Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Risalatul Muawanah Karya Habib Al Haddad

Amar ma’ruf dan nabi munkar

وعليك بالأمر بالمعروف والنهي عن المنكر فإنه القطب الذي عليه مدار الدين، ولأجله أنزل الله الكتب وأرسل المرسلين، وقد انعقد على وجوبه إجماع المسلمين، وتظاهرت نصوص الكتاب والسنة على الأمر به والتحذير من تركه. قال الله تعالى: (ولتكن منكم أمة يدعون إلى الخير ويأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر وأولئك هم المفلحون).

وقد وصف الله المؤمنين في غير موضع من كتابه بالأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، و حظهم في بعض المواضع على الإيمان، وفي بعضها على إقامة الصلاة وإيتاء الزكاة، وقال تعالى: (لُعن الذين كفروا من بني إسرائيل على لسان داود وعيسى بن مريم ذلك بما عصوا وكانوا يعتدون كانوا لا يتناهون عن منكر فعلوه لبئس ما كانوا يعملون) وقال تعالى: (واتقوا فتنة لا تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة) الآية.

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من رأى منكم منكراً فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه فإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان”.

وقال صلوات الله وسلامه عليه: “والذي نفسي بيده لتأمرنَّ بالمعروف ولتنهونَّ عن المنكر أو ليوشكن الله أن يبعث عليكم عذاباً منه ثم تدعونه فلا يستجيب لكم”.

وقال عليه الصلاة والسلام: “ليس منا لم يرحم صغيرنا ويوقر كبيرنا ويأمر بالمعروف وينهى عن المنكر”.

(واعلم) أن الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر فرض كفاية إذا قام به البعض سقط الحرج عن الباقين، واختص الثواب بالقائمين به، وإذا لم يقم به أحد عم الحرج كافة العالمين به القادرين على إزالته.

والواجب عليك إذا رأيت من يترك معروفاً أو يفعل منكراً أن تعرفه بكون ذلك معروفاً أو منكراً، فإن لم يدعه فعليك بوعظه وتخويفه، فإن لم ينزجر فعليك بتغييره وقهره بالضرب وكسر آلة اللهو المحرمة وإراقة الخمر ورد الأموال المغصوبة من يده إلى أربابها. وهذه الرتبة لا يستقل بها إلا من بذل نفسه لله، أو كان مأذوناً له من جهة السلطان، وأما الرتبتان الأولتان أعني التعريف والوعظ فلا يقصر عنهما إلا جاهل مخبِّط أو عالم مفرِّط.

(واعلم) أن الأمر بالمعروف واجب، والنهي عن المحرم واجب والأمر بالمندوب والنهي عن المكروه مستحب.

(وعليك) إذا أمرت بمعروف أو نهيت عن منكر ولم يُسمع لك، بمفارقة موضع المنكر وهجر مرتكبه حتى يفيء إلى أمر الله.

(وعليك) بكراهة المعاصي وكراهة المصرين عليها وبغضهم في الله وهذا واجب كل مؤمن.

وإذا ظُلمت أو شُتمت فظهر عليك من الغضب وتغير الوجه ووجدت من كراهة الفعل والفاعل ما لا يكون مثله ولا أعظم منه عند سماعك المنكر ومشاهدته، فتحقق أنك ضعيف الإيمان وأن عرضك ومالك أعز عليك من دينك.

وإذا علمت وتحققت أنك إذا أمرت بمعروف أو نهيت عن منكر لا يستمع لك ولا يقبل منك أو علمت أنه يحصل عليك بسببه ضرر ظاهر في نفسك أو مالك جاز لك السكوت وصار الأمر والنهي بعد أن كان واجباً من الفضائل العظيمة الدالة من فاعلها على محبة الله وإيثاره على من سواه، وأما إذا علمت أن المنكر يزيد بسبب النهي أو يتعدى الضرر إلى غيرك من المسلمين فالسكوت حينئذ أولى وربما وجب.

(وإياك) والمدهنةَ فإنها من الجرائم وهي أن يكون الحامل لك على السكوت الخوف من فوات مال أو جاه أو نفع يكون من قبل المباشر للمنكر أو غيره من الفسقة.

 (وعليك) إذا أمرت أو نهيت بالإخلاص لله تعالى، والرفق وحسن السياسة، وإظهار الشفقة؛ فما اجتمعت هذه الخصال في عبد مع كونه عاملاً بما أمر به مجتنباً لما نهى عنه إلا كان لكلامه صولة وهيبة في الصدور ووقع في القلوب وحلاوة في الأسماع وقل أن يُرَدَّ عليه مع هذا كلامه، وكل من تحقق بمراقبة الله والتوكل عليه وتخلَّق بالرحمة على عباده لم يقدر أن يملك نفسه عند مشاهدة المنكر حتى يزيله أو يحال بينه وبين ذلك بما لا قدرة له على دفعه.

(وإياك) والتجسُّسَ وهو طلب الوقوف على عورات المسلمين ومعاصيهم المستورة، قال عليه السلام: “من تتبع عورة أخيه المسلم تتبع الله عورته حتى يفضحه ولو في جوف بيته”.

*    *    *

(واعلم) أن المعصية إذا سترت لم تضر إلا مرتكبها فإذا ظهرت ولم تغير عم ضررها.

(وعليك) إذا تفاحش ظهور المعاصي والمنكرات في موضع أنت فيه وأيست من قبول الحق بالعزلة فإن فيها السلامة، أو بالهجرة إلى موضع آخر وهي أولى فإن العذاب إذا نزل على موضع يعم الخبيث والطيب ويكون للمؤمن الذي لم يقصر في نصرة دين الله كفارة ورحمة ولغيره عقاباً ونقمة والله أعلم.

Dalil Amar Makruf Nahi Munkar

Hendaklah engkau selalu beramar makruf nahi mungkar, yaitu memerintah ke arah kebaikan dan mencegah diri dari kemungkaran. Karena hal itu merupakan sendi pokok agama dan karena itu pula Allah menurunkan Al-9ur’an dan mengutus para rasul-Nya. Para ulama memutuskan bahwa amar makruf nahi mungkar hukumnya wajib. Hal ini didasarkan pada nash Al-Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah Saw

Allah SWT berfirman:

“Dan hendaklah ada di antara kamu, umat yang menyeru kepada kebaikan, menyeru yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung. ” (QS. Ali-Imran: 104)

Dalam ayat lain Allah SWT menegaskan,

“Telah dikutuk orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Nabi Dawud dan Nabi Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan kemungkaran yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah sesuatu yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. al-Maidah: 78-79)

Dalam ayat yang lain Allah SWT juga berfirman:

“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orangorang yang zalim saja di antara kamu.” (QS. al-Anfal: 25)

Sabda Rasulullah Saw,

“Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaknya ia cegah dengan kekuasaannya, jika tak mampu maka dengan lisannya, dan jika ia pun tidak mampu, maka dengan hatinya yakni dengan membenci perbuatan itu, dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Ahmad dari Abi Said)

Sabda Nabi Saw,

“Demi Zat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, hendaklah kamu menyampaikan amar makruf nahi munkar, ataukah Allah benar-benar mengirimkan atas dirimu siksa, kemudian kamu berdoa kepada-Nya, lalu Dia tidak mengabulkan doamu?” (al-Hadis)

Beliau juga bersabda:

“Bukan dari golonganku, orang yang tidak mengasihi kepada yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih dewasa serta tidak menyampaikan amar makruf nahi munkar.” (HR. Ahmad dan Turmudzi dari Ibnu Abbas)

Hukum Amar Makruf Nahi Munkar

Ketahuilah, bahwa amar makruf nahi munkar hukumnya fardu kifayah. Jika ada sebagian telah mengerjakannya, maka gugurlah kewajiban itu dari yang lain. Sedangkan pahalanya hanya diprioritaskan kepada yang menyerukan dan menegakkannya. Sebaliknya, jika tidak ada satu pun yang menyerukannya, maka beban dosa ditanggung oleh seluruh umat manusia, khususnya mereka yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya.

Wajib bagimu ketika melihat seseorang yang meninggalkan kebajikan dan mengerjakan kemungkaran untuk memberinya nasihat dan ancaman. Jika ia tidak mendengarnya, maka paksa dan pukullah dia serta hancurkan alat-alat yang ia gunakan untuk berbuat kemungkaran seperti bejana dan botol-botol minuman keras serta kembalikanlah harta dan barang yang telah ia rampas kepada pemiliknya yang sah.

Cara kekerasan ini hanya dapat disampaikan oleh mereka yang benar-benar rela mengorbankan dirinya karena Allah atau telah mendapatkan izin dari pemerintahan, sedangkan dua cara sebelumnya | wajib dilaksanakan oleh setiap muslim kecuali bagi orang-orang jahil Jang tak mempedulikan agamanya dan orang-orang pandai yang tak tengamalkan ilmunya.

Ketahuilah bahwa perintah melaksanakan kewajiban dan melarang tindakan haram hukumnya wajib. Sedangkan perintah menjalankan sesuatu yang sunnah dan melarang tindakan makruh hukumnya sunnah.

Sikap Mubaligh

Jika engkau telah menyampaikan amar makruf nahi munkar, tetapi tidak didengar, digubris oleh orang, maka hendaknya engkau memisahkan diri dari kemungkaran itu dan pelakunya sehingga ia kembali menjalankan perintah Allah SWT.

Hendaklah engkau selalu membenci kemaksiatan dan para pelakunya. Sebab benci karena Allah, wajib bagi setiap mukmin. Jika dengan sikapmu itu engkau diperlakukan sewenang-wenang bahkan diperolokkan hingga membuatmu marah dan wajahmu berubah, maka sadarilah bahwa imanmu masih lemah, karena engkau lebih mengutamakan ketenaran, kehormatan dan kekayaan daripada agamamu.

Apabila engkau yakin bahwa dakwahmu tidak dihiraukan atau bahkan menimbulkan resiko atas diri dan hartamu, maka engkau diperbolehkan diam, sedangkan amar makruf nahi munkar yang semula wajib dalam keadaan seperti ini, maka amalan ini merupakan amalan teragung yang dilakukan oleh pelakunya demi kecintaan pada Allah SWT.

Akan tetapi jika menurut pendapatmu pencegahan kemungkaran itu justru menambah kesengsaraan bagi orang lain khususnya kaum muslimin, maka diam lebih baik, bahkan kadang-kadang menjadi wajib.

Mudahanah

Hindari mudahanah karena mudahanah termasuk perbuatan dosa, yakni tidak menyampaikan amar makruf nahi munkar karena takut kehilangan materi, diturunkan dari jabatan dan terbuai dengan keuntungan yang diperoleh dari orang yang menjalankan kemungkaran dan orang-orang fasik.

metode Berdakwah

Hendaklah engkau selalu menyampaikan amar makruf nahi munkar dengan ikhlas karena Allah, lemah lembut disertai dengan kasih sayang.

Apabila sifat-sifat itu telah menyatu dalam diri seorang hamba yang senantiasa mengerjakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, sudah barang tentu kata-katanya akan didengar, nasihatnya akan berkesan dan tak seorang pun dari pendengarnya yang mampu menyanggah pernyataannya.

Barangsiapa mendekatkan diri pada Allah SWT, bertawakal kepadaNya serta menghiasi diri dengan sifat kasih sayang pada sesama hamba Allah, maka ia tidak akan membiarkan segala macam kemaksiatan yang ada di depannya, sehingga ia menghilangkannya atau menghalanghalanginya jika ia tak mampu menghalaunya.

Larangan Memata-matai

Janganlah engkau memata-matai orang lain untuk mencari keburukan dan kemaksiatan yang dikerjakannya, khususnya saudaramu sesama muslim.

Nabi Saw bersabda:

“Barangsiapa mencari aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan mencari aibnya sehingga Allah membuka aib yang ada dalam rumahnya.” (al-Hadis)

Ketahuilah, bahwa segala kemaksiatan yang tersembunyi tak akan pembawa dampak negatif, kecuali bagi pelakunya. Tetapi sebaliknya, bila kemaksiatan sudah tersebar maka bencana pun akan turun secara merata.

Uzlah (Mengucilkan Diri)

Bila kemaksiatan dan kemungkaran sudah merajalela di daerahmu dan engkau pun merasa putus asa dengan dakwahmu yang tak didengar, maka sebaiknya engkau mengucilkan diri dan hijrah ke tempat lain demi memperoleh keselamatan, karena azab yang diturunkan pada tempat tertentu akan menimpa setiap orang baik yang jahat maupun yang baik.

Azab yang ditimpakan pada orang yang beriman dan selalu menolong agama Allah merupakan penghapus dosa dan rahmat. Sedangkan bagi lainnya, merupakan siksa dan murka dari Allah. Wallahu A’lam.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker