Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Mutammimah Al Jurumiyah

UNGKAPAN KEHERANAN

Definisi

Ta’ajjub (keheranan) ialah mengagungkan kelebihan sifat yang ada pada fail yang sebabnya tidak jelas.

Sighat (Bentuk Kata) Ta’ajjub Dalam Ilmu Nahwu

Ta ‘ajjub dalam ilmu nahwu itu memiliki dua sighat atau bentuk kata, yaitu:

  1. Contoh: “

– Alangkah baik si Zaid.

– Alangkah mulia si Zaid.

– Alangkah alim si Zaid.

Huruf dalam kalimat-kalimat di atas bermakna sesuatu yang besar (alangkah, betapa), kedudukannya dalam kalimat menjadi mubtada’. Fiil yang jatuh sesudahnya, yaitu   adalah fiil madhi yang mempunyai fail berupa dhamir yang wajib tersimpan, yang merujuk pada . Sedangkan isim sesudahnya adalah muta’ajjub minhu, dibaca nashab menjadi maf’ul bih. Jumlah fiil, fail dan maf’ul, berkedudukan sebagai khabar dari mubtada’

  1. Contoh:

– Alangkah baik si Zaid. Pa

– Alangkah mulia si Zaid.

Kata   dalam kalimat di atas adalah ikut wazan  , yaitu fiil yang bentuknya amar, tetapi maknanya adalah ta’ajjub dan di dalamnya tidak mengandung dhamir. Sedangkan   berkedudukan sebagai fail.

Susunan asal   adalah  . sebanding dengan kalimat  . Kemudian bentuknya diubah menjadi bentuk amar, sehingga menjadi   Bentuk kata seperti itu jika di-isnad-kan pada isim zhamir tampak jelek, maka ditambahkanlah huruf ba’ ( )  pada fail dan menjadi

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker