Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Raudhatut Thalibin Karya Imam Ghazali

Bagian Ketujuh Belas: Mengenali Macam-macam Bisikan, Memerangi Setan, serta Rancangan untuk Menolak Kejahajannya

MINTALAH PERLINDUNGAN KEPADA Allah dari setan, lalu perangilah. Pertama, sebaiknya engkau mengenali jebakanjebakan, rekayasa, dan tipu daya setan. Kedua, selayaknya engkau meremehkan seruannya, dan jangan menggantungkan hati kepadanya. Ketiga, melanggengkan zikrullah dengan hati dan lisan karena zikir di lambung setan itu seperti gerayap dalam lambung manusia.

Adapun untuk mengenali jebakan-jebakan setan dengan mengetahui bisikan dan macam-macamnya. Sementara untuk mengetahui macam-macam bisikan, ketahuilah bahwa bisikan merupakan jejak-jejak yang muncul dalam hati seorang hamba, lalu mendorongnya untuk bertindak atau meninggalkannya. Semua itu terjadi di dalam hati dari Allah karena Dia adalah pencipta segala sesuatu.

Bisikan-bisikan itu ada empat macam: 1) diciptakan oleh Allah swt. dalam hati hamba sejak semula (tanpa sebab), atau disebut bisikan saja (khatir): 2) diciptakan sesuai tabiat manusia, atau disebut nafsu, 3) diciptakan mengikuti ajakan setan yang dinisbatkan kepadanya, dan disebut bisikan (waswas), 4) diciptakan oleh Allah swt., dan dikenal dengan ilham.

Ketahuilah, sejak awal bisikan yang berasal dari Allah itu ada yang baik sebagai penghormatan dan penegasan hujjah, dan adakalanya keburukan sebagai ujian. Bisikan yang berasal dari pemberi ilham itu hanya berupa kebaikan karena Dia adalah pemberi nasihat dan pembimbing yang tidak mengirim utusan kecuali untuk itu.

Sebaliknya, bisikan dari setan hanya berupa keburukan yang menyesatkan, dan mungkin berupa kebaikan dalam bentuk tipu daya dan istidraj. Sedangkan bisikan yang berasal dari hawa nafsu hanya berupa keburukan, dan kadangkala berbentuk kebaikan tetapi bukan untuk kebaikan itu sendiri.

Maka dari itu, engkau memerlukan tiga kategori:

Kategori pertama, para ulama mengatakan, jika kauingin mengetahui bisikan baik atau buruk dan membedakan keduanya, timbanglah dengan tiga macam timbangan. Dengan begitu, niscaya keduanya akan terlihat olehmu.

Pertama-tama, bandingkanlah dengan syariat. Jika sesuai maka hal itu baik. Bila berlawanan, baik berupa keringanan atau kekaburan, berarti ia buruk. Namun, bila dengan timbangan ini belum jelas, bandingkanlah dengan teladan orang-orang saleh.

Sekiranya ada teladan pada mereka, itu berarti kebaikan, jika tidak, hal itu merupakan keburukan. Apabila dengan timbangan ini masih belum jelas, bandingkanlah dengan hawa dan nafsu. Jika secara alami bisikan itu termasuk sesuatu yang digandrungi oleh nafsu, tidak sesuai harapan kepada Allah, berarti itu keburukan.

Kategori kedua, apabila engkau hendak membedakan antara bisikan buruk dari setan, nafsu, ataukah dari Allah maka lihatlah dari tiga sisi, (1) jika ternyata ini tetap, teratur, dan terancang dalam satu keadaan, ia berasal dari Allah atau dari hawa nafsu. Bila ternyata kacau dan tak teratur, hal itu berasal dari setan: (2) bila ternyata engkau menemukannya setelah melakukan dosa, berarti itu berasal dari Allah sebagai hukuman. Dan, jika tidak terjadi setelah engkau melakukan dosa maka itu dari setan, (3) Ketika ternyata ia tidak melemah, berkurang, dan tidak hilang karena zikir kepada Allah maka ia berasal dari hawa nafsu. Sebaliknya, jika melemah sebab zikir maka ia berasal dari setan.

“SEMANGAT ADALAH RINGANNYA SESEORANG UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN, TANPA MELIHAT DAN MENGINGAT PAHALA YANG DIHASILKAN.”

Kategori ketiga, jika engkau ingin membedakan antara bisikan baik dari Allah atau dari malaikat, lihatlah dari tiga sisi:

  1. Jika tetap dalam satu keadaan maka ia berasal dari Allah swt. Dan bila tidak tetap, ia berasal dari malaikat karena ja adalah penasihat.
  1. Apabila itu terjadi setelah upaya dan ketaatan yang kaulakukan, berarti berasal dari Allah. Jika tidak, berartiia berasal dari malaikat.
  1. Sekiranya bisikan itu berhubungan dengan dasar-dasar keyakinan (ushul) dan amalan-amalan batin, ia berasal dari Allah swt. Jika berhubungan dengan cabang-cabangnya (furu) dan amalan-amalan lahir, biasanya berasal dari malaikat. Karena menurut sebagian ulama malaikat tidak memiliki jalan untuk mengetahui batin hamba. Adapun bisikan baik yang berasal dari setan merupakan bentuk penggiringan (istidraj) menuju keburukan yang melebihi kebaikan itu sendiri. Karena itu, perhatikanlah, Jika engkau melihat dirimu dalam mengerjakan perbuatan yang tebersit dalam pikiran itu dengan semangat, bukan karena takut: dengan tergesa-gesa, tidak dengan tenang: dengan rasa tenang, bukan merasa takut, tanpa melihat dampaknya, tidak dengan sadar, ketahuilah, bisikan itu berasal dari setan maka jauhilah. Dan, ketika kaulihat dirimu dalam kebalikan itu semua, ketahuilah bahwa bisikan itu berasal dari Allah atau dari malaikat.

Aku katakan, “Semangat adalah ringannya seseorang untuk melakukan perbuatan, tanpa melihat dan mengingat pahala yang dihasilkan. Adapun pelan-pelan (taanni) merupakan perbuatan terpuji, kecuali pada kasus-kasus tertentu. Sedangkan takut (khauf) itu untuk menyempurnakan dan menunaikan perbuatan seperti seharusnya, dan supaya Allah swt. menerimanya.

Sementara itu, berkaitan dengan akibat yang membahayakan, selayaknya engkau melihat dan memastikan bahwa perbuatan itu benar dan baik. Atau bisa juga dengan melihat dan mengharapkan pahala di hari kemudian. Inilah tiga kategori yang harus kauketahui.

Maka dari itu, camkan! Karena ketiganya merupakan bagian dari ilmu-ilmu yang halus dan rahasia yang mulia dalam persoalan ini. Hanya kepada Allah kami meminta pertolongan, Dialah pemilik hidayah.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker