Hendaklah engkau selalu cinta dan benci karena Allah karena sikap inilah yang menjadi tali pengikat keimanan.
Sabda Rasulullah Saw:
“Sebaik-baik amal ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah SWT” (HR. Abu Dawud dari Abi Dzar)
Apabila engkau mencintai seorang hamba yang taat disebabkan oleh kepatuhan yang ia kerjakan dan membenci kepada pelaku kemaksiatan dikarenakan oleh kemaksiatan yang ia jalani tanpa adanya tujuan lain, maka engkau benar-benar termasuk dalam golongan orang yang cinta karena Allah dan benci karena Allah. Sebaliknya, jika di dalam hatimu tidak ada rasa cinta kepada ahli kebajikan karena kebaikan yang mereka kerjakan dan tidak membenci pelaku kemungkaran karena kemungkaran mereka, maka ketahuilah bahwa tingkat keimananmu masih lemah.
Bersahabat
Hendaklah engkau selalu bersahabat dengan orang-orang baik dan menghindari setiap pelaku kejahatan. Berkumpullah dengan orangorang saleh dan jauhi orang-orang zalim yang berlaku sewenang-wenang.
Rasulullah Saw bersabda:
“Kualitas agama seseorang tergantung pada sahabat karibnya. Oleh karena itu, ketahuilah dengan siapa dia bergaul dan bersahabat.” (al-Hadis)
Beliau juga bersabda:
“Berkumpul dengan orang saleh lebih baik daripada menyendiri, dan menyendiri lebih baik daripada bergaul dengan orang jahat.” (al-Hadis)
Ketahuilah bahwa berkumpul dengan orang-orang baik akan : menanamkan rasa cinta di dalam hatimu terhadap mereka dan mendorongmu untuk mengikuti jejak mereka, sama halnya dengan | berkumpul dan bergaul dengan orang-orang jahat yang senantiasa : menggugah hatimu untuk meniru perbuatan mereka.
Bila seseorang telah berkumpul dan bergaul dengan suatu kaum, baik dalam kebajikan ataupun kemaksiatan, sudah tentu ia pun akan mencintai kaum itu. Dan seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap orang akan selalu bersama dengan orang-orang yang ia cintai di dunia dan akhirat.
Hendaklah engkau selalu bersikap lemah lembut dan penuh kasih . sayang terhadap sesama makhluk Allah, dan janganlah sekali-kali engkau bersifat keras dan kasar terhadap mereka.
Sabda Rasulullah Saw :
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bersikap lemah lembut. Dan barangsiapa tidak mengasihi sesamanya, maka ia pun tidak dikasihi oieh yang lain.” (HR. Thabrani)
Beliau juga bersabda:
“Orang beriman ialah orang yang mau mengasihi dan bersahabat dengan sesamanya. Dan tak ada kebaikan bagi orang yang tak berkasih sayang dan bersahabat.” (al-Hadis)
Pendidikan
Hendaklah engkau pun mendidik orang-orang yang bodoh, menunjukkan jalan lurus bagi mereka yang tersesat dan mengingatkan orang-orang yang terlena dengan segala tipuan dunia.
Jangan engkau tinggalkan perbuatan-perbuatan itu semua sambil berkata, “Yang mampu mengajar dan mengingatkan hanyalah ulama yang mengamalkan ilmunya. Sedangkan aku bukanlah orang yang mampu melaksanakannya. Dan aku pun tak kuasa untuk menunjukkan jalan pada orang lain, karena kemampuan itu hanya dimiliki oleh tokoh-tokoh agama berakhlak baik.” Ucapan-ucapan itu adalah bisikan setan yang selalu menggoda.
Pendidikan dan pengarahan merupakan rangkaian amal yang selalu didasari dengan ilmu. Mereka tak akan menjadi tokoh-tokoh agama, kecuali dengan anugerah Allah, mengamalkan ilmu dengan taat kepada Allah dan menunjukkan umat manusia ke jalan Allah. Jika engkau merasa tidak pantas untuk hal itu, maka tidak apa-apa. Yang tercela adalah orang yang menyeru pada jalan yang tidak benar.
Menghibur Orang Lain
Hendaklah engkau menghibur hati orang yang sedang bersedih, bersikap ramah tamah pada orang lemah, memberi semangat hidup kepada orang yang ditimpa kemelaratan, memberi jalan keluar pada orang yang mempunyai problematika kehidupan serta meminjamkan uang pada orang yang berhutang. Telah diriwayatkan bahwa pahala pemberi hutang melebihi pahala orang yang bersedekah sebanyak tujuh puluh kali lipat. Hutang di sini mempunyai nilai tambah, kareng seseorang tak akan berhutang kecuali ia dalam keadaan yang sangat mendesak. Hendaklah engkau selalu mengunjungi orang yang tertimpa musibah.
Sabda Nabi Saw:
“Barangsiapa mengunjungi orang yang tertimpa musibah untuk menghibur hatinya, ia mendapatkan pahala seperti orang yang tertimpa musibah itu.” (HR. Turmudzi dari Ibnu Mas’ud)
Janganlah kau merasa gembira jika salah satu dari saudaramu muslim telah tertimpa musibah. Rasulullah Saw bersabda,
“Janganlah merasa gembira jika salah satu di antara saudaramu mendapat musibah, karena Allah akan segera memberi kesehatan kepadanya dan menimpakan bencana-Nya kepadamu.” (HR. Turmudzi dari Watsilah)
Jangan sekali-kali engkau cela saudaramu muslim yang telah berbuat dosa. Karena, barangsiapa mencela dosa saudaranya, maka ja tak meninggal dunia sebelum ia mendapat bala’ yang setimpal dari Allah.
Hendaklah engkau selalu memberi jalan keluar pada orang yang tertimpa bencana, membantu orang yang sedang membutuhkan dan menutupi aib orang yang berbuat dosa.
Sabda Rasulullah Saw:
“Barangsiapa memberi kemudahan atas orang yang tertimpa kesusahan, Allah memberi kemudahan atas dirinya. Barangsiapa menutupi cela sesama muslim, Allah menutupi celanya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa memberi jalan keluar dari kesusahan sesama muslim di dunia, Allah Memberi jalan keluar dari kesusahannya di hari kiamat. Barangsiapa (membantu) kebutuhan saudaranya, Allah pun akan membantu kebutuhannya. Dan Allah menolong seseorang selama ia menolong saudaranya.” (al-Hadis)
Menghilangkan Gangguan-gangguan di Jalan
Hendaklah engkau selalu menghilangkan gangguan-gangguan yang ada di jalan kaum muslimin, baik berupa duri atau kotoran, karena itu merupakan salah satu cabang keimanan.
Sabda Rasulullah Saw:
“Saya melihat seseorang berjalan-jalan di dalam surga, sebagai balasan karena ia telah memotong ranting berduri yang menghalangi jalan kaum muslimin.” (al-Hadis)









One Comment