Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Mutammimah Al Jurumiyah

ISIM MAUSHUL

Isim Maushul adalah isim yang membutuhkan Silah dan Aid. Isim Maushul itu ada dua macam, yaitu Maushul Nash dan Maushul Musytarak.

  1. Isim Maushul Nash

Isim Maushul Nash itu ada delapan kata, yaitu:

            untuk mufrad mudzakkar.

            untuk mufrad mu’annats.

            untuk tatsniyah mudzakkar yang rafa’.

            untuk tatsniyah mu’annats yang rafa’.

            untuk tatsniyah mudzakkar yang nashab dan jer.

            untuk tatsniyah mu’annats yang nashab dan jer.

            untuk jamak mudzakkar.

            untuk jamak mudzakkar.

            Kadang-kadang kata diucapkan   ketika rafa’.   untuk jamak mu’annats.

            Kadang-kadang ya’nya dibuang, sehingga menjadi      untuk jamak mu’annats.

            Kadang-kadang ya’nya dibuang, sehingga menjadi      untuk jamak mu’annats.  .

Contoh-contoh Isim Maushul Nash dalam kalimat adalah sebagai berikut:

  1. Isim Maushul Musytarak

Isim Maushul Musytarak itu ada enam lafal, yaitu:     dan   . Enam Isim Maushul ini berlaku untuk mufrad, tatsniyah, jamak, mudzakkar dan mu’annats.

Penggunaan Isim Maushul Musytarak Man  (. ) dan Maa (.  )

Isim Maushul  itu digunakan untuk yang berakal, dan   untuk yang tidak berakal. Contoh untuk  sebagai berikut:

            – Orang laki-laki yang datang kepadamu  mengagumkanku.

            – Orang perempuan yang datang kepadamu mengagumkanku.

            – Dua orang laki-laki yang datang kepadamu mengagumkanku.

            – Dua orang perempuan yang datang kepadamu mengagumkanku.

            – Orang-orang laki-laki yang datang kepadamu mengagumkanku.

     – Orang-orang perempuan yang datang kepadamu mengagumkanku.

Contoh Isim Maushul   dalam kalimat, dapat dilihat dalam jawaban ucapan Orang yang mengatakan:

            – Saya membeli seekor keledai jantan.

            – Saya kagum pada seekor keledai Jantan yang kamu beli.

            – saya membeli seekor keledai betina. Jawabnya:

– Saya kagum pada seekor keledai betina yang kamu beli.

– Saya membeli dua ekor keledai jantan. Jawabnya.

– Saya kagum pada dua keledai jantan yang kamu beli.

– Saya membeli dua keledai betina. Jawabnya. – Saya kagum pada dua keledai betina yang kamu beli.

– Saya membeli keledai-keledai jantan. Jawabnya.

– Saya kagum pada keledai-keledai Jantan yang kamu beli.

– Saya membeli keledai-keledai betina. Jawabnya.

– Saya kagum pada keledai-keledai betina yang kamu beli.

Kadang pemakaian isim maushul    tersebut dibalik, artinya  yang semula untuk sesuatu yang berakal, dipakat untuk yang tidak berakal. Contoh dalam Alqur-an:

– Maka sebagian dari hewan  (arti kata ) itu ada yang berjalan di aras perutnya.

Sedangkan , yang semula untuk sesuatu yang tidak berakal, dipakai untuk yang berakal. Contoh dalam Alqur-an:

— Apa yang menghalangi kamu sujud pada sesuatu (arti kata yang maksudnya Adam) yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?

Penggunaan Isim Maushul Ayyun, Dzu, Dza dan Al

Empat isim maushul musytarak lainnya, yaitu:   dan Ji digunakan untuk sesuatu yang berakal dan yang tidak berakal. Contoh:

   – Orang/hewan (baki-laki/jantan) yang berdiri mengagumkan saya.

    – Dua orang/hewan (laki-laki/jantan) yang  berdiri mengagumkan saya.

– Orang/hewan (perempuan betina) yang  berdiri mengagumkan saya.

– Dua orang/hewan (perempuan/betina)  yang berdiri mengagumkan saya.

– Orang-orang/hewan-hewan (laki-laki/ . jantan) yang berdiri mengagumkan saya.

– Orang-orang/hewan-hewan (perempuan/ betina) yang berdiri mengagumkan saya.

Syarat Al Sebagai Isim Maushul

 Al (  ) berlaku sebagai isim maushul dengan syarat, apabila Al itu berada pada isim fail atau isim maf’ul, seperti:

    sama dengan    – yang memukul.

    sama dengan    – yang dipukul.

Contoh:

– Sesungguhnya orang laki-laki yang membenarkan dan orangorang perempuan yang membenarkan.

– Dan atap yang ditinggikan (langit).

– Dan laut yang didalam tanah’nya ada api.

Syarat Isim Maushul Dzu (.  )

Adapun Dzu (    ) itu berlaku sebagai isim maushul hanya khusus dalam dialek orang-orang Thayyi .

Mereka biasa berkata: –

– Telah datang kepadaku orang laki-laki yang berdiri.

– Telah datang kepadaku orang perempuan yang berdiri.

– Telah datang kepadaku dua orang lakilaki yang berdiri.

 – Telah datang kepadaku dua orang “ perempuan yang berdiri.

– Telah datang kepadaku mereka (orang-orang laki-laki) yang berdiri.

– Telah datang kepadaku mereka (orang-orang perempuan) yang berdiri.

Syarat Isim Maushul Dza

 Syarat Dza (  ) menjadi Isin Maushul, adalah harus didahului oleh maa istifham.

  1. Maa( ) istifham, Seperti:

 -Apa yang mereka nafkah-kan?

  1. Man ( )istifham, seperti:

– Siapa yang telah datang ke-padamu?

  1. Tidak di-mulgha-kan, artinya dza itu masih berfungsi, dengan cara memperkirakan susunan , dan sebagai satu isim. Contoh:

– Apa yang telah kamu perbuat?

Shilah dan ‘Aid

Semua Isim Maushul itu membutuhkan Shilah dan ‘Aid yang berada sesudahnya.

Shilah dan Macam-macamnya

Shilah adalah jumlah (kalimat) atau Syibhul Jumlah (yang serupa kalimat), yang jatuh sesudah Isim Maushul. Shilah itu adakalanya berupa:

  1. Jumlah (Kalimat)

Shilah yang berupa jumlah atau kalimat itu adakalanya terdiri dari:

  1. Fiil dan Fail. Contoh:

Telah datang orang yang telah berdiri ayahnya.

Segala puji milik Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami.

  1. Mubrada’ dan Khabar. Contoh:

Telah datang orang yang ayahnya berdiri.

Yang mereka perselisihkan tentang hal ini.

Keterangan:

Kata   dalam kalimat   adalah Isim Maushul. Sedangkan Shilah-nya adalah jumlah yang terdiri dari fiil dan fail, yaitu: 

Kata   dalam kalimat   adalah Isim Maushul. Sedangkan Shilah-nya adalah jumlah yang terdiri dari Mubtada’ dan Khabar, yaitu:  .

  1. Syibhul Jumlah

Shilah Syibhul Jumlah itu ada tiga, yaitu:

  1. Zharaf. Contoh: .

Apa yang di sisi kalian akan lenyap.

  1. Jer Majrur. Contoh:

– Telah datang orang yang di dalam rumah.

– Dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya.

Zharaf dan Jer Majrur apabila berkedudukan menjadi Shilah, berhubungan dengan fiil yang dibuang secara wajib. Perkiraan atau takdir fiil tersebut adalah kata:

  1. Sifat Sharihah. Maksudnya adalah isim fail dan isim maf’ul. Shilah yang berupa sifat Sharihah ini khusus untuk isim maushul Al (. ). Contoh:

‘Aid

“Aid adalah dhamir yang sesuai dengan isim maushul dalam mufrad, tatsniyah atau jamaknya serta mudzakkar dan mu’annatsnya, sebagaimana tersebut dalam contoh-contoh yang telah lalu. Misalnya:

– Telah datang orang (laki-laki satu) yang ayahnya berdiri.

– Telah datang orang (laki-laki dua) yang ayahnya berdiri.

– Telah datang orang (laki-laki banyak) yang ayahnya berdiri.

– Telah datang orang (perempuan satu) yang ayahnya berdiri.

– Telah datang orang (banyak perempuan) yang ayahnya berdiri.

– Telah datang kepadaku orang (laki-laki satu) yang mempunyai harta.

– Telah datang kepadaku orang (laki-laki dua) yang mempunyai harta.

– Telah datang kepadaku (laki-laki banyak) yang mempunyai harta.

– Telah datang kepadaku (perempuan satu) yang mempunyai harta.

– Telah datang kepadaku (perempuan banyak) yang mempunyai harta.

Dhamir   ,  ,  dan  , baik yang ada pada kata   atau   itu disebut ‘Aid dan harus sesuai dengan isim maushul sebelumnya.

‘Aid itu kadang-kadang dibuang. Contoh:

“Kami pasti menarik dari tiap-tiap golongan, siapa di antara mereka yang sangat durhaka.”

Dalam ayat tersebut sebenarnya ada ‘aid yang dibuang, yang takdirnya adalah:

“Dia (Allah) mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian perlihatkan.”

Dalam ayat tersebut sebenarnya ada “aid yang dibuang, takdirnya  adalah:

”Dan dia minum dari apa yang kalian minum.”

Dalam ayat di atas sebenarnya ada “aid yang dibuang, takdirnya adalah:

Isim Makrifat dengan Al (    )

Kata yang dimakrifatkan dengan huruf makrifat adalah kata yang dimasuki Al (   ), Al (    ) itu ada dua bagian, yaitu:

  1. AL ‘Ahdiyyah.
  2. A(d’) Jinsiyyah.

Al ‘Ahdiyyah dan Macamnya

Al ‘Ahdiyyah itu adakalanya:

  1. Lil ‘Ahdi Adz-Dzikri, yaitu Al yang memberi pengertian, bahwa kata yang dimasukinya menunjukkan arti yang sama dengan kata yang sama, yang disebutkan sebelumnya. Contoh:

Di dalam kaca yang kaca itu.

  1. Lil ‘Ahdi Adz-Dzihni, yaitu Al yang memberi pengertian, bahwa maksud kata yang dimasuki itu sudah dimaklumi. Contoh:

Ketika mereka berdua berada di dalam gua. Semua orang maklum, bahwa gua yang dimaksud adalah sebuah lubang yang berada di Gunung Tsur.

  1. Lil ‘Ahdi Al-Hudhur, yaitu Al yang memberi pengertian, bahwa kata yang dimasukinya sedang tiba (terjadi). Contoh:

Pada hari ini, telah Ku-sempurnakan agamamu.

Maksud hari ini adalah hari yang sedang terjadi, ketika kalimat itu disebutkan, yaitu hari Arafah.

Al Jinsiyyah

Al (. ) Jinsiyyah itu adakalanya:

  1. Li Ta’rifil Mahiyah, yaitu untuk memastikan hakikat (inti) kata yang dimasukinya. Contoh:

Dan Kami jadikan sesuatu hidup dari air.

  1. Li Istighragil Afrad, yaitu untuk mencakup semua individu suatu jenis. Contoh:

Dan manusia dijadikan bersifat lemah.

Maksud   adalah tiap-tiap manusia itu bersifat lemah.

  1. Li Istighraqi Khashaishil Afrad, yaitu untuk mencakup individuindividu tertentu. Contoh:

  Engkaulah orang laki-laki yang berilmu.

Al Zaidah Al (. ) itu kadang-kadang berfungsi sebagai Zaidah atau tambahan, seperti Al yang masuk pada isim maushul, masuk pada kata   atau       dan lain-lainnya. Al yang Zaidah itu tidak dapat menjadikan makrifat.

Mengganti Lam pada Al dengan Mim

Lam (.  ) huruf   menurut dialek suku Himyar itu kadangkadang diganti mim (   ). contoh:

   asalnya  (Tidak baik, berpuasa dalam keadaan bepergian).

Isim yang Mudhaf pada Isim Makrifat

Isim yang mudhaf pada salah satu dari lima isim makrifat tersebut dihukumi makrifat juga. Contoh:

– Pelayanku (kata mudhaf pada isim dhamir )

– Pelayanmu (kata  mudhaf pada isim dhamir )

– Pelayannya (kata  mudhaf pada isim dhamir )

– Pelayan Zaid (kata  mudhaf pada isim dhamir )

– Pelayan ini (kata mudhaf pada isim isyarah )

– Pelayan orang yang ayahnya berdiri  (kata  mudhaf pada isim maushul )

– Pelayan si laki-laki (kata  mudhaf pada ‘ kata yang ada Al (  )-nya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker