Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Raudhatut Thalibin Karya Imam Ghazali

Bagian Ketiga: Makna Suluk dan Tasawuf

PAHAMILAH, SULUK ADALAH proses penyucian akhlak, amal, dan pengetahuan. Suatu kesibukan untuk membangun lahir dan batin. Dalam kondisi ini, seorang hamba akan dibuat lupa kepada Tuhannya, tetapi ia sibuk membersihkan batin agar siap untuk wushul.?

Adapun hal-hal yang merusak suluk seorang salik ada dua macam, mengambil keringanan (rukhshah) melalui berbagai takwil, dan bermakmum kepada para pengikut syahwat yang kerap berlaku salah.

Barang siapa menyia-nyiakan hikmah waktunya, ia adalah orang bodoh, barang siapa gegabah dengan waktunya, berarti ia orang lalai, siapa pun yang mengabaikan waktunya, maka ia orang yang lemah.

Keinginan seorang murid belum benar sebelum Allah dan Rasul-Nya menjadi bisikan hatinya, di siang hari ia berpuasa, lidahnya tak bicara. Sebab banyak makan, bicara, dan tidur, membuat hati keras. Keinginannya juga belum benar sebelum punggungnya melakukan rukuk, keningnya bersujud, matanya berlinang dan terpejam, hatinya bersedih, dan lidahnya berzikir.

Dengan ungkapan yang lebih sederhana, seluruh anggota tubuhnya sibuk karena Allah swt, memerhatikan tugas yang diberikan Allah dan Rasul-Nya, serta meninggalkan apa yang tak disukai Allah dan Rasul-Nya. Ia memegang erat sifat wara, meninggalkan sepenuhnya segala hasrat, dan melihat semua anugerah yang dikaruniakan Allah kepadanya.

Ia berusaha dengan sungguh-sungguh agar semuanya bertujuan mencari ridha Allah, bukan mencari pahala: sebagai ibadah, bukan kebiasaan. Karena, siapa yang melihat sosok yang menjadi tujuan amalnya, ia akan sibuk terhadapnya, bukan sibuk tak melihat amalnya. Selain itu, dirinya pun meninggalkan seluruh syahwat.

Sehingga, kehendak seseorang menjadi benar ketika ia meninggalkan upaya pribadinya dan menerima aliran takdir, seperti dikatakan,

Aku ingin bertemu dengannya tapi ia ingin meninggalkanku maka kutinggalkan apa yang kukehendaki, untuk apa yang ia kehendaki

Dengan demikian, lenyaplah dari makhluk dengan hukum Allah, dari keinginanmu melalui perintah Allah, dari kehendakmu dengan perbuatan Allah. Maka, saat itulah engkau layak menjadi wadah ilmu Allah.

Karena tanda kefana’an (kelenyapan)-mu dari makhluk adalah keterputusanmu dari mereka, berhubungan dengan mereka, dan putus asa terhadap apa yang ada di tangan mereka. Tanda kelenyapanmu dari dirimu dan hawa nafsumu adalah meninggalkan amal dan ketergantungan kepada sebab dalam mendatangkan manfaat dan menolak bahaya.

Maka dari itu, jangan menggerakkan sesuatu untukmu denganmu, jangan bersandar padamu untukmu, jangan membela, jangan membahayakan dirimu. Akan tetapi, serahkanlah semua itu kepada Dzat yang sejak awal telah menguasainya agar terus menguasainya sampai akhir, sebagaimana Dia menguasainya saat engkau tak sadar dalam rahim dan menyusu dalam buaian.

Di samping itu, tanda lenyapmu dari kehendakmu dengan perbuatan Allah yaitu jika engkau sama sekali tak menghendaki sesuatu. Sebab, engkau tidak akan menghendaki kehendak lain bersamaan dengan kehendak Allah, tetapi perbuatan-Nya berlangsung padamu, hingga engkau menjadi kehendak dan perbuatan-Nya.

Engkau tenang dan tenteram, lapang dada, wajahmu bercahaya, dan sejahtera. Engkau dikendalikan oleh qudrah, diseru oleh lidah azali, diajar oleh Pemilik kerajaan, yang memberimu pakaian dari cahaya halal, serta menempatkanmu pada kedudukan para orang-orang saleh terdahulu dan pemilik ilmu.

Menekuni Uzlah’

Seorang salik wajib menekuni uzlah agar dapat mengalahkan musuh-musuhnya. Uzlah ada dua macam, wajib dan keutamaan. Uzlah wajib adalah uzlah dari keburukan beserta segala hal yang mengikutinya. Sedangkan uzlah keutamaan adalah uzlah dari sikap berlebihan dan yang menyertainya.

Ada yang mengatakan bahwa khalwat bukan termasuk uzlah. Khalwat berarti menghindar dari orang lain, Sementara uzlah yaitu menjauhi nafsu dan apa yang ia Serukan serta yang melalaikan dari Allah.

Ada yang mengatakan, keselamatan itu ada sepuluh bagian, satu bagian dalam uzlah, sembilan lainnya terletak dalam diam. Ada pula yang mengungkapkan, hikmah ada sepuluh bagian, sembilan di antaranya dalam diam terha dap apa yang tak berguna, dan yang kesepuluh terletak dalam uzlah dari manusia.

Berkaitan dengan yang terakhir, kebanyakan orang menyesal karena bicara, tetapi sedikit orang yang menyesal sebab diam.

Demikian pula ada yang mengatakan, khalwat adalah asal dan bergaul dengan orang lain (khalatah) merupakan hal baru. Maka, seseorang yang menekuni khalwat berarti ia berpegang kepada asal, dan tidak bergaul kecuali secukupnya. Kalau pun bergaul, ia selalu diam karena diam adalah asal.

Jika ada orang bersih dari zamanku itulah yang dicari lantas, di manakah satu orang itu

Ada yang berkata, “Khalwat itu dengan hati sehingga ia tenggelam sepenuhnya bersama Allah swt. Hatinya iktikaf, terpesona, dan rindu kepada-Nya, seraya meyakini seakanakan Dia hadir di hadapannya.” Seseorang mengatakan bahwa prinsip pertama bagi salik hendaknya ia memperbanyak zikir dengan hati dan lidah, hingga zikir itu mengalir ke seluruh tubuh dan otot-ototnya.

Lalu, zikir itu beralih ke hatinya. Saat itulah lidahnya diam dan hatinya tetap berzikir dengan mengucapkan “Allah… Allah” dalam hati tanpa melihat zikirnya. Kemudian, hatinya diam dan tetap melihat apa yangia cari. Ia tenggelam dan iktikaf kepada-Nya, terpesona dan menyaksikan-Nya. Lantas hilang dari dirinya karena menyaksikan-Nya. Ia Fana’ dari keseluruhan dirinya karena totalitas-Nya, hingga seolah-olah ia di hadapan-Nya, sebagaimana firman Allah,

“Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini? Kepunyaan Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.” (QS. Ghafir (40): 16)

Ketika itu, Allah ber-tajalli menuju hatinya hingga ia bergetar dan terpesona. Mengalami kemabukan dan kehadiran (hudhur), menghormati dan mengagungkan. Hatinya tak lagi bisa menampung selain tujuannya yang paling agung, seperti dikatakan, “Orang-orang yang sampai pada puncak kehadiran (ahlul hudhur) tak membutuhkan selain kesaksian-Nya.” Allah swt. berfirman,

“Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.” (QS. al-Buruj (85): 3)

Berkaitan dengan firman ini, ada yang mengatakan bahwa yang menyaksikan adalah Allah, dan yang disaksikan merupakan pantulan keindahan kehadiran Allah sebagai puncak bergantungnya segala sesuatu (Hadhrah Shamadiyyah). Jadi, Dialah yang menyaksikan dan yang disaksikan. 

Duhai kekasihku, tutuplah kedua pelupuk matamu, dan saksikanlah apa yang kaulihat. Jika engkau berkata “Ketika itu aku tak bisa melihat”, maka hal itu menjadi salah sebab kau melihat dengan mata. Namun, gelapnya wujud yang begitu dekat dengan mata hatimu tidak kauketahui. Jika kauingin melihat dan menyaksikannya di depanmu, sementara kedua pelupuk matamu tertutup, kurangilah sedikit wujudmu, atau jauhilah wujudmu. Sedangkan cara untuk sedikit menqurangi dan menjauhinya dengan mujahadah.

Makna mujahadah yaitu mengerahkan upaya untuk mengusir yang lain, wujud, nafsu, dan setan. Sementara mengerahkan usaha itu ditentukan dengan cara-cara berikut:

Pertama, menqurangi makanan secara bertahap. Halini dikarenakan kekuatan wujud, nafsu, dan setan, berasal dari makanan sehingga bila makanan dikurangi, berkuranglah kekuatan mereka.

Kedua, meninggalkan dan meleburkan pilihan di dalam pilihan guru yang tepercaya supaya ia memilihkan sesuatu yang lebih maslahat. Hal ini dikarenakan murid ibarat bocah yang belum mencapai perolehan orang dewasa, atau orang bodoh yang boros. Keduanya harus memiliki washi, wali, gadhi, atau penguasa yang mengatur urusan mereka.

Ketiga, cara berikutnya seperti cara al-Junaid ra., yaitu dengan delapan syarat: Melanggengkan wudhu, melestarikan puasa: membakakan diam, melanggengkan khalwat: meneruskan zikir “La ilaha illa Allah”, melanggengkan hubungan hati dengan guru dan memanfaatkan ilmu darinya dengan meleburkan perbuatan dalam tindakan guru, menetapkan penafian pemikiran, mengekalkan untuk tidak membantah Allah dalam segala hal yang datang dari-Nya, baik bahaya maupun manfaat, dan meninggalkan permintaan surga atau berlindung dari neraka kepada-Nya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker