Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Risalatul Muawanah Karya Habib Al Haddad

Allah berfirman kepada para Nabi:

“Katakanlah kepada umatmu, “Janganlah kau masuki tempat musuh musuh Ku, jangan kau pakai pakaian musuh-musuh Ku, jangan mengendarai kendaraan musuh-musuh Ku, dan jangan pula makan makanan mereka. Jika engkau tetap tidak menghiraukan peringatan-Ku ini berarti engkau telah menjadi musuh-Ku sama seperti mereka.”

Allah berfirman kepada Nabi Dawud:

“Hendaknya engkau merasa tenang bersama-Ku dan merasa sedih bersama selain-Ku.

“Hai Dawud, katakan kepada hamba-hamba-Ku yang tulus kepadaKu agar mereka berbahagia ketika mengingat nama-Ku dan merasakan nikmatnya bersama-Ku.”

“Hai Dawud, buatlah Aku agar dicintai oleh hamba-hamba-Ku.” Dawud bertanya, “Wahai Tuhanku, bagaimana saya membuat-Mu dicintai oleh hamba-hamba-Mu?” Allah menjawab, “Ingatkan mereka terhadap nikmat-nikmat yang Kuberikan.”

“Hai Dawud, barangsiapa bersegera lari menuju kepada-Ku, maka Aku akan mencatatnya sebagai orang arif.”

“Hai Dawud, bila engkau melihat seseorang sedang mencari Aku, maka jadilah engkau sebagai pelayan-Ku.”

“Hai Dawud, janganlah bertanya kepada-Ku tentang ulama yang telah dimabukkan oleh dunia sehingga ia menghalangimu menuju jalanKu. Merekalah penyamun-penyamun terhadap hamba-hambaKu.”

“Hai Dawud, beramallah dengan amalan orang-orang yang baik dan tersenyumlah pada orang yang telah hanyut dalam kemaksiatan. Bergaullah dengan kekasih-kekasih-Ku (aulia-Ku) serta hindari musuh-musuh-Ku dengan sungguh-sungguh. Hai Dawud, jadilah seorang ayah yang penuh kasih savang pada seorang anak yatim Jika hal ini kau amalkan, pasti Aku akan menambah rezeki untukmu dan mengampuni segala dosamu.”

“Hai Dawud. pejamkanlah matamu dari hal hal vang dilarang oleh syara” dan jagalah lisanmu dan perkataan yang tak bermanfaat. Karena sesungguhnya Aku tidak mencintai orang orang yang fasik. Sering sennglah memohon ampun untuk dirimu dan kepada orang orang yang berbuat kesalahan.”

Allah memberi wahyu kepada beberapa nahi Nya

“Ingatlah Aku ketika engkau marah, maka Aku akan mengingatmu ketika marah dan Aku tak akan membinasakanmu pada saat Aku binasakan orang lain.”

Allah memberi wahyu kepada Nabi Isa :

“Katakan pada Bani Israil agar tidak memasuki rumah rumah Ku, kecuali dengan hati yang suci pandangan khusyuk disertai badan yang bersih.”

“Beritahukan kepada mereka bahwa Aku tak akan mengabulkan doa mereka atau orang orang sebelum mereka yang telah berbuat zalim.”

Allah SWT memberi wahyu kepada Nabi Isa. “Wahai anak Maryam, nasehatilah dirimu dulu dan jika dirimu bisa menerima nasehat tersebut maka nasehatilah manusia. Tetapi jika tidak maka malulah kamu pada dirimu.”

Dan di dalam atsar disebutkan Allah SWT berfirman: “Sampaikan kepada orang yang mempelajari ilmu bukan karena agama, tidak Wengamalkan ilmu, memakai baju lembut, lidahnya lebih manis dari madu, akan tetapi hatinya lebih pahit dari pohon shobir, apakah mereka mau menipu-Ku dan berani terhadap-Ku? Dan sungguh Aku bersumpah akan mengirimkan kepada mereka fitnah yang membuat orang sabar di antara mereka menjadi bingung.”

Allah SWT memberi wahyu kepada Nabi Musa: “Jika kamu bertanya kepada orang fakir maka tanyalah seperti kamu bertanya kepada orang kaya (penghormatan) Jika tidak, kuburlah semua ilmumu yang Aku ajarkan kepadamu ‘

Allah SWT memberi wahyu kepada Nabi Dawud: “Wahai Dawud, sampaikanlah kepada auliya Ku dan kekasih Ku untuk meninggalkan teman temannya karena dengan zikir kepada-Ku akan memberi kesenangan, akan Aku ajak bicara dengan kesenangan Ku dan Aku akan singkap tirai hijab dengan melihat keagungan-Ku. Dan sampaikan kepada penduduk bumi, Aku adalah kekasih orang yang mencintaiKu, teman duduk bagi yang duduk kepada-Ku, pemberi ketenangan kepada siapa yang meminta ketenangan kepada-Ku, selalu setia kepada orang yang setia kepada-Ku, mentaati (selalu mengabulkan hajat) kepada orang yang taat kepada-Ku, selalu memilihkan bagi orang yang telah memilih-Ku, maka datanglah kepada kemuliaanKu, pertemanan kepada-Ku, dan bermuamalah-lah dengan-Ku. Aku Maha Dermawan dan Agung, Aku berkata kepada sesuatu: Jadi maka jadilah.”

Allah SWT memberi wahyu kepada para nabi-Nya:

“Hai hamba Ku, berikan air mata dan hatimu yang khusyuk padaKu lalu berdoalah, sesungguhnya Akulah yang dekat dan Aku pulalah yang selalu mengabulkan segala doa.”

“Hai hamba Ku, berhentilah di kota-kota atau gedung-gedung, kemudian beritakan kepada penduduk yang ada di sana tentang dua kalimat dari-Ku. Pertama, janganlah mereka makan kecuali yang halal Kedua, janganlah mereka berbicara kecuali yang benar.”

Apabila mereka ingin mengerjakan sesuatu, sebaiknya mereka pikirkan lebih dahulu, akibat apa yang akan terjadi. Bila baik, suruh mereka mengerjakannya, dan bila buruk, suruh mereka tinggalkan.

Allah SWT memberi wahyu kepada Nabi Isa:

“Katakan pada Bani Israil agar mereka rida dengan kehinaan dunia demi keselamatan agama mereka Sama halnya mereka yang mencintai dunia rela dengan kehinaan agama mereka demi keduniaan mereka.”

Allah SWT memberi wahyu kepada Nabi Musa ya:

“Jadilah engkau seperti burung berada sendirian di ujung pohon dengan minum air murni. Jika malam tiba, ia pindah ke gua karena cinta dengan-Ku dan membenci orang yang mendurhakai-Ku.”

“Hai Musa, Aku telah bersumpah pada diri-Ku, “Sesungguhnya Aku tak akan menyempurnakan pekerjaan orang yang berpaling dari-Ku pan akan Kuputuskan angan-angan orang yang memikirkan selain Ku. Akan Kulemahkan kekuatan mereka yang bersandar pada selain Aku. Kuperpanjang pula kedukaan orang paling akrab pada selain Aku. Dan Aku pun akan berpaling dari mereka yang mencintai sesuatu lebih dari-Ku.”

“Hai Musa, sesungguhnya Aku memiliki beberapa hamba. Bila mereka bermunajat kepada-Ku, Aku selalu memperhatikan mereka, bila mereka mengundang-Ku, Aku akan menghadap mereka, bila mereka menghadap-Ku, Aku akan menghampiri mereka. Apabila mereka mengasihi-Ku, Aku pun mengasihi mereka. Apabila mereka membersihkan diri karena Ku, Aku membersihkan mereka. Bila mereka beramal, Aku akan membalas mereka. Akulah yang mengatur urusan serta mendasari hati dan tingkah laku mereka. Aku tak akan mengistirahatkan hati mereka selain mengingat-Ku, karena hal itu merupakan obat dari segala penyakit dan penenang hati. Mereka tak akan senang, kecuali dengan-Ku. Mereka tak menggerakkan hati mereka, kecuali dengan sesuatu yang Aku ridai dan hati mereka pun tak akan merasa tenang kecuali bersama-Ku.”

Allah memberi wahyu kepada Nabi Dawud:

“Hai Dawud, gembirakanlah orang-orang yang berdosa dan berilah ancaman orang-orang yang tulus (shiddiqin).”

“Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku memberi ancaman pada Orang-orang jujur dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat dosa?” tanya Dawud.

“Bahagiakanlah orang-orang yang berbuat dosa, karena bagaimanapun besarnya dosa itu, Aku pun akan mengampuninya. Dan ancamlah orang-orang yang jujur, karena dalam kejujuran itu, mereka telah congkak dengan amal-amal mereka. Dan Aku tidak akan pernah menodai keadilan-Ku dan hisab-Ku, kecuali mereka sendiri yang merusakkannya.”

“Hai Dawud, Aku telah memastikan rahmat atas diri-Ku dan Akulah yang memberi ampun kepada siapa pun yang mohon ampun kepada-Ku, baik dosa besar atau kecil karena tak ada nilai dosa yang terbesar di hadapan Ku. Janganlah kau binasakan dirimu dan putus asa dari rahmat-Ku dalam segala hal karena rahmat-Ku senantiasa mendahului murka-Ku.

“Perbendaharaan langit, bumi dan seluruh kebaikan ada dalam kekuasaan-Ku.”

“Aku tak akan menciptakan sesuatu karena kebutuhan Ku, tetapi agar engkau dapat mengetahui kekuasaan-Ku dan bagi orang-orang yang berakal agar mampu mengetahui hukum pengaturan Ku.”

“Hai Dawud, dengarkan suatu kebenaran yang akan Kukatakan padamu. Barangsiapa di antara hamba-Ku yang takut akan siksa-Ku, maka Aku tak menyiksanya dengan neraka-Ku.”

“Dan barangsiapa di antara hamba-Ku yang merasa malu dengan kemaksiatannya, maka Aku pun akan melupakan dan tak meminta pertanggungjawaban atas dosa itu.”

“Hai Dawud, dengarkanlah sesuatu dari-Ku. Andaikata ada di antara hamba-Ku yang senantiasa tenggelam dalam dosa hingga dosanya memenuhi dunia, lalu ia menyesal dan mohon ampun padaKu, dan Aku telah mengetahui bahwa di dalam hatinya tidak ada niat untuk mengulanginya, maka Aku akan membuang dosa itu secepatnya, bahkan lebih cepat daripada melesatnya burung dari langit ke bumi.”

Lalu Dawud berdoa:

“Wahai Tuhanku, untuk-Mu segala puja dan puji dari sebab itu Tidak sepatutnya orang yang menganal-Mu memutuskan harapannya dari Mu,”

Ya Allah, berilah kepada kami dari sisi Mu pahala yang agung, dan tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus. Dan jadikan kami termasuk golongan orang yang telah Engkau beri nikmat dari para nabi, as-Siddigin, as-Syuhada dan mereka adalah sebaik baiknya teman (golongan). Itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui. Segala puji bagi Allah awal dan akhirnya, zohir dan batin, karena Dia Dzat Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zohir dan Yang Batin. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Apa yang dikehendaki Allah itu yang akan terjadi, dan tiada kekuatan kecuali dengan kehendak Allah Yang Maha Tinggi dan Agung. Segala puji bagi Allah Yang telah memberi kami hidayah dan kalau bukan karena hidayah-Nya maka kami menjadi orang yang sesat.

Muallif (penulis kitab ini) – semoga Allah SWT mensucikan rahasianya dan menerangi kuburannya dengan cahaya serta orang-orang muslim mengambil manfaat darinya – berkata: Selesainya penyusunan kitab ini pada tahun 1069 Hijriah. Sebaik-baik solawat serta salam kami tujukan kepada pemimpin, tuan, wasilah kami kepada Allah SWT, Muhammad Saw dan keluarganya sejumlah hari yang tersisa dari umur dunia. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker