Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Risalatul Muawanah Karya Habib Al Haddad

أما بعد، فيقول العبد الفقير، المعترف بالقصور والتقصير، الراجي عفو ربه القدير، الشريف عبد الله بن علوي الحداد باعلوي الحسيني عفا الله عنه وعن أسلافه آمين:

adapun setelah itu, berkata hamba yang fakir yang megakui akan kekurangan dan kelalaian yang mengharap ampunan tuhanya yang maha kuasa orang yangmulai Abdullah ibn Alawi al Hadda ba Alawi al Husaini semoga allah mengampunya dan pendahulu-pendahulunya amin

هذه رسالة بحول الله وقوته جامعة، ووصية بفضل الله ورحمته نافعه، حملني على وضعها الامتثال لأمر الله تعالى وأمر رسوله، والرغبة في الوعد الصادق الوارد في الدلالة على الهدى والدعوة إلى الخير والنشر للعلم.

ini adalah kitab -dengan kuasa Allah dan kekuatanya- yang mengumpulan dan wasiat -dengan anugrah Allah dan rahmatnya- yang bermanfaat, yang mendorongku untuk mengarangnya adalah melaksanakan perintah Allah SWT dan perintah utusanya, dan mengharap janji yang benar yang datang dalam menunjukan kepada petunjuk dan mengajak kabagusan dan menyebarkan ilmu

قال الله تعالى: (ولْتَكنْ منكم أمةٌ يدْعونَ إلى الخير ويأمرون بالمعروف وينْهَون عن المنكر وأولئك هم المفلحون)

Allah berfiman: dan hendaklah di antara kalian ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan menyuruh yang bagus dan mencegah dari yang munkar, dan mereka adalah orang orang yang beruntun

وقال الله تعالى: (ادْعُ إلى سبيل ربّك بالحكمة والموعظة الحسنة)

dan Allah SWT berfirman: ajaklah pad jalan tuhanmu dengan bijakasna dan tutur yang bagus

وقال تعالى: (وإذ أخذ الله ميثاق الذين أوتوا الكتاب لتبيننه للناس ولا تكتمونه)

dan Allah berfirman: dan ketika Allah mengambil sumpah orang orang yang di beri kitab hendaklah kalian menjelaskanya kepada manusia dan tidak menyimpanya

وقال تعالى لنبيه: (قل هذه سبيلي أدعو إلى الله على بصيرة أنا ومن اتّبعني)

dan Allah berkata pada nabinya: katakanlah ini adalah jalanku, yang kau mengajak kepada allah, dengan yakin aku dan orang yang mengikutiku

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ليبلغ الشاهد منكم الغائب فربّ حامل فقه إلى من هو أفقه منه وربَّ حامل فقه ليس بفقيه”.

dan Rosulullah SAW bersabda: hendaklah diantara kalian yang datang menyampaikan kepada yang tidak datang, banyak orang yang membawa ilmu kepada seorang yang lebih pandai darinya, dan banyak oran yang membawa ilmu yang tidak pandai 

وقال عليه الصلاة والسلام “من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئاً ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثلُ آثام من تبعه لا ينقص ذلك من آثامهم شيئاً”

dan Rosulullah SAW bersabda: siapa yang mengajak kepada petunjuk maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tidak kurang dari pahala mereka sedikit pun, dan siapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tidak kurang dari dosa mereka sedikitpu

وقال عليه الصلاة والسلام: من دلّ على خير كان له من الأجر مثل فاعله

dan Rosulullah bersabda: siapa yang menunjukkan kebaikan maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukanya

وقال عليه الصلاة والسلام: “إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له”

dan rosulullah SAW bersabda: jika ibn adam meninggal maka amalnya putus kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh  yang mendoakanya

وقال عليه الصلاة والسلام: “أجودكم بَعدي رجل علِم علماً فنشره يبعث يوم القيامة أمةً وحده”.

Dan beliau bersabda: aling dermawan kalian setelahku adalah orang yang mengetahui ilmu lalu menyebarkanya , ia akan di bangkitkan di hari kianma seperti satu ummat

وقال عليه الصلاة والسلام: “الخلق كلهم يصلون على معلمي الناس الخير حتى حيتان الماء”.

Dan beliau bersabda: semua makhluk itu memintakan rahmat pada pengajar-pengajar manusian kebaikan, sehinggah ikan laut 

وقال عليه السلام: “الخلق كلهم عيال الله وأحبهم إلى الله تعالى أنفعهم لعياله”.

dan beliau bersabda: semua makhlut itu anak-anak Allah, dan paling dicintai mereka oleh Allah adalah yang lebih memberi manfaat terhadap anak-anaknya

ولا يستطيع أحد أن ينفع خلق الله بمثل دعوتهم إلى الله تعالى،

dan seorang tidak akan mampu memberi manfaat makhluk allah bagaikan mengajak mereka kepada Allah

بتعريفهم ما يجب له من التوحيد والطاعة،

dengan memberi tahu merekan perkara yang wajib bagi allah yaitu tauhid dan taat

وتذكيرهم بآياته وآلائه وتبشيرهم برحمته

 dan mengingatkan mereka tentang ayat-ayat Allah dan nikmat-nikmatNya dan memberi kabar gembira mereka tentang rahmat Allah

وتحذيرهم من سخطه الواقع بالمتعرضين له من الكافرين والفاسقين

dan memperingatkan mereka dari marah Allah yang terjadi pada para penentang Allah , yaitu orang-orang kafir dan fasik

وقد حثني على امتثال هذا الأمر العظيم، وأكد رغبتي في السعي إلى تحصيل هذا الوعد الكريم الواقعين في الآيات والأخبار التي ذكرتها وما في معناها مما لم أذكره سؤال أخ من السادة، صادق في الإرادة، سالك لسبيل السعادة

dan telah menganjurkan saya melaksanakan perkara besar ini, dan mengutakan keinginanku dalam berusaha untuk menghasilkan janji yang mulia ini, yang ada di ayat-ayat dan hadits yang telah saya sebut dan apa yang dalam artiya yang tidak saya sebut, permintaan salah seorang dari orang mulia, yang sungguh dalam berkehendak, berjalan di jalan kebahagiaan

التمس مني أن أكتب له وصيةً ينتفع بها

memintaku untuk menuliskanya sebuah wasiat yang ia ambil manfaat

فأجبته إلى ذلك راغباً فيما تقدم من الامتثال للأوامر والفوز بالثواب وفي معونة الله تعالى

maka saya kabulkan, karena ingin melaksanakan perintah dan mendapat pahala dan dalam pertolangan Allah SWT

وأن يكون سبحانه في حاجتي على وفق ما أخبر به رسوله عنه في قوله عليه الصلاة والسلام: “من كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه”

dan supaya Allah SWT dalam (memenuhi) kebutuhanku itu cocok denga apa yang telah di kabarkan oleh utusanya dalam sabdanya: siapa yang dalam (memenuhi) kebutuhan saudaranya maka Allah dalam (memenuhi) kebutuhnya, dan Allah dalam menolong hamba selagi hamba menolong saudaranya

وأنا أستغفر الله، ولا أقول: أن نيتي في وضع هذه الرسالة مقصورة على هذه المقاصد الحسنة الدينية

dan saya minta ampun kepada Allah dan saya tidak berkata: sesungguhnya niatku dalam mengarang kitab ini itu hanya atas tujuan-tujuan baik ini

كيف وأنا أعلم ما عندي من الشهوات الخفية، والحظوظ النفسية، والإرادات الدنيوية،

bagaimana, dan saya tahu perkaya yang pada diriku, berupa syahwat-syahwat yang samar, bagian-bagian nafsu, dan keinginan duniawi 

وما أبرئ نفسي إن النفس لأمارة بالسوء إلا ما رحم ربي إن ربي غفور رحيم

dan saya belum melepaskan nafsuku, sesungguhnya nafsu itu sangat memerintahkan kejelekan kecuali yang di rahmati tuhanku, sesungguhnya tuhanku itu maha pengampun lgi maha penyayang

والنفس عدوٌّ، والعدو لا يؤمن

nafsu adalah musuh dan musuh tidak dapat di percaya

بل هي أعدى الأعداء، كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أعدى عدوك نفسك التي بين جنبيك

bahkan nfsu adalah musuh yang paling memusuhi seperti sabda rosulullah SAW:musuhmu yang paling memusuhi adalah nafsuhu yang di antara kedua sisimu

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker