Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Risalatul Muawanah Karya Habib Al Haddad

Solat sunnah mutlak lebih baik dikerjakan setelah solat sunnah mugayyad (solat sunnah yang ditentukan waktunya) dengan jumlah rakaat yang paling sempurna, seperti jika ingin mengerjakan solat sunnah mutlak setelah solat gabliyah, kerjakan dulu jumlah rakaat qabliyah yang paling sempurna, jika bermaksud solat sunnah mutlak sesudah solat Dhuha, kerjakan dulu jumlah rakaat solat Dhuha yang paling sempurna.

Solat Witir

Hukumnya adalah sunnah muakkad bahkan sebagian ulama berpendapat wajib.

Sabda Rasulullah Saw:

“Sesungguhnya Allah itu ganjil, Allah menyenangi yang ganjil, maka solatlah witir, wahai ahli Duran.” (HR. Turmudzi dari Ali)

Beliau juga bersabda:

“Solat witir itu hak (benar) dan siapa yang tidak solat witir, ia bukan termasuk golonganku.” (HR. Abu Dawud dan Hakim dari Buraidah)

Jumlah maksimal pada solat witir ialah 11 rakaat dan minimal 3 rakaat. Solat witir lebih utama dikerjakan pada akhir malam bagi yang sudah terbiasa dan ada kesanggupan untuk mengerjakannya.

Sesuai dengan sabda Rasulullah Saw:

 “Jadikanlah akhir solat malammu itu witir.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud dari Ibnu Umar)

Dan bagi mereka yang tidak terbiasa untuk mengerjakannya di akhir malam, maka sebaiknya mereka solat witir sesudah solat Isya.

Solat Dhuha

Solat Dhuha itu mengandung banyak berkah dan manfaat. Maksimal dikerjakan delapan rakaat, atau dua belas rakaat, minimal dikerjakan dua rakaat.

Waktu terbaik untuk melaksanakannya ialah saat menjelang Siag dan sudah melewati seperempatnya (sekitar pukul 09.00).

Sabda Rasulullah Saw:

“Setiap pagi seluruh persendianmu wajib disedekahi. Setiap tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan amar makruf nahi munkar, semuanya merupakan sedekah. Dan kesemuanya dapat diganti dengan hanya mengerjakan solat Dhuha dua rakaat.”

Jika tak ada lagi keterangan tentang keutamaan solat Dhuha selain hadis ini maka telah mencukupi.

Solat Awabin

Solat sunnah awabin adalah solat yang dikerjakan antara Maghrib dan Isya, dikerjakan maksimal dua puluh rakaat, dan biasanya dilakukan enam rakaat.

Rasulullah Saw bersabda:

“Barangsiapa solat (sunnah) di antara Maghrib dan Isya 2 rakaat, maka Allah mendirikan rumah (untuknya) di surga.”

Beliau juga bersabda:

“Barangsiapa solat (sunnah) enam rakaat setelah solat Maghrib, tanpa diselingi dengan pembicaraan kotor, maka solat tersebut mampu mengimbangi ibadah selama dua belas tahun.” (HR. Turmudzi)

Telah dijelaskan dalam beberapa hadis dan sunnah Rasulullah tentang keutamaan menghidupkan waktu antara Maghrib dan Isya. Dalam hal ini, Ahmad bin Abi al-Hawariy bertanya pada gurunya, Syekh Abu Sulaiman:

“Wahai guru, mana yang lebih utama, puasa di siang hari atau menghidupkan waktu antara Maghrib dan Isya dengan amal saleh?”

“Kerjakan kedua-duanya,” jawab gurunya.

“Tetapi saya tak mampu mengerjakan keduanya. Karena, jika saya berpuasa, waktu antara Maghrib dan Isya adalah saat sibuk untuk berbuka.”

“Kalau demikian tinggalkan puasa dan isilah waktu antara Maghrib dan Isya dengan amal saleh.”

Aisyah r.a berkata:

“Rasulullah Saw tidak memasuki rumahku sesudah solat Isya, kecuali beliau sudah solat empat atau enam rakaat (yang beliau kerjakan antara Maghrib dan Isya).

Sabda Rasulullah Saw:

“Solat sunnah empat rakaat (antara Maghrib dan Isya itu) seperti solat empat rakaat yang dilaksanakan ketika malam lailatul qadar.”

Solat Malam

Hendaklah engkau selalu solat sunnah di malam hari, karena sabda Rasulullah Saw:

“Solat yang paling utama sesudah solat fardu adalah solat (sunnah) di malam hari.”

Beliau juga bersabda:

“Keutamaan solat malam hari di atas solat di siang hari, sama seperti keutamaan sedekah secara rahasia di atas sedekah secara terang-terangan.” (HR. Thabrani dan Abu Nuw’aim dari Ibnu Mas’ud)

Diriwayatkan pula bahwa sedekah secara rahasia melebihi keutamaan sedekah secara terang-terangan, sebanyak tujuh puluh lipat.

Sabda Rasulullah Saw:

“Hendaklah kamu selalu mendirikan solat malam. Karena sesungguhnya solat malam itu kebiasaan orang-orang saleh sebelummu, ia mendekatkan dirimu kepada Tuhanmu, menghapus dosa-dosamu, mencegahmu dari perbuatan dosa serta menolak penyakit di dalam tubuh.” (HR. Ahmad, Turmudzi, Hakim dan Baihaqi)

Ketahuilah, bahwa orang yang mengerjakan solat sesudah solat Isya berarti sudah mengerjakan “solat lail”. Sebagian ulama salaf mengerjakan solat di awal malam sebagai wiridnya, tetapi bangun sesudah tidur di malam hari itu berguna untuk membikin marah setan dan melatih jiwa. Di samping itu ada pula rahasia yang menakjubkan yaitu solat Tahajjud, yang diperintahkan Allah kepada Rasul-Nya di dalam firman-Nya:

“Dan pada sebagian malam hari bersolat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu.” (QS. al-Isra: 79)

Dan dari Atsar sahabat:

“Allah kagum oleh perbuatan hamba-Nya yang bangkit dari tempat tidurnya dan dari sisi isterinya untuk mengerjakan solat (tahajjud). Dia lalu membangga-banggakan sang hamba di hadapan para malaikat-Nya, serta menghadapkan wajah-Nya yang mulia kepada si hamba.”

Ketahuilah bahwa, sungguh sangat buruk sekali apabila ada orang yang menuntut jalan akhirat namun ia tidak bangun malam (untuk solat). Bukankah seorang penuntut jalan akhirat itu selalu menginginkan tambahan dan bersiap-siap menerima nafahat sepanjang waktu. Sabda Rasulullah Saw: 

“Sesungguhnya di malam hari terdapat waktu yang (mustajabah) dan bila seorang muslim memohon kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat, Allah pasti memberinya. Dan waktu itu ada pada setiap malam” (HR. Muslim dari Jabir)

Telah dijelaskan di berbagai kitab suci yang diturunkan sebelumnya, bahwa Allah berfirman:

“Berdustalah, orang yang mengaku cinta kepada-Ku tetapi setiap malam ia selalu tidur, dan melupakan-Ku. Dan bukankah orang yang mencintai sesuatu senang berdampingan dengan yang dicintainya.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker