Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Mutammimah Al Jurumiyah

I’RAB FIIL MUDHARI’

Pembagian Fiil dan Hukumnya

Dalam pembahasan yang lalu telah diterangkan, bahwa fiil itu ada tiga macam, yaitu Madhi, Amar dan Mudhari’. Fiil Madhi dan Amar, keduanya mabni. Sedangkan fiil yang mu’rab hanya fiil mudhari’, apabila tidak bersambung dengan Nun ( ) Jamak Muannats dan Nun Tauhid.

I’rab yang Masuk pada Fiil

Di atas juga telah dijelaskan, bahwa i’rab telah , Di yang dapat masuk pada fii Itu ada tiga, yaitu: i’rab Rafa’, I’rab Nashab dan I’rab Jazem. 

I’rab Fiil Mudhari’

Apabila uraian di atas telah dipahami, maka /’rab itu khusus masuk pada fiil mudhari ‘, artinya hanya fiil mudhari -lah yang harakat akhirnya bisa berubah-ubah. Fiil mudhari ‘ itu tidak lepas dari salah satu tiga i’rab, yaitu:

  1. Rafa’, apabila tidak dimasuki amil nashab dan amil jazem.
  2. Nashab, apabila dimasuki amil nashab.
  3. Jazem, apabila dimasuki amil jazem.

Amil Nashab Pembagian Amil Nashab

Amil yang bisa menashabkan fiil mudhari’ itu terbagi menjadi dua, yaitu: Amil yang mampu menashabkan dengan sendirinya dan amil yang dapat menashabkan dengan bantuan An ( ) yang disimpan sesudahnya:

Amil Nashab yang Menashabkan dengan Sendirinya

Amil Nashab yang dapat menashabkan fiil mudhari’ dengan sendirinya itu ada empat, yaitu:

  1. An( ), apabila tidak didahului oleh kata atau Contoh:

Apabila An ( ) didahului oleh kata , seperti kalimat   , maka huruf An (   ) berarti berasal dari huruf Anna ( . ), yang di-takhfif dan isimnya berupa dhamir sya’n yang   . dibuang. Bentuk asalnya adalah:

Sedangkan fiil   mudhari’ yang dimasukinya (.  ) dan failnya berkedudukan sebagai khabar , sebagaimana telah diterangkan pada Bab Amil Nawasikh.

Apabila An ( ) didahului oleh atau saudaranya, maka hukum An ( ) ada dua, boleh dihukumi sebagai amil nashab dan boleh juga dihukumi sebagai yang berasal dari yang ditakhfif. Contoh:

  1. Lan ( ). Contoh:
  1. Kay ( ) Mashdariyyah, yaitu Kay yang didahului oleh huruf , baik secara lafzhi atau tagdiri (tampak atau tidak). Contoh:

– Supaya kalian tidak berduka cita.

– Saya datang kepadamu, agar kamu memuliakanku.

Apabila tidak memperkirakan adanya  , maka Kay (   ) dikategorikan Kay huruf jer, sedangkan fiil sesudahnya yang dibaca nashab, dinashabkan oleh huruf An (  ) yang tersimpan secara wajib sesudahnya. Contoh:      takdirnya

  1. Idzan ( ) dengan ketentuan sebagai berikut: Fiil yang jatuh sesudahnya menunjukkan waktu akan datang. b. Antara /dzan dan fiil sesudahnya, bersambung langsung, atau . terpisah oleh Qasam atau Laanafi.

Contoh yang bersambung langsung:

– Kalau begitu saya akan memuliakanmu.

Contoh yang terpisah oleh Uasam:

– Kalau begitu, demi Allah  saya akan memuliakanmu.

Contoh yang terpisah oleh Laa nafi:

– Kalau begitu, saya tidak akan mengecewakanmu.

Amil Nashab yang Beramal dengan Bantuan An (  )

Bagian kedua amil nashab adalah amil nashab yang dapat menashabkan fiil mudhari’ dengan bantuan An (  ) secara tersimpan. Amil Nashab seperti ini terbagi menjadi dua, yaitu: Menashabkan dengan bantuan An yang tersimpan secara jawaz dan ada yang secara wajib.

  1. Amil Nashab dengan Menyimpan An Secara Jawaz

Bagian pertama, yaitu amil nashab yang menashabkan fil mudhari’ dengan bantuan An (  ) yang tersimpan secara jawaz ada lima:

  1. Lam Kay ( J). Contoh:

– Dan kita diperintah, agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.

  1. Wawu ( ). Contoh:

– Memakai baju yang tebal kumal dan hatiku senang.

  1. Fa’ (@ ). Contoh:

– Seandainya tidak karena menanti orang yang miskin, lalu aku menyenangkannya ……..

  1. Tsumma ( ). Contoh:

– Sesungguhnya saya dan kasus pembunuhan saya terhadap Sulaika, yang kemudian saya bayar dendanya ….

  1. Au ( ). Contoh:

“Dan tidak mungkin bagi manusia diajak bicara oleh Allah, kecuali dengan perantaraan wahyu atau di balik tabir, atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat).”

  1. Amil Nashab dengan Menyimpan An Secara Wajib

Bagian kedua dari amil nashab yang beramal dengan bantuan huruf An yang tersimpan secara wajib itu ada enam, yaitu:

  1. Kay ( ) huruf jer. seperti vang pernah diterangkan.
  1. Lam ( ) Juhud. Contoh:

Dan Allah sekali-kali tidak akan menyiksa mereka.

  1. Haraa ( ), apabila fiil yang dimasukinya mengandung arti akan datang. Contoh:

Hingga Musa kembali kepada kami.

  1. Au ( ) berarti sampai/kecuali. Contoh:

“Saya Ini apabila menekan tombak mereka, maka saya mematahkan pepangannya, kecuali tombak mereka dalam keadaan lurus.”

  1. Fa’ ( ) Sababwwvah yang didahului oleh nafi murni atau rhalab. Contoh:

– Mereka tidak dibinasakan, sehingga mereka mati. 

Dan janganlah kamu melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu.

  1. Wawu ( ) Ma’iyyah yang didahului oleh nafi murni atau thalab. Contoh:

“Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kalian, serta belum nyata orang-orang yang sabar.”

Janganlah kamu memakan ikan serta minum susu.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker