UNGKAPAN KEHERANAN
Definisi
Ta’ajjub (keheranan) ialah mengagungkan kelebihan sifat yang ada pada fail yang sebabnya tidak jelas.
Sighat (Bentuk Kata) Ta’ajjub Dalam Ilmu Nahwu
Ta ‘ajjub dalam ilmu nahwu itu memiliki dua sighat atau bentuk kata, yaitu:
- Contoh: “
– Alangkah baik si Zaid.
– Alangkah mulia si Zaid.
– Alangkah alim si Zaid.
Huruf dalam kalimat-kalimat di atas bermakna sesuatu yang besar (alangkah, betapa), kedudukannya dalam kalimat menjadi mubtada’. Fiil yang jatuh sesudahnya, yaitu adalah fiil madhi yang mempunyai fail berupa dhamir yang wajib tersimpan, yang merujuk pada . Sedangkan isim sesudahnya adalah muta’ajjub minhu, dibaca nashab menjadi maf’ul bih. Jumlah fiil, fail dan maf’ul, berkedudukan sebagai khabar dari mubtada’
- Contoh:
– Alangkah baik si Zaid. Pa
– Alangkah mulia si Zaid.
Kata dalam kalimat di atas adalah ikut wazan , yaitu fiil yang bentuknya amar, tetapi maknanya adalah ta’ajjub dan di dalamnya tidak mengandung dhamir. Sedangkan berkedudukan sebagai fail.
Susunan asal adalah . sebanding dengan kalimat . Kemudian bentuknya diubah menjadi bentuk amar, sehingga menjadi Bentuk kata seperti itu jika di-isnad-kan pada isim zhamir tampak jelek, maka ditambahkanlah huruf ba’ ( ) pada fail dan menjadi









One Comment