Tanda I’rab Nashab
I’rab Nashab itu mempunyai lima tanda, yaitu: Fat-hah, merupakan tanda asli. Alif, Kasrah, Ya’ dan membuang Nun. Empat tanda terakhir ini sebagai pengganti Fat-hah.
Tempat Tiap-tiap Tanda
- Fat-hah
Fat-hah menjadi tanda i’rab nashab itu bertempat pada tiga tempat, yaitu:
- Isim Mufrad, baik yang munsharif maupun yang ghairu munsharif. Contoh:
- Jamak Taksir, baik yang munsharif maupun yang ghairu munsharif. Contoh:
c, Fiil Mudhari’ yang dimasuki amil nashab dan tidak bersambung dengan alif, wawu atau ya’ mu’annats mukhathabah. Contoh: :
- alif
Alif menjadi tanda I’rab Nashab bertempat pada Al-Asma’ As-Sittah. Contoh: dan
- Kasrah
Kasrah menjadi tanda I’yab Nashab sebagai ganti fat-hah, bertempat pada Jamak Mu ‘annars Salim dan yang disamakan dengannya. Contoh: dan
- Ya (. )
Ya’ ( ) menjadi tanda I’rab Nashab itu bertempat pada dua tempat, yaitu:
- Isim Tatsniyah dan yang disamakan dengannya. Contoh: dan
- Jamak Mudzakkar Salim, dan yang disamakan dengannya. Contoh: dan
- Membuang Nun (. )
Membuang Nun () (. ) menjadi tanda I’rab Nashab itu bertempat pada Af’alul Khamsah. Contoh:
— Melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat.
— Dan berpuasa lebih baik bagi kalian dan. .
Keterangan:
Kata itu asalnya , karena ia berkedudukan nashab, dinashabkan amil nashab , maka nunnya dibuang sebagai tanda I’rab Nashab.
Kata itu asalnya , karena ia berkedudukan nashab, dinashabkan amil nashab , maka nunnya dibuang sebagai tanda I’rab Nashab.
Kata itu asalnya , karena berkedudukan nashab, dinashabkan amil nashab . maka nun/ nya dibuang sebagai tanda I’rab Nashab.









One Comment