Tanda I’rab Jazem
I’rab Jazam itu mempunyai dua tanda, yaitu sukun, sebagai tanda asli dan membuang, sebagai tanda pengganti sukun.
Tempat Tiap-tiap Tanda
- Sukun Sukun menjadi tanda I’rab Jazam bertempat pada Fiil Mudhari’ yang sahih akhirnya, yang tidak bersambung dengan sesuatu. Contoh:
“Dan Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak seorang pun yang setara dengan Dia”.
- Membuang
Membuang menjadi tanda I’rab Jazam itu bertempat pada dua tempat, yaitu:
- Fiil Mudhari’ yang huruf terakhirnya berupa huruf illat. Huruf illat itu adalah Alif, Wawu dan Ya’. Contoh:
— Dan tidak takut (kepada siapa pun), selain kepada Allah.
= Dan barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah.
— Dan barangsiapa yang ditunjukkan Allah.
- Fi’il yang ketika rafa’ ditandai dengan Nun (AP’alul Khamsah). Contoh:
— Jika kamu berdua bertobat.
— Jika kalian bersabar dan bertawakal.
= Dan janganlah kamu khawatir dan Janganlah (pula) bersedih hati.
Penjelasan:
Kata dalam kalimat bentuk asalnya adalah , kemudian Alif (. )nya dibuang sebagai tanda I’rab Jazam.
Kata dalam kalimat , bentuk asalnya adalah kemudian Wawu (. )nya dibuang sebagai tanda I’rab Jazam .
Kata dalam kalimat bentuk asalnya adalah kemudian Ya’ ( ) nya dibuang sebagai tanda I’rab Jazam.
Kata dalam kalimat , bentuk asalnya adalah , kemudian Nun ( )nya dibuang sebagai tanda I’rab Jazam, karena ia fiil mudhari’ yang bertemu dengan alif tatsniyah.
Kata dalam kalimat , bentuk asalnya adalah , kemudian Nun (. )nya dibuang sebagai tanda I’rab Jazam, karena ia fi’il mudhari’ yang bersambung dengan Wawu (. ) jamak.
Kata dalam kalimat bentuk asalnya adalah kemudian Nun (. )nya dibuang, sebagai tanda I’rab Jazam, sebab ia berupa fiil mudhari’ yang bersambung dengan ya (. ) mu’annats mukhathabah.








One Comment