Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Raudhatut Thalibin Karya Imam Ghazali

Bagian Ketiga Belas: Meyakini dan Berpegang “Teguh kepada Akidah yang Benar ”

KEYAKINAN BERARTI MENGIKAT gambaran ilmu atau dugaan dalam hati tentang hal-hal gaib. Dan ilmu merupakan keyakinan yang pasti, kokoh, dan sesuai dengan kenyataan.

Seorang pembesar ulama berkata, “Ilmu adalah cahaya. Jika ia turun ke dalam hati, sinarnya menembus ke dalam sesuatu yang diketahui, lalu melekat padanya sebagaimana sinar mata melekat pada sesuatu yang dilihatnya.

Keyakinan yang benar adalah keyakinan yang tidak mengandung penegasian (ta thil), pengingkaran (ilhad), penyerupaan (tasybih): penyamaan dengan materi (tajsim), pertanyaan bagaimana (takyif), kekurangan, penitisan Tuhan ke dalam makhluk atau benda (hulul), penyatuan (ittihad), kebolehan (ibahah), dan lain-lain. Keyakinan tersebut juga harus disertai penyucian, keagungan, dan kebesaran, sebagaimana dialami para sahabat ra. Dan dalil keyakinan yang benar yaitu Kitab, Sunah, dan ijmak ulama.”

Kemudian ia berkata, “Seorang hamba harus mengetahui bahwa Allah swt. itu Satu dan Esa, Sendiri, serta menjadi tempat bergantung dalam Dzat dan sifat-sifat-Nya. Tak ada yang menyerupai dalam Dzat-Nya, dan tidak ada duanya dalam sifat-sifat-Nya, tidak memiliki sekutu dalam kerajaan-Nya, tidak ada sesuatu yang baru pada sifat-sifatNya: tidak mengalami sirna, tidak ada permulaan bagi kemendahuluannya, tidak ada akhir bagi keabadiannya:

wujud-Nya abadi tanpa akhir, Maha Memelihara semua maujud, tidak pernah berhenti, tetap, dan selalu memiliki sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan, tak ada akhir bagi kesombongan-Nyaj, dan tidak ada akhir bagi keagungan dan kebesaran-Nya.

“DIA MAHADEKAT DENGAN SEGALA WUJUD, DAN LEBIH DEKAT KEPADA HAMBA DARIPADA URAT LEHER.”

Dia bukanlah materi, jasmani, ruh, ruhani, bukan pula substansi yang terbatas, dan tidak dihinggapi oleh substansi-substansi. Akan tetapi, Dia adalah Pencipta segala sesuatu, Maha Esa, tempat bergantung, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya, suci dari gerak, berpindah, arah, dan tempat.

Dia Mahadekat dengan segala wujud, dan lebih dekat kepada hamba daripada urat leher. Kedekatan-Nya dengan makhluk tidak seperti kedekatan makhluk satu sama lain, tetapi kedekatan yang layak bagi Allah swt.

Al-Junaid ra. ditanya tentang makna kedekatan, ia menjawab, “Kedekatan bukan dalam pengertian menempel, dan jauh bukan terpisah. Kedekatan dan kebersamaan-Nya tidak bisa digambarkan. Sebagaimana tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya, kedekatan dan kebersamaanNya tidak seperti kebersamaan dan kedekatan seseorang. Allah swt. itu ada, dan tidak ada sesuatu pun bersama-Nya. Sekarang, Dia sebagaimana ada-Nya.”

Ketahuilah, barang siapa menafsirkan kata “istawa di atas Arsy” berdasarkan makna kata lahiriah, yaitu “istiqrar (tenang) di puncak ‘Arys,” berarti ia telah berpegang kepada tajsim. Jika ia ragu akan hal ini, maka ia juga termasuk orang yang merancang tajsim.

Dan bila ia memastikan kemustahilan (Allah) diam di atas Arsy, itu sama halnya telah menakwilkan kata-kata lahiriah, dan merupakan keyakinan orang-orang yang benar. Demikian pula orang yang mengartikan “nuzul” menurut apa yang ditunjukkan oleh kata-kata lahiriahnya, yaitu gerak dan berpindah, berarti ia juga berpegang pada tajsim. Apabila ia memastikan kemustahilan gerak dan berpindah, maka ia telah menakwilkannya, dan inilah keyakinan orang-orang yang benar.

Pahamilah, menolak untuk menakwilkan ayat-ayat mutasyabihat karena takut terjerumus ke dalam keyakinan terlarang, membawa kepada keraguan dan prasangka, serta menyebabkan orang-orang awam terpeleset, memasukkan syubhat ke dalam dasar-dasar agama, membawa beberapa ayat-ayat Allah untuk meluntarkan berbagai prasangka, maka, segala puji bagi Allah, inilah akidah yang selamat dan benar.

Demikian ini diikuti oleh orang yang memiliki hati yang sehat. Ia terhindar dari bidah, penyimpangan, godaan setan, dan bisikan nafsu. Dihiasi oleh takwa, ditopang dengan hidayah, dipoles sikap wira’i, dan diberi makan dengan zikir. Dan Allah Mahatahu.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker