AMIL JAZEM
Amil jazem, yaitu amil yang menjazemkan fiil mudhari’ itu ada delapan belas dan terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menjazemkan satu fiil dan bagian kedua menjazemkan dua fiil.
Amil Jazem yang Menjazemkan Satu Fiil :
Bagian pertama dari amil jazem, yakni yang menjazemkan satu fiil itu ada tujuh, yaitu:
- Lam ( ), contoh:
- Lammaa ( ), contoh:
- Alam ( ), contoh:
- Alammaa ( ), contoh:
- Lam ( ) ‘Amar (lam yang menunjukkan arti perintah dan doa), contoh:
- Laat | ) Nahi (Laa yang menunjukkan arti larangan) dan Laa doa, contoh:
- Tholab (tuntutan), apabila fa’ ( ) yang ada pada fiil mudhari’ sesudahnya gugur dan dimaksudkan sebagai jawaban tuntutan tersebut, contoh::
Kata dalam kalimat di atas adalah fiil mudhari’ yang didahului oleh tholab, yaitu ! . Fiil mudhari’ tersebut dii’rab jazem dengan alamat membuang huruf ilat wawu. Yang menjazemkan adalah tholab tersebut.
Amil Jazem yang Menjazemkan Dua Fiil
Bagian kedua dari amil jazem, yakni amil jazem yang menjazemkan dua fiil itu ada sebelas, yaitu:
- Int ( ), contoh:
- Maa ( ), contoh:
- Mant ( ), contoh:
- Mahmaa ( ), contoh:
- Idzmaa ( ), contoh:
- Ayyun ( ), contoh:
- Mataa ( ), contoh:
- Ayyaana (. ), contoh:
- Ainamaa (. ), contoh:
- Annaa (. ). contoh:
- Haitsumaa ( ), contoh:
Amil jazem yang berjumlah sebelas tersebut, semuanya adalah isim, kecuali In ( ) dan Idzmaa (. ), keduanya adalah huruf, Fiil Syarat dan Fiil Jawab
Fiil mudhari’ pertama yang dijazemkan oleh amil jazem yang menjazemkan dua fiil itu disebut fiil syarat dan fiil mudhari’ yang kedua disebut fiil jawab atau jaza’.
“Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu ….”
Kata dalam kalimat di atas adalah fiil mudhari’ pertama yang dijazemkan oleh In ( ). Fiil ini disebut fiil syarat, sedangkan kata : adalah ftil mudhari’ kedua yang dijazemkan oleh Fill kedua ini disebut flil jawab.
Ketentuan yang Berlaku untuk Jawab
Apabila jawab tidak sah jika dijadikan syarat, maka jawab harus disertai fa’ ( ), contoh:
Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Kata dalam kalimat di atas adalah fiil syarat yang mesti memerlukan jawab. Dalam kalimat di atas yang menjadi jawab , adalah kalimat ala jumlah arena kalimat jawab tidak bisa dijadikan syarat, karena ia jumlah ismiyyah, maka harus disertai fa’ ( ), sebagaimana dalam ayat:
“.. Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku …..”
Kata dalam kalimat di atas adalah fiil syarat yang memerlukan jawab. Dalam kalimat di atas yang menjadi jawab adalah kalimat.” Karena kalimat jawab ini tidak bisa dijadikan syarat, karena ia tholab, maka harus disertai fa’ ( ), sebagaimana dalam ayat:
“Dan apa saja kebaikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)nya ….”
Kata dalam kalimat di atas adalah fiil syarat yang memerlukan jawab. Dalam kalimat di atas yang menjadi jawab adalah kalimat yang didahului oleh huruf . Oleh karena itu, harus disertai fa” (), sebagaimana dalam ayat.
Atau disertai idzaa fujaiyyah, seperti:
“Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, ” Tiba-tiba mereka berputus asa.”
Huruf Jazem Selain yang Tersebut di Atas
Pengarang kitab Al-Jurumiyah menerangkan, bahwa Kaifamaa termasuk bagian amil jazem, contoh:
Bagaimanapun kamu mengerjakan, maka saya pun mengerjakan.
Pendapat yang mengatakan, bahwa Kaifamaa sebagai amil jazem adalah Mazhab Kufi, tetapi kami tidak menjumpai bukti dalam kalam Amutsal Arab. Kadang-kadang lafal idzaa “ah itu dapat menjazemkan, tetapi hanya dalam syair, seperti:
“Merasalah cukup engkau, selama Tuhanmu menyerahkan kekayaan kepadamu, Apabila engkau tertimpa musibah, maka bersabarlah.”
“Apabila engkau tertimpa musibah, maka mohonlah kecukupan, Dan kepada yang memberi segala kenikmatan, memohonlah. “








One Comment