MAF’UL MUTLAQ
Definisi Maf’ul Mutlaq
Maf’ul Muthlag adalah mashdar pelengkap yang mengukuhkan amilnya, menjelaskan macam atau bilangannya. Contoh mashdar yang mengukuhkan makna amil-nya adalah:
– Dan Allah telah berbicara kepada Musa, dengan pembicaraan langsung.
Kata dalam ayat di atas adalah mashdar yang disebutkan untuk . mengukuhkan makna amilnya, yaitu kata:
– Saya memukul Zaid dengan pukulan yang sebenarnya.
Contoh mashdar yang menjelaskan macam (jenis) makna amilnya adalah:
– Lalu Kami azab mereka, seperti azab dari yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.
Kata dalam ayat di atas adalah mashdar, yang disebutkan untuk menjelaskan jenis atau sifat siksaan.
– Saya telah memukul Zaid, seperti pukulan penguasa.
Kata dalam contoh di atas adalah mashdar, yang disebutkan untuk menjelaskan jenis atau sifat pukulan terhadap Zaid.
Contoh mashdar yang menjelaskan bilangan makna amilnya adalah:
– Lalu mereka berdua dibenturkan sekali bemuran.
Kata dalam ayat di atas adalah mashdar, yang disebutkan untuk menjelaskan jumlah (bilangan) pekerjaan amil. ,
– Saya memukul Zaid dengan dua kali . pukulan.
Pembagian Maf’ul Muthlag
Maf’ul Muthlag itu ada dua, yaitu lafzhi dan maknawi.
Maf’ul muthlag lafzhi adalah maf’ul muthlag yang lafalnya sama dengan lafal fiilnya, seperti dalam contoh-contoh di atas.
Maf’ul muthlag maknawi adalah maf ul muthlag yang terdiri dari kata yang maknanya sama dengan makna fiilnya. Contoh:
-Saya telah duduk dengan duduk yang sebenarnya.
Kata adalah kata mashdar yang berkedudukan sebagai maf’ul muthlag. Karena kata maknanya sama dengan makna fiilnya, yaitu , maka disebut maf’ul muthlag maknawi.
Pengertian Mashdar
Mashdar adalah isim yang menunjukkan arti kejadian, yang berasal dari fail. Definisi mashdar yang mudah dipahami adalah kata yang jatuh pada urutan ketiga dalam tashrif, yaitu sesudah fiil madhi dan fiil mudhari’. Contoh:
- (fill madhi)
- (fiil mudhari)
- (mashdar).
Kata-kata yang Boleh Dibaca Nashab Menjadi Maf’ul Muthlag
Ada beberapa kata yang dibaca nashab menjadi maf’ul muthlag, meskipun kata tersebut bukan mashdar. Kata tersebut hanya sebagai pengganti mashdar, seperti kata dan yang dimudhafkan pada mashdar, Adad (bilangan) dan nama-nama alat. Contoh:
– Janganlah kalian terlalu cenderung.
Kata Kedalam ayat di atas dibaca nashab, karena (menggantikan mashdar) sebagai maf’ul muthlag.
– Seandainya dia mengada-adakan sebagian perkatan atas nama Kami ………
Kata dalam ayat di atas dibaca nashab, karena (menggantikan mashdar) sebagai maf’ul muthlag.
– Maka cambuklah mereka delapan puluh kali cambukan.
Kata dalam ayat di atas adalah termasuk adad (bilangan). Ia dibaca nashab, karena (menggantikan mashdar) sebagai maf’ul muthlag. Sedangkan kata dibaca nashab sebagai tamyiz.
– Saya telah memukulnya dengan cambuk (tongkat).
Kata dalam kalimat di atas dibaca nashab, karena mengganti kedudukan mashdar sebagai maf’ul muthlag. Susunan aslinya adalah:
– Saya telah memukulnya dengan pukulan cambuk atau tongkat.
Kemudian kata dibuang dan digunakan kata yang berarti alat pemukul.









One Comment