Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Raudhatut Thalibin Karya Imam Ghazali

Bagian Kedua Puluh Empat: Makna Tobat dan Buahnya: Lari, Kembali, dan Rendah Hati

HAKIKAT TOBAT ADALAH kembali dari maksiat menuju taat, dari jalan yang jauh menuju jalan yang dekat, serta mengatur ilmu, hal, dan amal, begitu juga dalam pengaturan pada setiap maqam. Ilmu merupakan salah satu pengikat keimanan kepada Allah swt. Sementara itu, hal adalah perasaan yang lahir dari tobat, dan amal yaitu perbuatan-perbuatan yang lahir dari perasaan di dalam hati dan anggota tubuh.

Tobat didahului dua kewajiban. Pertama, memastikan bahwa dosa yang ditinggalkan benar-benar dosa. Kedua, tidak menganggap bahwa tobat itu semata-mata karena dirinya sendiri. Sebab, Allahlah yang menciptakan tobat itu di dalam dirinya dan memudahkannya untuk bertobat.

Kesadaran bahwa Allahlah yang membuatnya bertobat ini termasuk bentuk keimanan kepada Allah, karena erat kaitannya dengan kuasa Allah. Selain itu, juga berkaitan erat dengan kabar-kabar dari Allah.

Rukun tobat ada empat: mengetahui, menyesal, bertekad, dan meninggalkan. Adapun batasan penyesalan yang wajib, yaitu penyesalan yang mendorong untuk meninggalkan dosa. Sementara hakikat berlari artinya meninggalkan maksiat menuju taat.

Inilah lari yang wajib dan didasarkan atas fondasi keimanan. Artinya, kembalinya hamba dari kesibukan-kesibukan yang melalaikan Allah, dan dari kebaikan menuju yang lebih baik. Ini juga merupakan tobat dan kembali, serta menjadi syarat kebahagiaan di akhirat. Demikianlah lari yang wajib yang didasarkan atas kesempurnaan iman. Tiada akhir bagi derajat dan tingkatan tobat.

Selain dikenal dengan tobat, kondisi di atas juga disebut sebagai inabah (kembali) karena hakekatnya adalah kembali kepada Allah secara berulang-ulang, meski tanpa didahului dosa. Dengan begitu, tobat adalah menyesali setiap dosa, bukan tanpa dosa. Terakhir, tawadhu dalam konteks ini berarti tunduk dan patuh pada kebenaran secara mudah. Allah Mahatahu.

Bagian Kedua Puluh Lima : Sabar dan Buahnya: Riyadhah dan Tahdzib

ILMU SABAR YAITU membenarkan segala yang disampaikan Allah kepada kita perihal permusuhan nafsu, setan, syahwat, akal, makrifat, dan malaikat yang mengilhamkan kebaikan serta peperangan yang terjadi di antara mereka secara abadi.

Barang siapa menundukkan pasukan setan dan menolong tentara Allah, ia dimasukkan ke dalam surga-Nya. Demikian ini hukumnya wajib karena menjadi bagian dari keimanan kepada Allah swt.

Adapun ahwal yang tumbuh dari keimanan ini dapat diartikan sebagai teguhnya motivasi agama melawan bisikan hawa nafsu. Kadar wajib dari sabar yaitu mendukungnya dengan janji dan ancaman sehingga tentara Allah mampu mengalahkan pasukan setan. Dan ingatlah, tentara Allahlah pemenangnya.

Riyadhah berarti melatih nafsu untuk melakukan kebaikan. Membawanya dari yang ringan menuju yang berat seCara lembut dan bertahap, hingga nafsu ini naik mencapai Suatu keadaan, yang mana amal yang berat menjadi ringan dan mudah baginya.

Sementara itu, tahdzib artinya menguji nafsu serta memilih ahwal berkaitan dengan pengakuan terhadap maqam-maqam, apakah ia jujur atau dusta. Dan tanda lurusnya magam sabar ialah ketika ia mampu menghadirkan amalan-amalan secara mudah, tanpa rintangan maupun hambatan. Allahlah Pemberi pertolongan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker