Allah Ta’alah berfirman:
Artinya:
“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada 4 dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (OS. Oaaf: 18) Oleh sebab itu, diam merupakan sikap utama.
Sementara pembicaraan (kalam) itu, ada empat macam, yaitu:
1. Pembicaraan yang semata-mata bahaya
2. Pembicaraan yang semata-mata berguna
3. Pembicaraan yang mengandung bahaya dan manfaat
4. Pembicaraan yang tidak berbahaya dan tidak pula bermanfaat.
Adapun terhadap pembicaraan yang semata-mata bahaya, mak diam dari padanya menjadi sebuah keharusan. Begitu pula terhadap perkataan yang mengandung bahaya dan manfaat, karena kemanfaatan tidak akan dapat sempurna dengan adanya kemadharatan.
Sedangkan terhadap perkataan yang tidak ada padanya manfaat dan tidak pula bahaya, adalah sebuah kesia-siaan belaka. Berbuat dengan hal yang sia-sia itu berarti membuang-buang waktu dan energi. Maka dengan begitu pada hakekatnya juga merupakan kerugian yang nyata.
Dengan demikian, maka peluangnya tinggal yang seperempat. Tiga perempat dari padanya telah gugur, sehingga hanya tinggal yang seperempat. Bahkan pada yang seperempat ini pun masih dikhawatirkan akan timbulnya bahaya. Seperti, adanya faktor riya’ yang sangat halus, perkas :’ yang dibuat-buat, mengumpat, merasa dirinya
suci, berlebih-lebihan dalam perkataan. Hal-hal semacam ini, sering kali menyelinap secara sama. dalam suatu perkataan, bercampur baur yang tidak mudah diketahui Oleh sebab itu, pada yang seperempat itupun masih terdapat bahaya yang perlu diwaspadai.
Barang siapa yang mengetahui bahaya lidah yang sangat halus d. samar seperti tersebut di atas, tentu ia mengetahui aparahasiadan hik. : dari sabda Nabi saw.
Artinya:
“Barang siapa diam, tentu ia selamat dari bahaya.” (HR. Tirmidzi Sungguh, demi Allah, Nabi Muhammad saw. adalah seorang yang dianugerahi mutiara hikmah. Kata-kata dan sabda beliau penuh dengan mutiara hikmah, makna yang amat luas dan dalam. Tidak ada yang dapat menggalih dan menyelami lautan makna, kedalaman dan keluasannya, kecuali ulama khosh.
Kami akan menjelaskan bahaya-bahaya lidah dan sulitnya mengatasi bahaya tersebut dalam pembahasan berikutnya insya Allah. Kami mengualifikasikan bahaya-bahaya tersebut menjadi dua puluh kategori. dengan memohon pertolongan kepada Allah, semoga dengan begitu kita mendapatkan petunjuk dan dapat terhindar dari bahaya lidah.
Berikut inilah bahaya-bahaya lidah, yang pembahasannya kami mulai sari yang terhitung paling ringan, yaitu membicarakan hal-hal yang tidak berguna dan kami akhiri dengan pembahasan menggunjing, mengumpat, adu domba dan dusta.









One Comment