Fiqh

Terjemahan Kitab Riyadhul Badi’ah

Kemudian kembalilah ke posisi semula di hadapan Nabi saw, tawassullah untuk diri sendiri dan mintalah syafa’at kepadanya. Kemudian pindahlah ke posisi kepala Nabi dan menghadap kiblat sambil berdiri di dekat tiang yang merupakan tanda posisi kepala beliau, sehingga anda berposisi di antara kubur dan tiang. Pujilah Allah dan agungkanlah Dia dan berdoalah hal yang anda inginkan untuk dirimu dan orang lain. Setelah itu, berjalanlah ke Raudhah dan di sana perbanyaklah zikir dan doa, khususnya shalawat dan salam kepada Nabi saw.

Sebaiknya selalu bersikap santun dan tata krama selama berada di Madinah dan melakukan i’tikaf di masjid Nabi saw setiap kali masuk. Lakukan shalat di masjid mulia itu dengan jama’ah dan hendaknya memperbanyak puasa, sedekah, membaca Al-Qur’an dan ibadah lainnya. Perhatikanlah hal tersebut, sebab mukim di Madinah termasuk kesempatan emas sepanjang masa. Hendaknya kesempatan itu anda gunakan sebaik-baiknya dan curahkan seluruh waktu untuk melakukan perbuatan penting dan jangan biarkan kesempatan itu sia-sia belaka.

Selama mukim di Madinah, hendaknya anda setiap hari berziarah ke kubur Baqi’ setelah mengucapkan salam kepada Nabi saw, khususnya hari Jum’at. Setelah tiba di kubur Baqi’, ucapkan: “Assalamu’alaikum wahai negeri orang-orang mukmin. Sungguh kami akan menyusul kalian. Ya Allah, ampuni orang-orang yang dikubur ini Bagi’ ini.” Sebaiknya anda menuju kubur-kubur terkenal dan yang terbaik anda pertama kali menuju kubur Utsman bin Affan, sebab dia orang paling mulia di Baqi’. Sebagian ulama berpendapat, pertama kali menziarahi kubur Ibrahim putra Nabi saw.

Masukilah kubur Utsman dan ucapkan salam: “Assalamu’alaikum, wahai Amirul Mukminin Utsman, wahai pengumpul Al-qur’an, wahai menantu Rasulullah dua kali, wahai orang yang membiayai pasukan perang Usrah, wahai orang yang membeli sumur Maudah dan mewakafkannya untuk kaum muslimin. Ya Allah, kami bersaksi bahwa dia khalifah kebenaran dan imam yang adil. Dia terbunuh sebagai syahid dan teraniaya di rumahnya. Maka tempatkanlah dia ya Allah pada tempat hamba-hamba yang berbakti dan bangkitkanlah kami pada kelompok Muhammad saw dan kelompok Utsman.” Setelah itu, berdoalah sesuai keinginan.

Kemudian masuklah ke kubur Abbas ra dan ucapkan: “Assalamu’alaikum wahai Abu Fadhl Abbas, Pakde Nabi saw, wahai orang yang menjadi tawasul penduduk Madinah untuk memperoleh air hujan.” Kemudian berdoalah sesuai keinginan. Di dalam kubah Abbas, terdapat kubur Fathimah binti Rasulullah, Hasan bin Ali, Ali Zainal Abidin bin Husain, putranya Muhammad AI Baqir dan putranya Ja’far Ash Shadiq. Konon kepala Husain dimakamkan di Ba1i” di dekat kubur Sang Ibu, Fathimah. Hendaknya ucapkanlah salam kepada mereka semuanya secara gelobal dan ucapkan: “Assalamu’alaikum, wahai Ahli Bait Nabi dan sumber risalah. Rahmat dan berkah semoga tercurah bagi kalian, wahai Ahli Bait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji dan Maha Agung. Allah hanya berkehendak menghilangkan kotoran dari kalian dan mensucikan kalian sesuci-sucinya .”

Ucapkan salam kepada masing-masing dari mereka dan ucapkan salam kepada Fathimah dengan ucapan: “Assalamu’alaikum wahai Ibunda Hasan Husain, wahai mutiara yang terjaga, wahai wanita bersinar yang rajin ibadah, wahai Putri Rasulullah saw.”

Ucapkan salam kepada Hasan dengan ucapan: “ Assalamu’alaikum wahai cucu Nabi Muhammad, wahai penyejuk pandangan Nabi pilihan, wahai Putra Pedang Allah yang terhnus, wahai cucu putra putri Rasulullah, wahai orang yang dengannya Allah mendamaikan kaum muslimin, wahai bapak para ulama.” Ucapkan salam ini kepada Husain.

Kemudian ucapkan salam kepada Zainal Abidin: “Assalamu’alaikum wahai imam ulama yang mengamalkan ilmunya, wahai keturunan kenabian, wahai orang yang mulia ayahnya.” Ucapkan salam kepada Muhammad Al Baqir: “Assalamu’alaikum wahai pemilik kemuliaan yang tinggi dan keagungan yang besar, wahai putra Zainal Abidin, wahai kebangaan ulama yang mengamalkan ilmunya. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh.”

Lalu ucapkan salam kepada Ja’ far Ash Shadiq: “Assalamu’alaikum wahai Ja far Ash Shadiq, wahai cahaya hidayah, wahai panutan dalam ilmu dan amal perbuatan, wahai cabang yang suci dan diri yang tinggi, Ya Allah, demi kemuliaan mereka pada-Mu, terimalah ziarah kami dan kasihanilah kehinaan kami.” Setelah itu, berdoalah sesuai keinginan.

Kemudian berjalanlah menuju kubur Ibrahim putri Nabi dan ucapkan: “Assalamu’alaikum wahai Tuanku Ibrahim, putra Rasulullah, wahai penyejuk mata Nabi, wahai manusia yang paling mulia ayahnya. Semoga Allah menggabungkan kami dengan kelompok Ayahmu dan kelompokmu.” Setelah itu, berdoalah sesuai keinginan. Pada kubah Ibrahim, terdapat kubur saudarinya Ruqayyah, kubur Utsman bin Madh’un dan kubur Fathimah binti Asad ibu Ali ra, kubur Abdur Rahman bin Auf, kubur Sa’d bin Abu Waggash, kubur Abdullah bin Mas’ud, kubur Hubaisy bin Hudzafah dan kubur Sa’d bin Zurarah. Demikian dikatakan Ibnu Hajar. Ucapkanlah salam kepada mereka dan berdoalah sesuai keinginan.

Setelah itu, berjalanlah menuju kubah Aqil bin Abdu Abdullah, di mana terdapat kubur Abdullah bin Ja’ far Ath Thayyar bin Abu Thalib. Berdirilah untuk keduanya dan ucapkan: “Assalamu’alaikum, wahai tuanku Agil bin Abu Thalib. Assalamu’alaikum wahai tuanku Abdullah bin Ja’far Ath Thayyar. Assalamu’alaikum wahai dua saudara sepupu Rasulullah. Ada riwayat, bahwa kubur Abdullah bin Ja’far termasuk tempat terkabulnya doa. Sebagian ulama menuturkan, bahwa Aqil bin Abu Thalib meninggal dunia di Syam dan kubur tersebut adalah kubur Abu Sufyan bin Harits, Pakde Nabi saw.

Pada kubah Aqil bin Abu Thalib terdapat kubur para istri Nabi. Berdirilah di dekat mereka dan ucapkan salam kepada mereka: “Assalamu’alaikum wahai para Ibu kaum muslimin, wahai wanitawanita mulia, wahai wanita-wanita yang memilih Allah dan Rasulullah atas harta benda yang hina.” Seluruh istri Nabi kuburnya di sana, kecuali Khadijah dan Maimunah. Khadijah kuburnya di Makah dan Maimunah kuburnya di Saraf.

Tutuplah ziarah anda dengan menzirahi kubur Shafiyyah binti Abdul Muthalib, saudara Hamzah dan Bude Nabi saw serta ibu Zubair bin Awwam ra. Berdirilah di dekatnya dan ucapkan: “Assalamu’alaikum wahai Shafiyyah binti Abdul Muthalib, wahai Bude Rasulullah, wahai saudara singa Allah Hamzah yang berperang melawan musuh di jalan Allah.

Setelah itu, hendaknya anda berziarah ke Uhud dan menziarai para syahid di sana. Yang terbaik adalah ziarah hari Kamis dan berangkat setelah subuh. Mulailah dengan pimpinan mereka, Hamzah Pakde Rasulullah. Ada pendapat, bahwa di kubur ini terdapat pula kubur keponakan Hamzah, Abdullah bin Jahsy. Di kubah ini hanya ada dua orang tersebut. Adapun kubur yang ada di dekat kepala Hamzah adalah kubur lelaki dari Turki yang mengurus kubah ini. Ketika berdiri di hadapan Hamzah, ucapkan: “Assalamu’alaikum wahai Pakde Rasulullah, wahai singa Allah dan singa Rasulullah, wahai orang yang berjuang demi Allah dengan sesungguhnya. Saya bersaksi bahwa engkau berjihad demi Allah sampai engkau gugur. Semoga Allah memberi balasan yang baik untukmu atas nama Islam dan muslimin.” Kemudian ucapkan: “Assalamu’alaikum tuanku Abdullah bin Jahsy, wahai orang yang gugur demi Islam dan muslimin. Semoga Allah mengangkat derajat kalian berdua di surga Iliyyin.” Kemudian berdoalah dengan wasilah keduanya sesuai keinginan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker