24 Jenjang-Jenjang Amal
Manusia beramal dalam empat bentuk. Kelompok pertama, yang paling mulia dan utama, beramal karena Allah dilandasi penghormatan terhadap-Nya sehingga amal dan tindakan mereka menjadi bagus serta mulia yang dilandasi bentuk keagungan Allah dalam dada mereka, dan nilai-Nya menjadi agung di hati mereka. Tidak ada sesuatu yang lebih mereka cintai dan nikmati daripada sesuatu yang mendekatkan mereka kepada-Nya.
Kelompok kedua beramal berdasarkan keinginan dan ambisi untuk berada di dekat Allah. Mereka tidak memiliki tekad kecuali meninggalkan apa yang dilarang bagi mereka demi mengagungkan pahala Allah. Mereka takut kehilangan kebaikan yang ada pada mereka berupa besarnya balasan yang disiapkan bagi para pelakunya.
Kelompok ketiga beramal karena takut kepada Allah dan siksaan-Nya. Perhatian untuk selalu takut siksaan telah memisahkan mereka dari keinginan terhadap pahala. Amal
yang mereka Jakukan merupakan langkah pelarian dari siksaan, bukan karena bayangan pahala dalam hati mereka. Itu karena besarnya pengaruh bayangan hukuman dalam dada mereka, Kata mereka, “Jika amal-amal kami dapat menyelamatkan kami dari siksaan, berarti kami telah beruntung dengan kemenangan yang besar.’
Hati mereka diliputi keterasingan karena begitu meluapnya rasa takut. Surga tak pernah terbetik di hati mereka karena besarnya ketakutan terhadap siksa dalam dada mereka.
Kelompok keempat beramal karena rasa malu kepada Allah. Mereka selalu merasa malu, siang maupun malam hari. Jika pintu ditutup dan tirai dilebarkan atas mereka, mereka tidak yakin kalau Allah-lah yang akan menjaga kehormatan dan permasalahan mereka.
Mereka merasa malu dengan setiap kejelekan dalam batin mereka, seakan-akan mereka melihat -Nya. Manakala mereka yakin dengan pandangan-Nya kepada mereka, mereka berkata, “Sama saja bagi kita, apakah Allah melihat kita atau kita melihat-Nya Mereka meyakini bahwa Allah lebih dekat dari urat tenggorokannya.
Ketika mereka meyakini hal itu, keyakinan mereka menjadi penghalang antara diri mereka dengan sesuatu seberat zarah yang sangat mereka benci untuk dilihat. Penghalang antara mereka dengan itikad kalbu terhadap sesuatu yang dibenci Tuan mereka adalah karena mereka tahu bahwa Allah mengetahui hati kecil mereka dan menyaksikan setiap gerak, diam, suara hati, kedipan mata, tekad, keinginan, niat, cinta, dan syahwat mereka.
Sedangkan kami tak pernah merasa didesak oleh pengagungan terhadap-Nya untuk beramal. Kami tidak pula didesak oleh kecintaan terhadap pahala yang besar untuk mendekati-Nya dengan perbuatan-perbuatan baik. Kami tidak pernah didorong oleh ketakutan terhadap siksaan untuk meninggalkan amal-amal buruk dan tidak pula rasa malu menghalangi kami untuk melakukan amal buruk.
Kami memohon kepada Allah anugerah yang Dia persembahkan kepada mereka. Semoga Dia menganugerahkan kita seperti apa yang dianugerahkan kepada mereka dan semoga Dia memberi kita perilaku seperti perilaku mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk melakukan apa saja yang Dia kehendaki.
Kejujuran manusia sesuai dengan kadar iradatnya dan syukur manusia sesuai dengan kadar nikmat yang diperolehnya.
YAKIN:
Ada tiga tanda keyakinan: mengurangi bergaul dengan manusia, mengurangi pujian kepada mereka saat memperoleh penghargaan, dan menghindari perbuatan mencari- cari kesalahan mereka jika mereka tidak memberi penghargaan. (Dzd al-Nun al-Mishri).









One Comment