Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Mutammimah Al Jurumiyah

HAAL (KETERANGAN KEADAAN)

Definisi Haal

Haal (keterangan keadaan) adalah isim yang dibaca nashab, yang menjelaskan keadaan fail atau maf’ul, atau keduanya yang belum jelas. Contoh Haal yang menerangkan keadaan fail:

– Zaid datang dengan naik kendaraan.

Kata “   “ dalam kalimat di atas dibaca nashab, karena menjadi Haal atau menerangkan keadaan fail (Zaid) ketika datang.

– Maka Musa keluar dari kota itu dengan rasa takut.

Kata “   “« dalam ayat di atas dibaca nashab, karena menjadi Haal atau menerangkan keadaan fail berupa dhamir mustatir (Musa) ketika keluar dari kota Mesir.

Contoh Haal yang menerangkan keadaan maf’ul:

– Saya menunggang kuda dengan berpelana.

Kata “   dalam kalimat di atas dibaca nashab, karena berkedudukan menjadi Haal, yakni menerangkan keadaan maf’ul, yaitu . kata

– Kami mengutusmu kepada segenap manusia dengan menjadi rasul.

Kata“   “ dalam ayat di atas dibaca nashab, karena menjadi Haal, yakni menerangkan keadaan maf’ul yang berupa dhamir”   “.

Contoh Haal yang menerangkan keadaan fail dan maf’ul:

– Saya bertemu Abdullah dengan naik kendaraan.

Kata “  “ dalam contoh di atas dibaca nashab, menjadi Haal,  menerangkan keadaan maf’ul dan fail.

Syarat-syarat Haal

Haal itu disyaratkan:

  1. Terdiri dari Isim Nakirah. Apabila ada Haal terdiri dari Isim Makrifat, maka bars di-takwil-kan nakirah. Contoh:

– Zaid datang dengan sendirian.

Kata “   “ dalam kalimat di atas dibaca nashab menjadi haal. Karena ia isim makrifat, maka harus di-takwil nakirah. Takwil-nya adalah:

– Zaid datang dengan sendirian.

  1. Terdiri dari Isim Musytaq. Apabila ada haal terdiri dari Isim Jamid, maka harus di-takwil musytag. Contoh:

– Gadis itu tampak dengan bulan (bagaikan bulan).

Kata “  “ adalah isim jamid. Dalam kalimat di atas dibaca nashab menjadi haal. Karena tidak memenuhi ketentuan, maka harus di-takwil musytaq, sehingga susunannya menjadi:

Kata  di-takwil dengan 

– Saya tidak menjualnya dengan timbang terima.

Kata   dalam contoh di atas dibaca nashab menjadi haal. Karena kata tersebut jamid, sedangkan haal itu harus berupa kata musytaq, maka kata yang jamid tersebut harus di-rakwil menjadi  , musytaq. Takwil adalah

– Masuklah kalian dengan seorang-seorang.

Kata “  “ dalam kalimat di atas dibaca nashab menjadi haal.   Karena kata “   “ itu jamid, sedangkan haal itu harus musytaq, maka harus di-takwil menjadi musytag. Takwil   adalah .

  1. Jatuh sesudah kalimat yang sempurna. Artinya, haal itu tidak termasuk bagian pokok kalimat, tetapi bukan berarti kalimat yang sempurna tadi tidak memerlukan haal, dengan dalil firman Allah:

– Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong.

Syarat-syarat Shahibul Haal

Shahibul Haal (kata yang diterangkan keadaannya) itu harus terdiri dari isim makrifat, sebagaimana dalam contoh-contoh di atas. Tetapi ada juga Shahibul Haal terdiri dari isim Nakirah, sebab ada Musawwigh (hal yang membolehkan). Di antara perkara yang membolehkan Shahibul Haal berupa isim nakirah adalah:

  1. Mendahulukan haal dan mengakhirkan shahibul haal. Contoh:

– Di dalam rumah itu terdapat seorang laki-laki dalam keadaan duduk.

Kata “   “ adalah shahibul haal (yang diterangkan keadaannya). Sedangkan kata adalah haal (yang menerangkan keadaan Shahibul haal).

Kata adalah nakirah, mestinya yang menjadi Shahibul haal itu harus makrifat. Tetapi dalam susunan di atas boleh, sebab posisi haal mendahului shahibul haal-nya yang nakirah.

  1. Di-takhsish dengan cara meng-idhafat-kan pada kata lain. Contoh:

– Dalam empat hari yang genap.

Kata   dalam ayat di atas menjadi shahibul haal, yang haal-nya berupa kata . Shahibul haal tersebut (   ) adalah nakirah, tetapi di-takhsish dengan cara mudhaf pada kata .

  1. Didahului oleh Nafi. Contoh:

Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri pun, kecuali setelah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan.

Kata   dalam ayat di atas adalah nakirah dan menajdi shahibul haal yang haal-nya adalah kalimat   Kata   meski-pun nakirah, boleh menjadi shahibul haal, sebab jatuh sesudah huruf nafi (  ).

  1. Di-takhsish dengan sifat. Contoh:

“Dan setelah datang kepada mereka sebuah kitab dari Allah (Alguran) yang membenarkan.”

Kata   dalam ayat di atas adalah nakirah dan menjadi Shahibul Haal yang haal-nya berupa kata   Kata   tersebut meskipun nakirah, boleh menjadi Shahibul Haal, sebab telah di , takhsish dengan sifat

 Macam-macam Haal

Haal itu ada yang mufrad, sebagaimana dalam contoh-contoh di atas. Ada pula yang berupa zharaf, jer majrur dan jumlah.

Contoh haal yang terdiri dari zharaf ialah:   lihat bulan  

– Saya melihat bulan dalam keadaan di antara mendung.

Kata   adalah zharaf makan yang berkedudukan menjadi haal dari kata Contoh haal yang terdiri dari jer majrur ialah:

– Maka Qarun keluar kepada kaumnya dengan kemegahannya.

Kata   dalam ayat di atas adalah jar majrur yang berkedudukan sebagai haal dari dhamir mustatir pada lafal Contoh haaL yang terdiri dari jumlah ialah:

  1. Jumlah Ismiyah:

 Pak guru datang sedangkan para siswa tidak ada.

  1. Jumlah Fi’liyah:

Seorang siswi datang dengan naik kendaraan.

Haal yang berupa jumlah khabariyyah (kalimat berita) itu mengandung rabith berupa:

  1. Wawu ( ) dan dharnir. Contoh:

Mereka pada keluar dari rumah-rumah mereka, sedang mereka itu, berjumlah ribuan.

Kalimat   adalah jumlah ismiyah yang berkedudukan sebagai haal dari shahibul haal berupa dhamir mustatir pada kata  Antara haal dan shahibul haal di sini dihubungkan dengan rabirth berupa wawu (  ) dan dhamir yang kembali (rujuk) pada shahibul haal.

  1. Dhamir. Contoh:

Turunlah kamu semua, sebagian kalian menjadi musuh sebagian yang in.

  1. Wawu ( ). Contoh:

Jika ia sungguh dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat).

Kalimat dalam kalimat di atas adalah jumlah ismiyah yang menjadi haal dari shahibul haal (  ). Haal dan shahibul haal dalam klalimat dihubungkan dengan rabith berupa wawu (  )saja.

Sedangkan dhamir  dalam kalimat di atas tidak dapat dianggap sebagai rabirh, karena tidak kembali pada shahibul haal.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker