Fiqh

Terjemahan Kitab Riyadhul Badi’ah

Penutup: Tasawuf Singkat

Sebaiknya setiap orang ikhlas dalam seluruh amalnya, ba sedikit maupun banyak, baik ucapan maupun perbuatan. Jika tida khlas, maka anda termasuk orang riya yang dipermainkan oleh seta dan tidak mendapatkan pahala dari perbuatan anda pada hari kiamat kelak.

Ikhlas tertinggi adalah hanya bertujuan Allah semata dalam ibadah, yaitu melakukan ibadah hanya dengan maksud dekat kepada Allah, tidak yang lain, yaitu berbuat demi makhluk atau ingin pujian dari orang lain atau hal lainnya, misalnya ibadah bertujuan agar mendapat pahala di akhirat atau diberi kemuliaan Allah di dunia, namun seseorang tidak keluar dari ikhlas jika bertujuan pahala akhirat atau diberi kemuliaan di dunia serta diselamatkan dari marabahaya dunia. Ikhlas masing-masing orang sesuai dengan tingkatannya. Kalangan abrar (orang yang berbakti kepada Allah) ikhlasnya tertinggi adalah amal perbuatannya bersih dari riya yang jelas, riya yang samar dan menuruti keinginan nafsu demi meraih janji Allah kepada orangorang yang ikhlas yaitu pahala yang agung dan selamat dari ancaman Allah kepada orang-orang yang tidak ikhlas yaitu siksa yang pedih. Dia tidak lagi memandang makhluk dalam kebaktiannya dan dia tetap pada kedudukannya.

Sedangkan muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah), mereka sama sekali tidak melihat diri mereka dalam perbuatannya. Ikhlas mereka adalah menyaksikan keesaan Allah dalam membuat dia bergerak dan membuat dia tenang tanpa memandang diri mereka mempunyai daya maupun upaya. Ini adalah magam Shidiq yang menyempumakan ikhlas, Perbuatan abrar disebut amal lillah (perbuatan karena Allah) dan perbuatan shidig disebut amal billah (perbuatan dengan Allah).

Hendaknya dia berhubungan baik dengan sesama manusia dalam seluruh urusan dunia dan agama agar dia selamat saat bertemu dengan Allah dengan mati. Yaitu dengan cara mengasihi kaum muslimin dan bersikap santun kepada orang-orang zalim. Atau dengan memaafkan orang-orang bodoh dan berbuat baik kepada orang-orang yang berbuat baik. Atau dengan bersikap baik kepada hewan, sebagaimana dikatakan Fudhail: “Jika hamba berbuat baik dengan seluruh kebaikan, namun dia bersikap buruk kepada ayam yang dia miliki, dia belum termasuk orang yang berbuat baik”.

Hendaknya dia selalu wudlu, sebab dalam hadis Qudsi disebutkan:

“Hai Musa, jika kamu tertimpa musibah, sedangkan kamu tidak dalam keadaan wudlu, maka jangan sampai kami mengritik selain dirimu sendiri.”

Dan sabda Nabi:

“Hendaknya kamu selalu suci, maka rezeki dilapangkan padamu.”

Hendaknya dia selalu zikir Allah dan zikir merupakan tharigah yang paling manjur untuk meraih ridha Allah. Namun zikir tidak bisa mengusir setan, kecuali setelah hati suci. Diriwayatkan: “Barangsiapa mengucapkan:

“Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, Tuhan yang Esa, Menjadi tujuan, tidak beranak, tidak diperanakkan dan tiada yang setara dengan Dia.” sebanyak sebelas kali, maka Allah menulis untuknya dua ribu kebaikan. Barangsiapa menambah, maka Allah menambahnya.

Dan memperbanyak membaca Al-Qur’an dalam seluruh waktu, khususnya permulaan siang dan akhirnya serta permulaan malam dan akhirnya. Apalagi bulan Ramadhan. Abu Umamah Al Bahili ra berkata: “Aku mendengar Nabi saw bersabda:

“Bacalah Al-qur’an, karena sesungguhnya ia hadir pada hari kiamat memberi syafa ‘at kepada pembacanya.” (HR. Muslim)

Abu Said Al Khudri ra berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: “Barangsiapa disibukkan oleh Al-qur’an dari zikir Aku dan meminta-Ku, maka Aku beri dia yang terbaik dari apa yang Aku berikan kepada peminta.”

Ibnu Umar ra berkata: ” Rosulullah saw bersabda:

“Tiga orang tidak ditakutkan oleh terkejut besar dan tidak terkena hisab, berada di atas bukit pasir dari misik, sampai hisab para makhluk diselesaikan: lelaki yang membaca Al-Qur’an karena mencari ridha Allah dan dengannya dia mengimami kaum sedangkan mereka ridha, pemanggil yang memanggil untuk shalat karena mencari ridha Allah Azza wa Jalla dan hamba yang membaikkan antara dia dengan Tuhannya dan antara dia dengan hamba sahayanya.” (HR. Thabarani)

Hendaknya dia memperbanyak shalat sunat, khususnya ahli ibadah. Abu Hurairah meriwayatkan hadis Qudsi, bahwa Allah berfirman:

“Dan hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan sunat-sunat sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku menjadi telinga yang dengannya dia mendengar, matanya yang dengannya dia melihat, tangannya yang dengannya dia memukul dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Maka dengan Aku dia mendengar, dengan-Ku dia memukul dan dengan-Ku dia berjalan. Sungguh jika meminta-Ku, Aku pasti memberinya dan sungguh jika berlindung pada-Ku pasti Aku melindunginya.”

Hadis tersebut artinya Allah menolongnya, seperti hamba menggunakan anggota-anggota badannya untuk mewujudkan keinginannya.

Hendaknya dia memperbanyak istighfar. Redaksi istighfar banyak sekali, di antaranya adalah:

“Aku meminta ampun kepada Allah Maha Agung yang tiada tuhan selain Dia, Maha Hidup, Berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Redaksi yang lain diriwayatkan oleh Nasa’, bahwa Abu Hurairah ra berkata: “Aku tak pernah melihat orang yang lebih banyak mengucapkan istighfar di bawah daripada Nabi saw:

“Aku meminta ampun kepada Allah dan dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Redaksi lainnya adalah sabda Nabi saw: “Kifarat masjid adalah:

“Aku meminta ampun kepada-Mu ya Allah dan dan aku bertaubat kepada-Mu.”

Redaksi yang lain adalah Sayid Istighfar:

“Ya Allah Engkau Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku hamba-Mu dan aku di atas perjanjian-Mu dan Janji-Mu selama aku mampu. Aku berlindung pada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat. Aku kembali pada-Mu dengan nikmat-Mu padaku dan aku kembali dengan dosaku. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Apalagi pada akhir malam, sebab itu saat terkabulnya doa. Tidak mengapa jika anda mengucapkan munajat di bawah ini pada akhir malam:

“Tuhanku, sungguh telah dekat ajalku, sudah lemah kekuatanku dan aku datang pada-Mu dengan beberapa dosa yang tidak bisa dipikul oleh gunung-gunung serta tidak bisa dibasuh oleh lautanlautan. Aku memintaampunan pada-Mu, wahai Maha Pengampun.”

Hendaknya juga membaca shalawat. Shalawat termasuk ibadah paling agung dan hal yang paling penting bagi orang yang ingin dekat kepada Allah, sebab shalawat berarti tawasul dengan Nabi saw,

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker