Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Adabun Nufus Karya Al Muhasibi

3 Antara Lidah dan Hati

Bahaya Lisan

Saudaraku, sangsikanlah jiwamu. Dendangkanlah tuduhanmu kepada musuh bebuyutanmu.

Saudaraku, takutlah kepada lidahmu melebihi takutmu kepada hewan buas yang berbahaya dan bisa memangsamu. Karena, sesungguhnya korban yang dimangsa hewan buas termasuk ahli iman yang dibalas dengan surga, sedangkan korban lidah akan dibalas dengan neraka kecuali jika Allah mengampuni.

Oleh karena itu, janganlah lengah soal lidah sebab ia bagaikan seekor hewan buas berbahaya yang mangsa pertamanya adalah pemiliknya sendiri. Tutuplah pintu omonganmu sekuat-kuatnya. Kemudian jangan membukanya kecuali jika harus membukanya. Jika engkau  membukanya, maka hati-hatilah. Ambillah  kebutuhanmu untuk berbicara sekadarnya saja dan tutuplah (lagi) pintu (lisan) itu.

Janganlah lengah dalam hal ini. Jangan pula berlebihan dalam berbicara. Jika engkau berlebihan dalam berbicara, itu sama saja dengan merusak dirimu. Pasalnya, diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda kepada Mu‘ddz, “Tidak mungkin manusia akan terus dengan hidung mereka di dalam neraka kecuali karena hasil panen lidah mereka.”””

Seseorang bertanya kepada Nabi, “Apa yang mesti aku jaga? Lantas Nabi menjawab, “Ini.” Yaitu, lidahmu.’

Seorang sahabat yang lain bertanya kepada beliau, “Apa yang paling engkau takutkan atas diriku?” Nabi menjawab, “Ini,” sambil memegang lidahnya sendiri.”

Sahabat yang lain bertanya, “Apakah keselamatan itu?” Lalu beliau menjawab, “Jagalah lidahmu, anggaplah rumahmu luas, dan tangisilah kesalahanmu.”

Nabi saw. bersabda, “Siapa diam, ia akan selamat.”?! Beliau juga bersabda, “Siapa

senang jika mendapatkan keselamatan, hendaklah ia senantiasa diam?”

‘Umar ibn Khaththab datang menemui Abu Bakar sambil menggerakkan ujung lidahnya, maka Abu Bakar bertanya, “Apa yang engkau lakukan? ‘Umar menjawab, “Inilah yang menjadi sumber kehancuran.’”

‘Abu Allah ibn Mas‘ta berkata, “Tidak ada hukuman penjara yang lebih panjang dari hukuman karena lidah.’ Dan masih banyak lagi berita-berita tentang lidah.

Karena itu, janganlah melalaikan lidah mengingat ja adalah bagian tubuh yang banyak melakukan kejahatan. Kejahatan yang paling sering engkau dapatkan dalam lembaran amalmu pada hari kiamat adalah kejahatan yang diucapkan lidahmu. Kebajikan yang paling banyak engkau dapatkan dalam lembaran amalmu adalah kebajikan yang dilakukan hatimu.’”

Keutamaan Amal Hati

Amal hati orang bijak dan memiliki wawasan kebajikan merupakan amal-amal yang tersembunyi dari iblis dan malaikat. Sebab, kerja hati adalah amal yang suci dan bersih dari kerusakan. Bersama ketersembunyiannya terdapat bekal bagi pelakunya, sekaligus pahala yang besar, keselamatan dari serangan musuh dan hawa nafsu.

Hal itu karena gerak hati adalah amal yang tertutup dari pandangan mata manusia, yang bisa dilakukan dengan cara berdiri, duduk, maupun berbaring. Mereka itulah ali al-albab sebagaimana firman Allah, “Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring? (Q.S. Ali ‘Imran: 191). Zikir terbanyak mereka adalah tafakur, sebagaimana firman Allah, “Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi: (QS. Ali ‘Imran: 191). Merekalah kaum beriman yang merupakan ahl al-ikhmal, yaitu yang menyembah Allah dengan suatu ibadah yang tidak pernah tampak dari manusia.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker