil. Orang yang duduk-duduk sambil ngobrol, tanpa kendali dan tidak membatasi pembicaraannya, maka nyaris tidak akan mungkin tidak membicarakan kehormatan orang lain atau masuk dalam kebatilan.

Aneka macam kebatilan itu tak terbatas, karena sangat banyaknya, juga fitnah yang ditimbulkannya. Oleh sebab itu, tidak akan selamat daripadanya, melainkan dengan jalan membatasi diri, cukup dengan yang perlu saja daripada kepentingan- kepentingan agama dan dunia.

Dalam konteks ini, terdapat kata-kata yang akan membinasakan pelakunya, sementara ia menganggapnya kata-kata itu sebagai hal yang remeh. Bilal bin Harits berkata, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan suatu kata yang termasuk dalam keridhaan Allah, sementara ia sendiri tidak menyangka bahwa kata yang diucapkannya itu sampai pada sejauh yang tidak terbayangkan. Karena ternyata Allah mencatat ucapannya itu dalam keridhaan- Nya hingga hari kiamat. Ada pula orang yang berbicara dengan kata yang dimurkahi Allah, sementara ia tidak menduga bahwa kata yang diucapkannya, sampai pada sejauh yang tidak dibayangkannya. Karena ternyata Allah mencatat kata itu termasuk dalam kemurkaan-Nya, hingga hari kiamat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Al-Qamah berkata: “Betapa banyak ucapan yang tertahan olehku, karena adanya hadis yang diriwayatkan dari Bilal bin Harits tersebut.”

Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya orang yang berbicara dengar perkataan yang menertawakan teman-teman duduknya, padahal perkataan itu, justru menjatuhkannya lebih jauh dari kejatuhannya dari binatang surayya.”

Abu Hurairah berkata: “Sesungguhnya orang yang berbicara dengan suatu pembicaraan, yang tiada dijumpai dalam perkataan itu hal yang penting, maka ia akan jatuh dalam neraka Jahanam. Dan sesungguhnya orang yang berkata dengan perkataan yang penting dan baik, maka ia diangkat oleh Allah ke dalam surga yang tertinggi.”

Nabi saw. bersabda:

Artinya:

“Manusia yang terbesar dosanya pada hari kiamat, ialah orang yang paling banyak turut campur dalam hal yang batil.” Sebagaimana yang diisyaratkan dalam firman Allah Ta’ala:

Artinya:

“Dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang

membicarakannya.” (OS. Al-Muddatsir: 45). Dan firman-Nya:

Artinya:

“..maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kami berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.” (OS. An Nisa’: 140)

Salman Al Farisi berkata: “Manusia yang paling banyak dosanya pada hari kiamat, ialah yang paling banyak perkataanya pada hal maksiat kepada Allah.”

Ibnu Sirin berkata: “Pernah terjadi seorang laki-laki dari golongan Anshar melewati suatu majlis orang-orang Anshar. lalu orang itu berkata kepada mereka. “Berwudhulah! Karena sebagian yang kamu katakan itu, febih jahat dari hadas.”

| Demikian inilah pembicaan pada yang batil, sebagaimana halnya yang akan diterangkan dalam pembahasan berikutnya mengenai umpatan, menggunjing, adu domba, perkataan keji dan lain sebagainya. Bahkan pembicaraan menganai yang dilarang sebagaimana halnya yang telah disebutkan atau berfikir dan membicarakan kebatilan tanpa adanya keperluan yang bersifat . keagamaan, dalam kerangka untuk mencarikan solusi dan memperbaiki.

Termasuk bicara batil, adalah ceritera-ceritera bid” ah dan aliran-aliran yang merusak, juga cerita yang terjadi pada peperangan antara para sahabat Nabi saw. dengan cara mecaci maki terhadap sebagian dari atas sebagian yang lainnya.

Semua yang diatas itu adalah batil. Berbicara mengenai hal tersebut berarti bicara dalam hal yang batil. Kami memohon kepada Allah, agar kiranya Ia memberikan sebaik-baik pertolongan dengan segala kasih sayang serta kemurahan-Nya, kepada kita. Amin.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker