Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Raudhatut Thalibin Karya Imam Ghazali

Menurut para ulama, kebalikan angan-angan ini adalah niat yang baik. Sebab orang yang memiliki niat yang baik tak akan berangan-angan, dan niat yang baik menjadi prinsip paling dasar. Mereka pun telah menyebutkan batasan niat yang baik yang mencakup dan sempurna.

la merupakan kehendak untuk melakukan amal. Kehendak ini dihadirkan sebelum melakukan semua amal lain secara pasti, disertai keinginan menyempurnakannya dengan pasrah dan pengecualian.

Jika ditanyakan, “Mengapa diperbolehkan memastikan pada permulaan, dan wajib pasrah dan mengecualikan saat penyempurnaan?” Jawabannya, “Karena tidak ada bahaya pada permulaan. Ia adalah kondisi permulaan, dan bukan sesuatu yang jauh darimu.

Sedangkan saat penyempurnaan, pasti ada bahaya karena terjadi dalam waktu yang berjarak. Jadi, pada tahap penyempurnaan terdapat dua bahaya, bahaya wushul (pencapaian) karena engkau tidak tahu, apakah ini mengandung kebaikan untukmu atau tidak, bahaya jika engkau mencapai kehendak dengan syarat-syarat semacam ini, yang berartj niat terpuji di luar aturan dan penyakit angan-angan. Dan Allah Mahatahu.

Ketahuilah, benteng untuk memotong angan-angan itu dengan mengingat serangan dan kedatangan maut tanpa disadari atau mendadak. Maka, pergunakanlah ungkapan ini guna menjaga diri karena ia sangat dibutuhkan, dan hindarilah desas-desus yang tak bermakna. Dan, Allahlah Sang Pemberi pertolongan. Sedangkan tergesa-gesa dan terburu-buru termasuk perilaku yang menghilangkan tujuan dan menjerumuskan ke dalam jurang kemaksiatan.

Pahamilah, fondasi dan kendali ibadah adalah sikap wara’. Sedangkan fondasi wara’ yaitu melihat segala sesuatu secara mendalam serta meniti semua hal baik makanan, minuman, pakaian, ucapan, maupun perbuatan secara seksama. Jika seseorang tergesa-gesa, tidak pelan-pelan dalam memastikan dan memperjelas masalah maka ia tak akan mampu berpikir maupun berhati-hati dalam segala urusan.

Seperti, jika ia memaksakan kehendak dan tergesa-gesa dalam mendapatkan setiap makanan, ia akan terjerumus ke dalam makanan haram dan subhat. Jika ia tergesa-gesa dalam berbicara maka ia berpeluang besar terjerumus dalam kesalahan. Demikian pula seluruh perkara yang kehilangan nilai-nilai wira’i. Tidak ada kebaikan dalam ibadah tanpa sikap wara’ sehingga seorang hamba wajib bersungguhsungguh untuk menghilangkan penyakit ini. Dan, Allahlah Pemberi Pertolongan.

Adapun batasan tergesa-gesa ada pada pikiran yang masuk ke dalam hati, lalu mendorongnya untuk berbuat sesuatu sejak pertama tebersit, tanpa berpikir. Sebaliknya, pelan-pelan adalah pikiran yang masuk ke dalam hati, lalu | mengajaknya berhati-hati dalam segala hal sekaligus mengikuti dan melakukannya.

| Sementara itu, berpikir (tawagguf) adalah kebalikan dari gegabah (a’asuf). Perbedaannya, berpikir itu terjadi sebejum melakukan pekerjaan sehingga bisa memenuhi hak setiap bagiannya. Sedangkan dengki merupakan perangai gang merusak ketaatan dan memicu tindakan kesalahan.

Perilaku ini juga melahirkan kelelahan dan perhatian terhadap hal-hal yang tak berguna, yang disertai dengan dosa, bahkan mengakibatkan butanya hati. Cukuplah kesesatan dan kerugian bagi pendengki. Ia menjadi musuh bagi nikmat Allah karena menentang kehendak-Nya dan membenci keputusan-Nya.

Selanjutnya, batasan dengki adalah menginginkan hilangnya nikmat Allah dari saudaramu sesama muslim yang mengandung kebaikan untuknya. Jika engkau tidak menghendaki hilangnya nikmat tersebut, tetapi menginginkan nikmat yang sama untuk dirimu maka hal itu disebut harapan atau keinginan seperti orang lain (ghibthah).

Bila nikmat itu tidak mengandung kebaikan bagi saudaramu, lalu engkau menghendaki agar hilang darinya, hal itu disebut cemburu. Inilah perbedaan antara ketiga perilaku tersebut.

Kebalikan dengki adalah nasihat, yaitu menginginkan langgengnya nikmat Allah pada saudaramu sesama muslim yang berguna baginya. Jika perkaranya tidak jelas, janganlah kau mengharapkan hilangnya nikmat tersebut, dan jangan pula menginginkan keabadiannya dari saudaramu sesama muslim. Akan tetapi, serahkanlah semuanya kepada Allah agar engkau terhindar dari dengki serta memperoleh manfaat nasihat.

Sementara benteng nasihat yang mampu mencegah kedengkian adalah dengan mengingat perintah Allah untuk menjaga persaudaraan sesama muslim. Benteng dari benteng ini mengingatkan kewajiban untuk senan, tiasa mengagungkan Allah, meninggikan derajat-Nya, mengingat karamah-karamah yang dianugerahkan Allah di akhirat kelak, serta maslahat-maslahat agama maupun dunia, baik di dunia maupun di akhirat. Dan, Allah swt. Pemberi Pertolongan.

“ORANG YANG MEMILIKI NIAT YANG BAIK TAK AKAN BERANGAN-ANGAN, DAN NIAT YANG BAIK MENJADI PRINSIP PALING DASAR.”

Selain itu, sombong (takabbur) juga termasuk perilaku yang benar-benar merusak. Bukankah engkau telah mendengar firman Allah swt. perihal Iblis, “Ia (Iblis) enggan dan takabur dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir” (QS. al-Bagarah (2): 34)

Dengan ungkapan lain, sikap sombong merupakan pikiran untuk meninggikan dan mengagungkan diri sendiri, serta menuruti perilaku yang menafikan sikap rendah hati (tawadhw). Kedua sikap ini, baik takabbur maupun tawadhu’ itu ada yang umum dan khusus. Tawadhu’ yang umum yaitu mencukupkan diri dengan pakaian, rumah, dan lainlain yang sederhana. Sebaliknya, sikap sombong adalah bermewah-mewahan dalam berpakaian, rumah, dan lain sebagainya. Demikian inilah kemaksiatan besar.

Maka dari itu, kenalilah benteng tawadhu’ yang umum. Selayaknya engkau mengingat titik berangkat dan titik ujungmu, serta berbagai macam penyakit dan kotoran yang sedang kaualami saat ini. Sementara benteng tawadhu Khusus dengan mengingat hukuman yang adil dari Allah swt. Kesemuanya ini sudah mencukupi bagi orang-orang yang mampu melihat. Allahlah Maha Pemberi Pertolongan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker