Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Mutammimah Al Jurumiyah

NAKIRAH DAN MAKRIFAT

Pembagian Isim

Isim ditinjau secara umum dan khusus itu ada dua, yaitu: Nakirah dan Makrifat.

  1. Isim Nakirah

Isim Nakirah, merupakan isim yang asli, yaitu setiap isim yang umum, mencakup segala macam jenisnya dan tidak tertentu, seperti:

  = Seorang laki-laki.

  = Seekor kuda.

  = Sebuah kitab (buku). Untuk lebih mudah dimengerti dapat dikatakan, bahwa Isim Nakirah, adalah setiap isim yang bisa dimasuki alif dan lam (   ), seperti:

            menjadi

            menjadi

            menjadi

Atau setiap isim yang menduduki posisi isim yang layak menerima alif dan lam (   ), seperti kata:            yang bermakna memiliki (.  ).

Kata   yang berarti orang yang mempunyai adalah isim nakirah yang tidak bisa menerima al, tetapi berstatus seperti kata   yang dapat menerima al, menjadi   . Contoh dalam kalimat:

   = Orang yang berilmu telah datang. Kalimat ini sama           dengan .

  1. Isim Makrifat

Isim Makrifat itu ada enam macam, yaitu:

  1. Isim Dhamir, merupakan isim yang paling makrifat
  2. Isim Alam.
  3. Isim Isyarah.
  4. Isim Mausthul.
  5. Isim yang dimasuki Al.
  6. Isim yang mudhaf pada salah satu isim makrifat tersebut.

ISIM DHAMIR

Definisi Dhamir

Mudhmar dan Dhamir adalah dua nama yang dipergunakan sebagai kata ganti orang pertama (mutakallim), seperti   (saya), kata ganti orang kedua (mukhathab), seperti   (engkau) atau kata ganti orang ketiga (ghaib), seperti          (dia).

Pembagian Dhamir

Dhamir itu terbagi menjadi dua, yaitu dhamir mustatir (tersimpan) dan dhamir bariz (tampak).

  1. Dhamir Mustatir

Dhamir Mustatir adalah dhamir yang tidak tampak bentuk lafalnya. Ketidak tampakannya itu adakalanya wajib, seperti dhamir yang diperkirakan pada:

– Fiil Amar Mufrad Mudzakkar. Contoh:   dan

– Fiil Mudhari’ yang didahului ta” untuk orang kedua tunggal dan Mudzakkar. Contoh:   dan  

– Fil Mudhari” yang didahului alif, untuk orang pertama tunggal.   Contoh:    dan   

– Mudhari” yang didahului nun untuk orang pertama jamak. Contoh:

Adakalanya juga ketidaktampakannya itu bersifat jawaz, seperti dhamir yang diperkirakan ada pada susunan kata:

            = Zaid berdiri.

            = Hindun berdiri.

Dhamir Mustatir itu pasti berkedudukan rafa” sebagai fail atau naibul fail. Contoh:

            = Zaid sedang membaca Algur-an.

            = Algur-an itu sedang dibacakan.

  1. Dhamir Bariz

Dhamir Bariz adalah dhamir yang bentuk lafalnya tampak. Dhamir Bariz itu terbagi menjadi dua, yaitu Murtashil dan Munfashil.

Dhamir Muttashil

 Dhamir Muttashil adalah dhamir yang tidak boleh diletakkan di permulaan kalimat dan tidak boleh berada sesudah huruf  , Seperti ta” (.  )yang ada pada lafal:    dan kaf (.  ) pada lafal:

Dhamir Munfashil

Dhamir Munfashil adalah dhamir yang dapat dijadikan permulaan kalimat dan boleh jatuh sesudah huruf  , Seperti ucapan:

  = Saya seorang mukmin.

  = Tidak ada yang berdiri, kecuali saya.

Pembagian Dhamir Muttashil

Dhamir Muttashil itu terbagi menjadi tiga, yaitu: Dhamir Muttashil yang beri ‘rab rafa’, dhamir Muttashil yang beri ‘rab nashab dan dhamir muttashil yang beri ‘rab jer.

  1. Dhamir Muttashil yang Beri’rab Rafa’

Dhamir mutaashil yang beri’rab rafa” itu seperti dalam contoh-contoh – berikut:

  — Saya telah memukul.

  — Kami telah memukul.

  — Kamu (laki-laki) telah memukul.

  — Kamu (perempuan) telah memukul.

   – Kamu berdua telah memukul.

   – Kamu semua (laki-laki) telah memukul.  

   — Kamu semua (perempuan) telah memukul.          

   — Dia (laki-laki satu) telah memukul.

   — Dia (perempuan satu) telah memukul.

    – Mereka berdua (laki-laki) telah memukul.

   — Mereka berdua (perempuan) telah memukul.

   — Mereka (laki-laki) telah memukul.

            — Mereka (perempuan) telah memukul.

  1. Dhamir Muttashil yang Beri’rab Nashab

Dhamir Muttashil yang beri’rab nashab itu, seperti tersebut dalam contoh-contoh berikut:

   — Dia telah memuliakan saya.

   — Dia telah memuliakan kami.

   — Dia telah memuliakan kamu (laki-laki).

   — Dia telah memuliakan kamu (perempuan).  

    — Dia telah memuliakan kamu berdua.

   — Dia telah memuliakan kamu (laki-laki) banyak.

   — Dia telah memuliakan kamu (perempuan) banyak.

    – Dia telah memuliakannya (laki-laki).

    — Dia telah memuliakannya (perempuan). |

    — Dia telah memuliakan mereka berdua.

     — Dia telah memuliakan mereka (laki-laki).

    — Dia telah memuliakan mereka (perempuan).

  1. Dhamir Muttashil yang Beri’rab Jer Dhamir Muttashil yang beri ‘rab jer itu sama dengan dhamir muttashil yang beri’rab nashab, hanya saja dhamir muttashil yang beri’rab jer, pasti dimasuki huruf jer, untuk membedakan dengan dhamir muttashil yang beri’rab nashab. Contoh:

Pembagian Dhamir Munfashil

Dhamir Muntashil itu terbagi menjadi dua, yaitu dhamir munfashil yang beri ‘rab rafa’ dan dhamir munfashil yang beri ‘rab nashab.

  1. Dhamir Munfashil yang Beri’rab Rafa’

Dhamir Muntashil yang beri’rab rafa’ itu ada dua belas kata, yaitu:

    – Saya (kata ganti orang pertama tunggal).

     — Kita (kata ganti orang pertama jamak).

     — Kamu (kata ganti orang kedua laki-laki tunggal).

     -Kamu (kata ganti orang kedua perempuan tunggal).

     – Kamu (kata ganti orang kedua laki-laki/perempuan tatsniyah atau dua).

      — Kalian (kata ganti orang kedua laki-laki jamak).

     – Kalian (kata ganti orang kedua perempuan jamak).

   – Dia (kata ganti orang ketiga laki-laki tunggal).

    -Dia (kata ganti orang ketiga perempuan tunggal).

   — Mereka (kata ganti orang kedua laki-laki perempuan tatsniyah).

      — Mereka (kata ganti orang kedua laki-laki jamak).

     – Mereka (kata ganti orang kedua perempuan jamak).

Semua dhamir munfashil tersebut di atas, apabila berada di permulaan kalimat, maka statusnya menjadi mubtada Contoh:

            – Aku-lah Tuhan kalian.

   – Kami adalah orang-orang yang mewarisi.

    -Engkau adalah penolong kami

    – Dia (Allah) adalah Tuhan kami.

  1. Dhamir Munfashil yang Beri’rab Nashab

Dhamir Munfashil yang beri’rab nashab itu ada dua belas kata, yaitu:

    – Kepadaku.

    – Kepada kami.

    – Kepadamu (laki-laki satu).

    – Kepadamu (perempuan satu).

    – Kepadamu berdua.

    – Kepada kalian (laki-laki).

    – Kepada kalian (perempuan).

    – Kepadanya (laki-laki satu).

     – Kepadanya (perempuan satu).

    – Kepada mereka berdua.

    – Kepada mereka (laki-laki banyak).

    -Kepada mereka (perempuan banyak)

Semua dhamir muntfashil yang beri’rab nashab tersebut, pasti statusnya dalam kalimat menjadi Maf’ul Bih (objek penderita), seperi . Contoh lengkapnya sebagai berikut:

            – Kepada saya Muhammad men hormat.

            – Kepada kami Muhammad menghormati

            – Kepadamu (laki laki) Muhammad menghormati.

     – Kepadamu (perempuan) Muhammad menghormati.

    – Kepadamu berdua Muhammad  menghormati.

    – Kepada kalian (laki-laki) Muhammad menghormati.

     – Kepada kalian (perempuan) Muhammad menghormati,

      – Kepadanya (laki-laki) Muhammad menghormati.

      – Kepadanya (perempuan) Muhammad menghormati.

      – Kepada mereka berdua Muhammad menghormati.

       – Kepada mereka (laki-laki banyak) Muhammad menghormati.

       – Kepada mereka (perempuan banyak) Muhammad menghormati.

Posisi Dhamir Muttashil dan Munfashil ketika. Berkumpul

Apabila masih dapat menggunakan dhamir muttashil, maka tidak boleh menggunakan dhamir munfashil. Karena itu, kalimat     (saya telah berdiri) tidak boleh digunakan, sebab masih dapat menggunakan susunan     (saya telah berdiri). Susunan kalimat     tidak boleh digunakan, sebab masih dapat menggunakan dhamir muttashil dalam .    , susunan kalimat:    . Kecuali susunan kalimat.   . dan      itu boleh diungkapkan dengan susunan      dan

Hukum Harakat Akhir Kata Dhamir

Semua lafal dhamir di atas, hukumnya mabni, tidak ada yang mu’rab.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker