Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Risalatul Muawanah Karya Habib Al Haddad

Mengisi waktu

وعليك  بعمارة أوقاتك بوظائف العبادات حتى لا تمرّ ساعة من ليل أو نهار إلا وتكون لك فيها وظيفة من الخير تستغرقها بها فبذلك تظهر بركات الأوقات، وتحصل فائدة العمر، ويدوم الإقبال على الله تعالى، وينبغي أن تجعل لما تتعاطاه من العادات كالأكل والشرب والسعي للمعاش أوقاتاً تخصُّها

Hendaklah engkau mengisi waktumu dengan segala aktivitas ibadah hingga tak ada waktu sedikit pun, baik siang maupun malam kecuali untuk mengabdi pada Allah. Dengan demikian tampaklah bagimu keberkahan waktu, memperoleh faedah umur dan senantiasa menghadapkan diri pada-Nya. Demikian pula sediakan waktu khusus untuk mengerjakan kebiasaan sehari-hari, seperti makan, minum dan mencari nafkah.

واعلم أنه لا يستقيم مع الإهمال حال، ولا يصلح مع الإغفال بال. قال حجة الإسلام -نفع الله به-: ينبغي أن توزع أوقاتك وترتب أورادك وتعين لكل وقت شغلاً لا تتعداه ولا تؤثر فيه سواه، وأما من ترك نفسه مهملاً سدى إهمال البهائم يشتغل في كل وقت بما اتفق كيف اتفق فتمضي أكثر أوقاته ضائعة، وأوقاتك عمرك، وعمرك رأس مالك، وعليه أصل تجارتك، وبه وصولك إلى نعيم الأبد في جوار الله تعالى، فكل نفس من أنفاسك جوهرة لا قيمة له، إذ لا عوض له وإذا فات فلا عود له. انتهى

Tak akan lurus suatu permasalahan (keadaan) jika diiringi dengan kecerobohan dan tidak mungkin sempurna (baik) suatu pekerjaan (hati) yang diikuti dengan kelalaian.

Hujjatul Islam, Imam al Ghazali berkata:

“Hendaklah engkau membagi waktumu, mengatur wiridmu dan menetapkan waktumu dengan segala aktivitas yang tidak akan engkau langgar dan janganlah engkau terpengaruh dengan hal lain dalam masalah waktu ini. Barangsiapa menelantarkan dirinya dari aktivitas tanpa keteraturan waktu, bahkan beraktivitas seenak hatinya (seperti ketidakteraturannya binatang) maka akan banyak waktunya terbuang sia sia. Ketahuilah, bahwa waktu itu adalah umurmu dan umur adalah modal untuk investasi (ibadahmu). Dengan umur itu pula engkau dapat memperoleh kenikmatan abadi di sisi Allah SWT Setiap nafasmu bagaikan mutiara yang tak ternilai harganya, dan . bila hilang percuma engkau tak mungkin mampu mengembalikannya.”

ولا ينبغي أن تستغرق جميع أوقاتك بورد واحد وإن كان أفضل الأوراد مثلاً فتفوتك بذلك بركات تعدد الأوراد والتنقل فيها فإن لكل ورد أثراً في القلب ونوراً ومدداً ومكانة من الله ليست لغيره

Seyogyanya engkau tidak menghabiskan waktumu dengan satv jenis wirid, walaupun wirid yang paling utama. Karena hal itu dapat menghilangkan kesempatanmu dari keberkahan yang ada pada aneka ragam wirid, maka dari itu hendaknya engkau dapat menganekaragamkan satu wirid dengan wirid yang lain.

وأيضاً إذا تنقلت من ورد إلى ورد أمنت بذلك من السآمة والكسل، ومن الضجر والملل، قال ابن عطاء الله الشاذلي رحمه الله تعالى: لما علم الحق منك وجود الملل لوَّن لك الطاعات

Karena setiap wirid mempunyai pengaruh dalam hati, cahaya, pertolongan, dan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. Berganti-ganti wirid dapat pula membebaskan dirimu dari rasa bosan, malas dan enggan.

Ibnu Athaillah asy-Syadzali berkata:

“Karena Allah tahu ada sifat bosan di dalam hatimu, maka Dia kemudian menganekaragamkan perbuatan taat untukmu,”

واعلم أن للأوراد أثراً كبيراً في تنوير القلب وضبط الجوارح، ولكن لا يظهر ويتأكد إلا عند المواظبة والتكرار وفعل كل ورد منها في وقت يخصه

Ketahuilah, bahwa setiap wirid mempunyai pengaruh dalam menyinari hati dan menguasai anggota lahiriahnya. Namun pengaruh ini hanya bisa dirasakan oleh orang yang selalu bersungguh-sungguh, mengulang-ulang dan tepat waktu dalam berwirid.

فإن لم تكن ممن يستغرق جميع ساعات ليله ونهاره بوظائف الخيرات فاجعل لك أوراداً تواظب عليها في أوقات مخصوصة وتقضيها مهما فاتتك لتعتاد النفس المحافظة عليها، ومتى أيستْ منك النفس أنك لا تسمح بترك أورادك حتى تتداركها بالقضاء متى فاتت بادرت إلى فعلها في أوقاتها، وقال سيدي الشيخ عبد الرحمن السقاف رضي الله عنه: من لم يكن له ورد فهو قرد، وقال بعض العارفين: الواردات من حيث الأوراد فمن لم يكن له ورد في ظاهره لم يكن له وارد في سرائره

Apabila Anda tidak termasuk orang yang menghabiskan seluruh waktu malam dan siangnya untuk amal-amal baik, maka isilah sebagian waktu Anda dengan wirid, yang Anda amalkan secara rutin pada waktu-waktu tertentu, dan akan Anda ulangi jika terlewatkan, guna melatih jiwa supaya tetap memeliharanya. Jika nafsu Anda merasa putus asa terhadap Anda karena Anda tidak membiarkan wirid-wirid Anda tertinggal begitu saja, tetapi Anda segera mengulanginya jika ada yang terlewatkan, maka akhirnya nafsu Anda pun akan patuh melakukannya pada waktu-waktunya.

Sayyid Abdurrahman Assegaff r.a, berkata:

“Barangsiapa tidak punya wirid, maka ia adalah kera.”

Sebagian orang makrifat berkata:

“Waridat (limpahan karunia Allah) dapat dicapai dengan wirid. Dan barangsiapa tidak mempunyai wirid dalam lahiriahnya, maka ia pun tak akan mempunyai warid dalam di dalam jiwanya”

وعليك بالقصد ولزوم الوسط من كل أمر، وخذ من الأعمال ما تطيق المداومة عليه. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “أحب الأعمال إلى الله أدومها وإن قل” وقال عليه السلام: “خذوا من الأعمال ما تطيقون فإن الله لا يمل حتى تملوا” ومن شأن الشيطان -لعنه الله- أن يزين للمريد في مبدأ إرادته الاستكثار من الطاعات والإفراط فيها، وغرضه من ذلك أن يرده على عقبه بترك فعل الخير أصلاً، أو فعله على غير الوجه الذي ينبغي، ولا يبالي اللعين بأيهما دهاه. ثم إن الأوراد تكون في الأكثر صلاة نفل أو تلاوة قرآن أو قراءة علم أو ذكراً أو فكراً

Hendaklah engkau jujur dan berlaku adil dalam segala hal. Dan kerjakan segala amal ibadah secara rutin, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Saw:

“Amalan yang paling dicintai Allah ialah amal yang dikerjakan secara rutin, walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah)

Beliau juga bersabda:

“Tunaikanlah amal-amal semampumu, karena sesungguhnya Allah tak pernah bosan kecuali engkau sendiri yang akan bosan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di antara pekerjaan setan ialah mempengaruhi orang yang baru memulai tirakatnya, dengan memperbanyak ibadah hingga melampaui batas. Tujuan setan pada akhirnya supaya ia berbalik meninggalkan amal-amal baik, atau beramal dengan tujuan lain, dan setan tidak peduli mana yang akan ditimpakannya pada orang itu.

Kebanyakan wirid itu biasanya adalah berupa solat sunnah atau membaca Al-Qur’an, atau mengkaji ilmu, atau berzikir, atau berpikir.

ونحن نذكر نبذة من الآداب التي يحتاج إليها العامل بهذه الوظائف الدينية فنقول:

ينبغي أن يكون لك ورد من صلاة النفل زائد على النوافل الواردة تعين له وقتاً وتضبطه بعدد تطيق المداومة عليه، وقد كان من السلف الصالح رحمهم الله تعالى من ورده في اليوم والليلة ألف ركعة مثل الإمام علي بن الحسين رضي الله عنهما، ومنهم من ورده خمسمائة ركعة، ومنهم من ورده ثلثمائة ركعة، إلى غير ذلك

Hendaknya kamu melaksanakan solat sunnah (mutlag) selain solat sunnah yang warid (dianjurkan dan ditekankan) oleh Nabi Muhammad Saw pada waktu dan jumlah rakaat yang bisa dibuat rutinitas. Salah seorang ulama salaf, semoga Allah memberikan rahmat kepadanya, dia selalu mengerjakan solat seribu rakaat sehari semalam seperti yang dilakukan oleh Imam Ali bin Husain r.a ada juga yang mengerjakan lima ratus rakaat atau tiga ratus rakaat sehari semalam.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker