Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Mutammimah Al Jurumiyah

AT-TAUKID

Definisi

Taukid adalah isim yang ikut pada isim sebelumnya, untuk menegaskan maksud sebenarnya dari isim yang diikuti.

Pembagian Taukid

Taukid itu ada dua macam, yaitu:

  1. Taukid Lafzhi.
  2. Taukid Maknawi

Taukid Lafzhi 

Taukid Lafzhi adalah taukid dengan cara mengulangi kata pertama, baik berupa:

  1. Isim, seperti:
  1. Fiil, seperti:

“Telah datang kepadamu telah datang kepadamu, orang-orang yang telah menyusulmu, maka berhentilah, berhentilah.”

  1. ‘ Huruf, seperti:

 “Tidak, aku tidak membuka percintaan Bitsnah, sesungguhnya dia telah mengadakan perjanjian-perjanjian denganku.”

  1. Kalimat, seperti:

Saya telah memukul Zaid, saya telah memukul Zaid.

Taukid Maknawi

Taukid Maknawi itu terdiri dari kata-kata yang telah dikenal, yaitu:

  1. Nafsun ( )
  2. ‘Ainun ( )
  3. Kullun ( )
  4. Jamii’un ( )
  5. ‘Aammatun ( ) .
  6. Kilaa ( )
  7. Kiltaa ( )

Syarat-syarat Taukid Maknawi

Taukid Maknawi itu harus mengandung dhamir yang cocok dengan kata yang ditaukidi dalam hal mufrad, tatsniyah, jamak, mudzakkar dan muannats. .

 Taukid Maknawi dengan kata   dan   itu boleh dirangkap atau digunakan keduanya untuk satu muakkad, dengan  . syarat kata  didahulukan, seperti:

Penggunaan Lafal-lafal Taukid Maknawi

Lafal (. ) dan (. ) itu harus digunakan mentaukidi kata yang mufrad, contoh:

Ali berpidato sendiri.

Lafal jamak dari dan jamak dari itu digunakan mentaukidi kata yang berbentuk tatsniyah dan jamak. Contoh:

Telah datang dua Zaid, mereka berdua sendiri.

Telah datang dua Zaid, mereka berdua sendiri.

Telah datang orang-orang yang bernama Zaid diri mereka sendiri.

Telah datang orang-orang yang bernama Zaid diri mereka sendiri.

Lafal   dan   digunakan untuk mentaukidi kata yang berbentuk mufrad dan jamak, tidak bisa digunakan untuk mentaukidi isim tatsniyah, contoh:

  1. Mufrad Mudzakkar:

– Telah datang pasukan tentara seluruhnya.

– Telah datang pasukan tentara seluruhnya.

– Telah datang pasukan tentara seluruhnya.

  1. Mufrad Muannats:

-Telah datang kabilah, semuanya.

– Telah datang kabilah, semuanya.

– Telah datang kabilah, semuanya.

  1. Jamak Mudzakkar:

– Telah datang para pejuang, seluruhnya.

– Telah datang para pejuang, seluruhnya.

– Telah datang para pejuang, seluruhnya.

  1. Jamak Taksir:

– Telah datang para lelaki, semuanya.

– Telah darang para lelaki, semuanya.

– Telah darang para lelaki, semuanya.

  1. Jamak Muannats:

-Telah datang para wanita, seluruhnya.

– Telah datang para wanita, seluruhnya.

– Telah datang para wanita, seluruhnya.

Lafal  dan   digunakan untuk mentaukidi isim tatsniyah, contoh:

-Telah datang dua Zaid, keduanya.

-Telah datang dua Zaid, keduanya.

Mentaukidi Kata yang Sudah Ditaukidi

Apabila ada kata yang sudah ditaukidi hendak ditaukidi, maka boleh memakai kata-kata sebagai berikut:

  1. diletakkan sesudah . contoh:
  1. , diletakkan sesudah , contoh:
  1. , diletakkan sesudah , contoh:
  1. , diletakkan sesudah   , contoh:

Kadang-kadang lafal taukid   dan itu  . digunakan tanpa didahului oleh lafal  , seperti:

– Dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.

Kadang-kadang lafal taukid  itu diikuti oleh lafal   dan , contoh:

Lafal   dan itu berarti sama.

Hukum Taukid

Taukid itu harus mengikuti muakkad (kata yang ditaukidi) dalam hal i’rab yang meliputi rafa’, nashab dan jer serta dalam hal makrifatnya. Menurut ulama Bashrah, isim nakirah itu tidak boleh ditaukidi dengan isim nakirah.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker