Zakat
(وعليك) إن كان لك مال تجب فيه الزكاة بإخراج زكاته طيبة بها نفسك قاصداً بها وجه الله، مبادراً بتمييزها وتفريقها عند حضور وقتها من غير تأخير، فإن فعلت ذلك درت عليك البركات وتضاعفت عليك أنواع الخيرات وصار مالك في حرز حصين من جميع الآفات.
(وعليك) بتمييز الزكاة ثم بتفريقها واجتنب ما يفعله بعض أبناء الدنيا، وذلك أن أحدهم لا يميز الزكاة عن ماله ولكن يصير كلما صادف مستحقاً أعطاه قسطاً وحَسَبًهُ حتى يستوفي القدر الواجب، ولا تأكل من ثمرك وزرعك الذي يجيء نصاباً عند الحصاد بعد بدو صلاحه حتى تعلم القدر الواجب منه جافاً.
وإن أردت أن تأكل من شجرة معينة فلا يجب عليك أن تعرف إلا القدر الواجب فيها فقط.
(واعلم) أن من يحتال في إسقاط الزكاة بهبة ونحوها أو يعطيها غير المستحقين مع العلم، أو يفرقها على مقتضى الهوى كالذي يخص بإعطائها من يعود عليه منه نفع عاجل لا يخرج من الدنيا حتى يعذبه الله بماله (ولعذاب الآخرة أكبر لو كانوا يعلمون).
وإذا كان هذا حال من يخرجها على غير الوجه المشروع، فكيف يكون حال من لا يخرج الزكاة رأساً (أولئك الذين اشتروا الضلالة بالهدى فما ربحت تجارتهم وما كانوا مهتدين).
وقد تقرر أن مانع الزكاة قرين تارك الصلاة في الشر وقد قاتل أبو بكر الصديق –رضي الله عنه- مانعي الزكاة وسماهم أهل الردة.
(وعليك) بإخراج زكاة الفطر عنك وعن كل من تلزمك نفقته وذلك إن استطعت.
(وعليك) بالإكثار من الصدقة وبالتصدق على الأرحام المحتاجين وأهل الخير المقلين خصوصاً فإن الصدقة تزكو ويزيد ثوابها بوضعها في مثل هذه المواضع.
(وعليك) بالتصدق بما تحب وبما يعز عليك؛ لتنال البر. قال الله تعالى: (لن تنالوا البر حتى تنفقوا مما تحبون)، وبالإيثار على نفسك عند الحاجة؛ لتصير من المفلحين، بالإسرار بالصدقة؛ فإن صدقة السر تطفئ غضب الرب. وتتضاعف على صدقة العلانية بسبعين ضعفاً وتسلم من طرق الرياء المفسد للأعمال، ولا تدع أن تتصدق كل يوم بشيء وإن قل وباكر به؛ فإن البلاء لا يتخطى الصدقة.
ولا تخيب سائلاً وقف ببابك ولو أن تعطيه تمرة فما دونها فإنه هدية الله إليك فإن لم تجد ما تعطيه فأحسن رده بلين من القول وجميل من الوعد، وإذا أعطيت مسكيناً شيئاً فأظهر له البشر والبشاشة واستشعر في نفسك أن له المنة عليك لقبوله منك عرضاً يسيراً حصل لك بسببه من الثواب حظ لو بذلت الدنيا بحذافيرها في مقابله لكنت رابحاً، وقد ورد أن اللقمة الواحدة يصير ثوابها عند الله أعظم من جبل أحد، ولا يمنعك من التصدق مخافة الفقر فإن ترك التصدق هو الذي يجلب الفقر، وأما التصدق فهو يجلب الغنى والسعة، حتى إن الذي يرغب في الدنيا لو أخذ يتصدق لعاد المدبر منها مقبلاً إليه وأمثاله معه.
(واعلم) أن للصدقة منافع عاجلة وآجلة، فمن منافعها العاجلة أنها تزيد في الرزق والعمر، وتدفع ميتة السوء، وتجلب الصحة للجسم والبركة للمال، ومن منافعها الآجلة أنها تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار، وتكون ظلاً على رأس صاحبها يوم القيامة، وستراً له من العذاب إلى غير ذلك من المنافع وما يذكر إلا من ينيب.
Hendaklah engkau bergegas memisahkan harta zakat yang wajib engkau keluarkan dari harta pokok, ketika telah tiba waktunya tanpa adanya penundaan. Jika kewajiban ini engkau kerjakan dengan hati yang tulus semata-mata mengharapkan keridaan Allah, maka turunlah keberkahan dan kebaikan yang berlimpah kepadamu dan terhindarlah hartamu dari segala bencana dan malapetaka.
Dan jauhilah kelakuan orang-orang cinta dunia yaitu bahwa mereka tidak memisahkan harta zakat dari harta pokok akan tetapi dia memberikan sebagian harta zakat setiap dia menemui al-mustahig sampai terpenuhi batas wajib mengeluarkan zakatnya. Ketika menuai kurma atau tanaman yang terkena kewajiban zakat, engkau tidak boleh memakannya sebelum kadar wajib zakat telah engkau keluarkan. Jika engkau ingin memakannya, hendaknya kau ambil bagian yang tidak termasuk kadar wajib zakat.
Ketahuilah, orang yang berusaha menggugurkan kewajiban zakat dengan menghibahkan atau memberikan kepada orang yang tidak berhak, padahal ia telah mengetahui orang yang berhak menerimanya, atau membagikan dengan nafsu seperti memberikan zakat kepada orang yang akan memberi imbalan padanya dengan segera, maka orang ini tidak keluar dari dunia sebelum disiksa dengan hartanya oleh Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Dan sesungguhnya siksa di akhirat itu lebih besar kalau mereka mengetahui.” (QS. az-Zumar: 26)
Orang yang sudah mengeluarkan zakat tetapi tidak mentaati ketentuan ketentuan syariat itu masih disiksa, bagaimana halnya orang yang tidak mengeluarkan zakat? Allah telah menyebutkan dalam Al Qur’an,
“Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 16)
Orang yang tidak mau mengeluarkan zakat sama dengan orangorang yang meninggalkan solat, dalam kejahatan. Bahkan Khalifah Abu Bakar, telah memerangi pengekang zakat dan mengategorikan orang itu dari golongan murtad.
Wajib bagimu mengeluarkan zakat fitrah untuk dirimu sendiri dan orang-orang yang engkau tanggung nafkahnya, kewajiban ini jika engkau mampu.
Hendaklah engkau selalu bersedekah kepada keluarga dekatmu dan orang-orang yang selalu berbuat baik. Sebab, amalan inilah yang membersihkan jiwamu dan menambah nilai pahalamu.
Bersedekahlah dengan harta yang paling engkau cintai dan engkau pun sayang untuk mengeluarkannya karena harta itulah yang akan mengantarkan dirimu pada puncak kebaktian, sesuai dengan firman Allah dalam surat Ali-Imran ayat 92:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu bersedekah sebagian harta yang kamu cintai.”
Hendaknya engkau juga selalu mendahulukan kepentingan orang ain daripada kepentinganmu sendiri, agar engkau tergolong orang-orang yang sukses. Biasakanlah bersedekah secara rahasia, karena sedekah rahasia itu dapat meredam murka Allah, memiliki paha tujuh puluh kali lipat di atas sedekah secara terang-terangan, serta menghindarkan diri dari riya’ yang senantiasa menggugurkan pahala,
Hendaklah engkau selalu bersedekah setiap hari, walaupun sedikit Bersedekalah pagi pagi, karena ia penolak bencana dan malapetaka.
Jangan engkau biarkan pengemis berdiri di depan pintu rumahmu, berilah ia sesuatu walaupun hanya sebiji kurma, atau bahkan kurang dari itu. Dan itu merupakan hadiah dari Allah kepadamu. Jika engkau tidak menemukan sesuatu untuk diberikan, maka tolaklah dengan lemah lembut dan berjanjilah untuk memberinya di lain hari. Pada saat memberi, lakukanlah dengan senang hati disertai wajah yang berseriseri. Seharusnya engkau pun sadar bahwa penerimaan pengemis itu merupakan penghargaan atas dirimu, karena ja sudi menerima kekayaanmu yang sedikit yang karenanya engkau mendapat pahala yang banyak. Jika engkau mau menyerahkan seluruh kekayaanmu yang ada di bumi ini dengan pahala sedekah itu, maka engkau masih untung. Diriwayatkan pula bahwa sedekah dengan sesuap makanan pahalanya lebih besar di sisi Allah SWT daripada gunung Uhud.
Janganlah enggan bersedekah karena takut miskin, karena sesungguhnya sedekah itulah yang menjadikan engkau kaya. Sebaliknya, enggan bersedekah dapat menyebabkan engkau miskin sehingga orang yang ditinggalkan dunia, kalau ia mau memulai bersedekah, niscaya dunia akan datang kepadanya.
Ketahuilah bahwa sedekah mengandung banyak manfaat di dunia dan akhirat.
Beberapa manfaat yang diperoleh di dunia antara lain, bertambahnya rezeki dan umur, terhindar dari Su-ul khatimah. terpelihara kesehatannya, hartanya menjadi barokah, dan lain-lain.
Sedangkan manfaat di akhirat ialah terhapus dosa seperti air memadamkan api, sedekah tersebut menjadi naungan kepalanya terlindung dari siksa Allah di hari kiamat, dan lain sebagainya.









One Comment