Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Adabun Nufus Karya Al Muhasibi

22 Tanda-tanda …

Jika manusia menyangka bahwa dirimu mengerjakan suatu amal kebaikan padahal engkau tidak pernah mengerjakannya, atau engkau pernah mengerjakan suatu amal kebajikan dan mereka menyangka bahwa engkau mengerjakan lebih dari itu, kemudian engkau menolak jika mereka menilik hakikat amalmu, berarti engkau termasuk orang yang senang dipuji karena sesuatu yang tidak pernah dikerjakan.

Jika engkau ingin mereka melihat amalmu, maka engkau termasuk orang yang senang dipuji karena sesuatu yang telah engkau kerjakan.

Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai seluruh yang dicintai Allah. Tanda takut kepada Allah adalah meninggalkan seluruh yang dibenci Allah.

Tanda malu kepada Allah adalah tidak melupakan bahwa dirimu akan kembali kepada Allah dan bahwa engkau diawasi-Nya pada seluruh permasalahanmu sesuai dengan kadar kedekatanmu dengan-Nya.

Di antara tanda prasangka baik kepada Allah ada. lah kesungguhan ijtihad dalam menaati Allah. Tanda pemberi nasihat kepada jalan Allah adalah penerimaan yang sungguh- sungguh atas-Nya, pemahaman kitab-Nya, melaksanakan ajarannya, mengikuti sunnah Nabi-Nya, serta senang jika Allah ditaati dan tak didurhakai dan senang jika Allah selalu diingat dan tak dilupakan.

Tanda pemberi nasihat untuk manusia adalah jika engkau mencintai dari mereka suatu ketaatan yang engkau juga cintai bagi dirimu sendiri dan membenci dari mereka suatu kemaksiatan yang engkau juga benci bagi dirimu sendiri.

Tanda kesabaran adalah jika engkau tidak mengeluh sedikit pun karena seluruh musibah yang menimpa kepada salah satu makhluk Tuhan. Kesabaran itu terdiri dari kesabaran dalam menunaikan ketaatan, kesabaran dalam menjauhi maksiat, kesabaran dalam menyembunyikan musibah—yang merupakan simpanan kebajikan—dan kesabaran dalam menyembunyikan ketaatan. Sedangkan pengertian kesabaran itu sendiri adalah menahan diri dari semua itu.

Di antara tanda rida terhadap Allah adalah rida terhadap keputusan-Nya, yaitu ketenangan hati akan hukum-hukum Allah, penyerahan diri kepada-Nya sebelum rida, dan rida setelah penyerahan diri.’

Di antara tanda harapan yang sejati adalah permohonan yang sungguh-sungguh, kesungguhan, dan keseriusan untuk mendapatkan apa yang diharapkan.

Di antara tanda pengetahuan tentang diri adalah selalu berprasangka buruk terhadapnya.? Dan, di antara tanda syukur adalah mengetahui nikmat dengan hati bahwa nikmat itu berasal dari Allah, bukan dari yang lain, selalu memuji atas nikmat-Nya dengan lisan, dan tidak memanfaatkan nikmat itu untuk sesuatu yang dibenci Sang Pemberi nikmat.

Apa legitimasi pengetahuanku ini?

Mengasah kecakapan dalam hal itu. Di antara tanda pengetahuan tentang dunia adalah meninggalkannya, bersikap zuhud di dalamnya, bersikap keras terhadapnya dan terhadap orang-orang yang bersandar kepadanya, mencintainya, mementingkannya, serta mengagungkan nilainya.

Di antara tanda makrifat akhirat adalah sangat cinta kepadanya, selalu merindukannya, bersikap mesra dengan banyak mengingatnya, dan menyayangj orang-orang yang secara jujur bekerja untuk akhirat.

Di antara tanda keberakalan adalah pengaturan yang baik, penempatan sesuatu sesuai tempatnya, dalam ucapan maupun perbuatan. Bentuk pembenaran untuk hal itu adalah mengedepankan yang lebih banyak atas yang lebih sedikit.

Di antara tanda keadilan adalah jika engkau tidak memiliki standar ganda, lalu engkau mengadili dirimu dengan hukum yang satu dan mengadili orang lain dengan hukum yang lain. Sehingga, hukum yang berlaku untuk dirimu sama dengan yang berlaku untuk orang lain dan engkau mengukur orang-orang dengan dirimu sendiri.

Di antara kerendahan hati adalah jika engkau menyeru seseorang menuju kebenaran, menerimanya, dan tidak menolaknya. Engkau tidak melihat kaum muslim kecuali engkau melihat dirimu berada di bawahnya.

Dalam hal pengetahuan mengenai pengutamaan (pemrioritasan, al-itsdr), rida, syukur, cinta, keterpercayaan, ketakutan, keyakinan, dan kesabaran, manusia itu bertingkat- tingkat. Derajat terendah yang dapat dicapai manusia adalah kesabaran dan derajat tertinggi yang mereka capai adalah keyakinan.

Di antara tanda akhlak yang bagus adalah menahan cobaan di jalan Allah, menyembunyikan   kemarahan,   banyak   sepakat   dengan   ahli   kebenaran   di   atas

kebenaran, selalu memaafkan, dan menjauhi kenistaan. Di antara tanda akhlak yang tidak baik adalah banyak berselisih pendapat dan tidak mampu menahan diri.

Di antara tanda kelembutan adalah ketidaksukaan terhadap perbedaan pendapat dan melaksanakan hal yang makruf. Dan, tanda kejujuran adalah iradat terhadap Allah dengan perbuatan dan perkataan, meninggalkan sifat berhias diri dan senang dengan balasan makhluk, dan kejujuran dalam berlogika.

Kehidupan yang paling baik adalah kepuasan (qanaah). Sedangkan ilmu (yang paling baik) adalah ketakutan kepada Allah, yakni mementingkan akhirat ketimbang dunia dan mengetahui jalan menuju Allah.

Kesalehan hati adalah kasih sayang dan kelembutan. Kerusakan hati adalah kasar dan kerasnya sikap.

Kehidupan yang paling nikmat adalah intim dengan Allah. Dan, keintiman adalah bersatunya tekad. Keburukan paling buruk yang tidak mengandung kebaikan sama sekali dan tak ada sedikit pun sendi kebaikan bersamanya adalah kesombongan. Kebaikan paling baik yang tidak mengandung keburukan adalah kerendahan hati, yaitu senantiasa meletakkan diri sendiri di bawah manusia. Kesombongan adalah meninggikan diri sendiri di atas manusia. Dan, tidak ada kebaikan pada manusia yang lebih utama dari kerendahan hati.

Keteguhan hati adalah menjauhkan diri dari setiap tempat yang mengandung ujian.“

Kesabaran berbeda dengan cinta. Tidak sulit melakukan ibadah dengan kekuatan kesabaran sehingga meningkat dari tingkat kesabaran menuju ke tingkat ketakutan, kemudian dari tingkat ketakutan menuju ke tingkat cinta.

Sebagaimana perkara dunia yang diberikan kepada seorang hamba tidak akan baik kecuali ia siKapi dengan qanaah, begitu pula perkara akhirat tidak akan baik bagi dirinya

kecuali ia sikapi dengan ketakutan dan cinta. Jika manusia sudah mencapai derajat tersebut, maka beban kesabaran akan hilang dari dirinya dan ia akan menikmati ketakutan dan kerinduan.

MAWAS:

Tanda muraqabah (mawas diri) adalah memilih apa yang dipilih oleh Allah, menganggap besar apa yang dipandang besar oleh-Nya, dan menganggap remeh apa yang dipandang-Nya remeh. (Dza al-Ndan al-Mishri).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker