Ucapkan salam atas setiap muslim, baik yang engkau kenal ataupun tidak. Bila engkau memberi salam kepada seseorang tetapi ia tidak menjawab salammu, maka janganlah lekas berburuk sangka, Anggaplah ia tidak mendengar salammu atau mungkin dia menjawah tetapi saya tidak mendengarnya.
Ketika engkau memasuki rumahmu, ucapkanlah salam atas keluargamu. Dan bila engkau memasuki masjid atau rumah yang tak berpenghuni, maka ucapkanlah: “Semoga kesejahteraan atas kami dan hamba-hamba Allah yang saleh”.
Apabila engkau bertemu dengan saudaramu muslim, berusahalah untuk mendahului salam.
Rasulullah Saw pernah ditanya oleh salah seorang sahabat sehubungan dengan masalah ini, “Wahai Rasulullah, seorang muslim jika bertemu dengan saudaranya, siapa di antara mereka yang lebih utama di sisi Allah?”
“Yang lebih dahulu mengucapkan salam”, jawab Rasulullah. Di samping itu Rasulullah Saw juga bersabda:
“Orang yang naik kendaraan sebaiknya mendahului salam atas orang yang berjalan kaki, yang berdiri kepada yang duduk, yang muda kepada yang lebih dewasa, serta orang yang sedikit kepada yang lebih banyak jumlahnya.” (al-Hadis)
Mendoakan Orang Bersin, Masuk Rumah Orang Lain dan lain-lain
Hendaklah engkau selalu mendoakan orang yang bersin jika ia telah mengucapkan Alhamdulillah dan jika ia belum mengucapkannya, maka ingatkanlah ia dengan kalimat Hamdalah.
Jangan sekali kali kau masuki rumah orang lain sebelum mendapat izin dari penghuninya. Jika sudah tiga kali engkau minta izin tetapi masih juga belum mendapatkannya, maka pulanglah dan ulangi di lain waktu.
Jika seorang muslim memanggilmu, maka jawablah panggilannya dengan perkataan, “Aku siap datang”.
Dan bila engkau diundangnya untuk jamuan makan, maka penuhi undangannya kecuali bila ada uzur syar’i.
Bila engkau diminta oleh seseorang untuk mengerjakan sesuatu dengan mengucapkan “Demi Allah” maka berusahalah sekuat tenaga menolak permintaan itu selama bukan dalam kemaksiatan, dan janganlah kamu meminta sesuatu kepada orang lain dengan kalimat Demi Allah’, dan berhati-hatilah untuk menolak jika kamu diminta orang lain dengan kalimat “Demi Allah”.
Rasulullah Saw bersabda:
“Terkutuklah orang yang diminta sesuatu dengan nama Allah lalu ta tidak memenuhinya.” (al-Hadis)
Hendaklah engkau selalu menengok orang sakit, mengantarkan jenazah ke pemakaman dan bersilaturahmi kepada saudara-saudaramu sesama muslim bila engkau merindukan mereka.
Berjabatlah tangan ketika engkau bertemu dengan mereka dan tanyakan hal ihwal mereka. Bila engkau tak melihat salah satu dari mereka karena sakit, maka jenguklah dia. Dan bila dia sibuk Dengan pekerjaannya serta memerlukan bantuan, maka bantulah dia semampumu, dan bila engkau tak mampu membantunya, maka sebaiknya engkau berdoa untuk kesuksesannya.
Berbaik Sangka
Biasakanlah bersikap baik sangka kepada setiap muslim, dan jauhi segala sifat buruk sangka terhadap mereka.
Sabda Rasulullah Saw:
“Dua hal yang tidak ada di atas keduanya suatu kebaikan, yaitu berbaik sangka kepada Allah dan berbaik sangka kepada hamba-hamba-Nya. Sedangkan dua hal yang tidak ada di atas keduanya suatu kejelekan ialah berburuk sangka kepada Allah, dan berburuk sangka kepada hamba-hamba-Nya.” (al-Hadis)
Secara maksimal berbaik sangka kepada setiap muslim ialah engkau meyakini tidak adanya kejahatan dalam setiap perbuatan dan perkataannya, sementara itu engkau masih menemui adanya kebenaran padanya. Tetapi, jika malah kemaksiatan yang kau dapati dari dirinya, untuk menjaga sikap baik sangkamu maka seyogyanya engkau berusaha mencegah perbuatan mereka sambil memperkirakan bahwa iman yang ada di dada mereka masih mampu meredam dan menghentikan segala perbuatan munkar mereka kemudian dilanjutkan dengan bertobat secara tulus dan ikhlas.
Sedangkan kriteria buruk sangka terhadap sesama muslim ialah meyakini adanya keburukan dalam perkataan dan perbuatan mereka, padahal secara lahiriah mereka tampak baik. Misalnya ketika engkau melihat seseorang yang rajin solat dan bersedekah, lalu engkau pun menyangka bahwa semua perbuatannya itu ia lakukan hanya untuk memperoleh pujian dari orang lain serta menginginkan harta dan kedudukan.
Sikap buruk sangka seperti ini tak akan kita dapati kecuali pads iwajiwa busuk yang menghiasi diri kaum munafiqin.
Allah SWT berfirman:
(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela…” (QS. at-Taubah: 79)
Berzikir dan Berdoa
Rasulullah Saw bersabda:
“Perbanyaklah zikir sehingga orang-orang munafik berkata, ‘Kamu itu riya’.” (HR. Ahmad)
Berdoa dan mohonlah ampun bagi dirimu, kedua orangtuamu, kerabatmu, sanak saudaramu dan sahabat-sahabatmu pada khususnya Serta untuk setiap muslim pada umumnya.
Sabda Nabi Saw:
“Ada dua doa yang tidak terhijab antara keduanya dari Allah. Pertama, oa orang yang teraniaya. Kedua, doa seorang muslim kepada saudaranya tanpa sepengetahuannya.” (al-Hadis)
Beliau juga bersabda:
“Apabila seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa kehadirannya maka malaikat berkata, ‘Semoga Allah mengabulkan doamu dan engkau pun akan memperoleh sesuatu seperti yang ia peroleh.” (al-Hadis)
Maimun bin Mihran berkata:
“Barangsiapa memohonkan ampun untuk kedua orangtuanya setiap sesudah solat fardu, berarti ia benar-benar telah berterima kasih kepada keduanya dan ini sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dalam firman-nya, “Anisykur lii waliwalidaika” (bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu). Dan barangsiapa memohonkan ampun untuk kaum muslimin dam muslimat setiap hari sebanyak dua puluh tuyuh kali, maka ia tergolong yang selalu dikabulkan doanya dan diberi rezeki laksana hujan dari langit. Sifat-sifat itulah yang dimiliki oleh para wali.”
Hak-hak Sesama Muslim
Ketahuilah, sesungguhnya hak-hak sesama muslim sangatlah banyak, antara lain:
Perlakukanlah orang-orang Islam di kala mereka hadir atau tidak hadir sebagaimana engkau ingin mereka memperlakukannya terhadapmu. Berusahalah dan mantapkan hatimu untuk menyukai kebaikan bagi mereka seperti yang engkau sukai untuk dirimu, dan tidak menyukai keburukan untuk mereka seperti yang tidak engkau sukai untuk dirimu.
Rasulullah Saw bersabda:
Tidak beriman sescorang di antara kamu sehingga ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia sukai bagi dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda:
“Sesama muslim itu laksana satu bangunan, yang satu sama lain saling menguatkan.” (al-Hadis)
Yahya bin Mu’adz Saw berkata:
“Apabila engkau tak mampu membahagiakan saudaramu muslim, maka janganlah kau sedihkan hati mereka. Dan bila engkau tak mampu memuji sesamamu, maka jangan kau cela mereka.”
Syekh Muhyiddin Abdul Qadir al-Jailani berkata:
“Hendaklah engkau berhubungan dengan Allah seakan-akan tak ada makhluk lain di sekitarmu. Dan berhubunganlah dengan sesama makhluk Allah seakan-akan dirimu (nafsumu) tak ada di antara mereka.”
Sebagian kaum salaf berkata:
“Setiap manusia pasti ada yang tertimpa bala dan ada pula yang selalu dianugerahi kesehatan, maka kasihanilah mereka yang tertimpa bala dan cobaan, serta bersyukurlah atas kesehatan dan kenikmatan yang dilimpahkan oleh Allah SWT.”









One Comment