Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Adabun Nufus Karya Al Muhasibi

13 Pengetahuan dan Sarana Beramal

Tidakkah engkau takut bahwa pengetahuan ini akan hujah atasmu? Menyibukkan diri dengan menggambarkan pengetahuan adalah tipu daya dari setan, suatu pemalingan akan manfaatnya?

Ambillah sebuah persamaan dari orang yang melukiskan pengetahuan (makrifat) dari kebaikan-kebaikannya dan seorang pelempar yang tidak salah sasaran, sesuai seperti yang ia inginkan. Merasa aman (dengan hal ini) diharamkan, sedangkan ketakutan diwajibkan atas orang yang beriman kepada Allah, hari kiamat, serta janji dan ancaman.

Aku sudah tahu bahwa tujuan ke esensi cinta dan perhatian kepadanya lebih tepat bagi pelakunya dan lebih bermanfaat baginya dengan melukiskan cinta, karena mencari esensi manfaat tidak sama dengan mencari lukisan manfaat. Sedangkan aku hanya sibuk melukiskannya secara terpaksa di mana aku melihat diriku justru keluar dari keduanya. Karena itu, aku memperhatikan pengetahuan tentang lukisan manfaat dan petunjuk kepadanya, dengan harapan aku dapat menuju esensi manfaat dan petunjuk kepadanya.® Allah adalah tempat memohon pertolongan atas apa yang kita katakan dan yang kita rahasiakan.

Ringkasan Makrifat

Sesungguhnya manusia itu berada di antara sembilan ketakutan. Pertama, ia takut, berdoa, dan tunduk kepada Allah agar Allah tidak mengenyahkannya—secara zalim dan memusuhi—kepada kebaikan-kebaikan yang ia banggakan di hadapan orang lain.

Kedua, ia takut untuk mengkufuri nikmat-nikmat dan dikalahkan oleh arogansi sehingga tak sempat mensyukurinya.

Ketiga, takut akan—secara berangsur-angsur—menyalahgunakan (istidraj) nikmat- nikmat (yang diterimanya).

Keempat, takut kepada Allah jika esok ia diperlihatkan Allah sesuatu yang tidak pernah ia perkirakan, dalam ketaatan-ketaatan yang pahalanya ia harapkan dan tak pernah ia anggap sebagai dosa.

Kelima, (takut akan) dosa-dosa yang pernah ia kerjakan dan ia ketahui secara pasti terjadi dalam urusan-urusan antara dirinya dan Allah.

Keenam, konsekuensi dan tanggung jawab manusia pada dirinya. Ketujuh, ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada sisa usianya.

Kedelapan, takut terhadap siksaan dunia dan keterlambatan mengantisipasinya.

Kesembilan, takut terhadap ilmu Allah tentang dirinya dan tentang salah satu dari dua alam di mana namanya ditetapkan dalam Umm al-Kitab.

Karena itu, takutlah kepada dosa-dosa sebab kesialannya sudah dekat dan kegelapannya sangat pekat. Hati-hatilah terhadap kebaikan-kebaikan yang menjauhkan dirimu dari jalan yang ditempuh kaum saleh. Betapa mudahnya pembaca Alquran yang

ahli ibadah tanpa makrifat untuk sombong kepada hamba-hamba Allah dan menganugerahi Allah kebaikan-kebaikan yang seandainya ia dibalikkan kepada kebaikan-kebaikan itu niscaya hancurlah ia. Pun betapa mudahnya ia menuntut kepatuhan, pengagungan, penghormatan, dan pemuliaan dari orang-orang lain; hal-hal yang sebenarnya adalah hak Allah.

Pembaca Alquran yang bukan fakih tidak dapat dijamin bahwa ia tidak akan berbuat buruk kepada orang lain dan meminta untuk diakui sebagai orang yang berbuat baik dan memberi orang lain sesuatu yang sebetulnya diinginkan Allah darinya.

Sesungguhnya Allah menginginkan dirinya berhias diri untuk-Nya, beribadah kepada- Nya, dan mengikhlaskan segala amal untuk-Nya, tetapi ia memberikan tugas itu kepada makhluk.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker