Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Adabun Nufus Karya Al Muhasibi

12 Yang Dekat dan yang Jauh dari Tobat

Siapakah manusia yang paling dekat dengan tobat? Orang yang paling takut; yang paling jujur penyesalannya atas apa yang pernah dilakukannya serta atas kesalahan pandangan dan perbuatannya, kelengahannya yang bertahan lama, dan penyimpangannya yang berlanjut yang disaksikan dan diketahui Allah; dan yang paling hati-hati terhadap apa yang sedang ia hadapi. Jika mereka sama dalam hal itu, maka (yang paling dekat dengan  tobat adalah) yang paling  bersungguh-sungeguh dalam beramal.

Karena, tanda-tanda penyesalan sejati atas dosadosa yang telah lalu adalah sikap yang sangat berhatihati terhadap sisa usia; melakukan ketaatan dengan rajin dan sungguh- sungguh; memerdekakan banyak ketaatan, menganggap banyak nikmat yang sedikit; disertai kelembutan, kebersihan dan kejernihan hati; selalu sedih karena dosa; banyak menangis; menyerahkan segala permasalahan kepada Allah, mengembalikan semua daya dan kekuatan kepada-Nya; kemudian setelah itu bersikap sabar atas hukum-hukum Allah; rida terhadap Allah dalam segala hal; dan menyerahkan segala persoalan.”

Kekeliruan dalam Bertobat

Aku sudah tahu di mana kesalahanmu, yaitu engkau berbaik sangka terhadap dirimu sendiri lalu engkau merasa telah mencapai derajat orang-orang yang berbuat kebaikan (al-muhsiniin) dengan melakukan perbuatan yang berbeda dengan mereka, tanpa pengingkaranmu terhadap adanya perbuatan-perbuatan dirimu yang buruk dan tanpa penolakan terhadap amal-amal benar yang dirimu klaim.

Engkau berburuk sangka kepada orang lain sehingga menempatkan mereka pada tingkat orang-orang yang berbuat buruk (al-musi’in) dengan mengabaikan keadaanmu sendiri dan memusatkan pandanganmu kepada aib orang lain.

Bila engkau seperti itu, engkau akan mendapat siksaan karena sirnanya sinar kelembutan dan kasih sayang dari hatimu, sementara kekerasan dan kekejaman mengalir kepadanya. Engkau sangat suka melihat orang lain dengan penuh celaan, hinaan, dan sedikit kasih sayang. Sebaliknya, engkau ingin mereka melihatmu dengan penuh hormat, kasih sayang, dan pemuliaan. Siapa saja yang mau memenuhi keinginanmu itu, mereka mendapatkan kedekatan dan cinta darimu, sedangkan engkau sendiri menjadi jauh dan dimurkai Allah. Siapa saja yang tidak memenuhi keinginanmu itu, maka engkau semakin membuat jarak dan benci dengan mereka, sementara engkau pun semakin dijauhi dan dimurkai Allah.

Engkau memperpanjang angan-angan pada semua itu sehingga jalan hidupmu penuh proses penundaan dan kebingungan. Kemudian keinginanmu semakin menguat dan ambisi mulai menguasai hatimu. Keinginanmu akan hal itu di dunia semakin besar, rakus, menuruti syahwat dunia tanpa terkendali dan hatimu menimbun kelezatannya. Hal itu kemudian membatasimu dari kesempatan untuk mendapatkan kenikmatan suluk jalan akhirat.

Hatimu lantas menjadi linglung di atas jalan kebingungan. Jalan keselamatan semakin kabur bagimu dan hijab dosa semakin terkuak. Lalu engkau semakin intim mendekatinya dan racunnya semakin harum bagimu sehingga engkau bisa mencapai maksiat murni. Kemudian engkau mengakui apa yang bukan milikmu dan mengambil sesuatu yang menjauhkan dari orang sepertimu.

Lantas hal itu menyebabkanmu berbicara kepada zat selain Allah, melihat apa yang bukan milikmu, dan mengerjakan sesuatu untuk selain Allah sehingga engkau menjadi terpedaya dan rentan bahaya ketika engkau senantiasa berbaik sangka terhadap diri

sendiri sedangkan engkau tidak pernah merasakannya. Itu terjadi secara berangsur- angsur karena engkau tidak mengetahui. Jadinya, warisan amalmu adalah kekejian, dosa, pemalsuan, penipuan, pengkhianatan, kebencian, dan pengabaian nasihat. Padahal, dalam hal itu, engkau mengetahui cara membedakannya.

Siapa saja yang jalan hidupnya seperti itu, maka tidak dipungkiri bahwa Allah akan memperlihatkan kepadanya sesuatu yang tidak pernah ia perkirakan.

Seandainya engkau memiliki rasa takut yang paling rendah pun, wahai orang yang perlu dikasihani, niscaya engkau akan menangisi dirimu seperti tangisan cinta orang yang sedang merindukan kekasihnya dan meratapinya seperti ratapan kematian ketika engkau ditutupi oleh dosa-dosa yang memberuntungkan.

Seandainya penghuni langit dan bumi menangisimu niscaya engkau berhak akan itu karena besarnya kemaksiatanmu.

Kalaupun semua makhluk berbela sungkawa kepadamu atas kemaksiatan yang engkau lakukan seperti bela sungkawa terhadap orang yang disalib dan dibunuh niscaya engkau patut untuk itu karena engkau telah mengharamkan agama, pengetahuanmu tentang keburukan  dosa-dosa telah  tersita  sehingga  engkau  ditunggangi kehinaan  maksiat, terdaftar namamu di

deretan kaum maksiat, dan telah jauh ahli takwa darimu, kecuali orang-orang yang sepertimu.

Orang-orang yang mendamba Allah menempuh jalan cinta kepada-Nya dan jalan keselamatan yang menuju-Nya. Sebaliknya, engkau mengambil jalan yang berbeda, lalu engkau condong ke yang lain ketika engkau bertentangan jalan dengan mereka, lantas engkau tetap saja bingung dan pusing.

Hal-hal yang mengandung caramu seperti ini mengisyaratkan kerugian pada hari kiamat. Kami  berlindung  kepada  Allah  dan  kepada-Nyalah  kami  memohon  ampunan  dan

kedekatan  dengan  orang-orang  yang  selalu  berbuat  baik.  Sesungguhnya  Allah

Mahalembut lagi Maha Mengetahui.

EVALUASI:

Lihatlah sudut-sudut hati kecilmu dengan pandangan mata yang tajam dan pengamatan yang cermat. Jika engkau mendapati sesuatu yang terpuji, maka pujilah Allah dan teruslah berlalu. Akan tetapi, jika engkau melihat sesuatu yang menjengkelkan, maka ikutilah dengan evaluasi dan pemeriksaan yang baik terhadapnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker