PASAL YANG KELIMA MAKAR GOLONGAN YAHUDI TERHADAP NABI ISA ALAIHISSALAAM
Allah berfirman :
Artinya : “ Orang-orang kafir yang menbuat tipu daya, dan Allah membalas tipudaya mereka itu, dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. (QS. Ali Imran : 54)
(Jalan ceritabya) : Orang-orang yahudi berkata : Isa itu adalah tukang sihir, Ia dapat menghidupkan orang mati dan lain-lainya itu adalah hasil sihir belaka.
Ketika Isa alaihissalaam mendengar perkataan mereka itu, maka Beliau merasa sedih. Kemudian Beliau berdoa: Ilaahi, Engkau lebih mengetahui kedurhakaan mereka itu, maka ubahlah rupa mereka.
Lantas Allah mengubah rupa-rupa mereka menjadi monyet-monyet dan babi-babi. Ketika berita itu terdengar raja Yahudi, ia menjadi ketekutan, jangan-jangan Isa pun akan menyumpahinya pula. Karena itu ia lalu memerintahkan agar isa dibunuh.
Maka berkumpul lah orang-orang Yahudi itu untuk melaksanakan titah tersebut. Ketika mereka mendatangi Isa. Beliau sedang berada pada suatu rumah. Mereka memasukan seseorang kedalam rumah itu untuk membunuh Isa. Namun sebelum niatnya dilaksanakannya, Jibril turun dan membawa Isa melalui atap rumah it uke langit, sedangkan orang yang masuk itu di rubah rupanya oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala menjadi seperti rupa Isa alaihissalaam. Karena itu, ketika orang-orang Yahudi masuk kedalam rumah itu, mereka tangkap teman mereka yang telah berubah rupa itu, kemudian mereka bunuh. Mereka mengira telah membunuh Isa, padahal mereka tidaklah membunuhnya. Sebagaimana yang diceritakan Allah dalam Al Qur’an :
Artinya “ Dan karena ucapan mereka : Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih Isa putra Maryam, Rosulullah, padahal mereka tidaklah membunuhnya dan tidah (pula) menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh itu ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa, tetapi ( yang sebenarnya ) Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. AN NIsa’ : 157-158)
Dikatakan bahwa nama orang yang diserupakan dengan Isa alaihissalaam itu ialah Asyyuu’.
(Renungan) : Seakan-akan Allah mengatakan : Aku telah membesarka Asyyuu’ selama limapuluh tahun untuk menjadi penebus bagi Isa alaihissalaam dari pembunuhan, dan aku telah membesarkan Fir’aun selama empat ratus tahun dengan segala kenikmatan untuk menjadi penebus bagi Musa alaihissalaam dari bahaya tenggelam, dan aku membesarkan kambing kibas, korban Habil, selama empat ribu tahun untuk menjadi penebus Ismail alaihissalaam dari penyembelihan. Dan demikian pula halnya orang-orang Nasrani, Yahudi, orang-orang kafir dan musyrik Aku besarkan dan Aku berinikmat untuk nantinya sebagai penebus bagi Umat Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam dari siksa neraka.
(Diriwayatkan) : dari Rosulullah Shallallaahu alaihi wa sallam, Beliau bersabda :
Artinya : “ Apabila tiba hari kiamat, setiap orang muslim akan diberi seorang yang berasal dari agama yang bermacam-macam, lalu dikatakan kepadanya : Inilah penebus dirimu dari neraka”.
(Renungan) : Adalah termasuk qhodla dan Qodar Allah Subhaanahu wa Ta’ala menjadikan segala sesuatu itu ada sebab. Seperti di angkatnya Isa alaihissalaam, sebabnya adalah karena adanya gangguan orang-orang yahudi, demikian pula Yusuf alaihissalaam menjadi raja Mesir, disebabkan oleh karena kedengkian saudara-saudaranya, sehingga akhirnya Ia sampai kepada ketetapan yang telah ditakdirka Allah ; Juga kaena Allah hendak menampakkan sifat pemaaf dan pengampun nya kepada Umat Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam, maka ia jadikan was-was iblis itu penyeban kedurhakaan mereka, sehingga akhirnya Ia mengampuni dan menyayangi mereka.
Seperti telah dikatakan : “ Kalau tidaklah ada tiga perkara, maka akan lenyaplah tiga perkara. Kalua tidak ada orang beriman maka akan tiadalah Surga Na’iim, dan kalua tiada orang-orang kafir, tidak ada pula Neraka Jahiim, dan kalau tiada orang yang durhaka, maka tidak tampaklah sifat Rahmat dari Allah yang maha pengasih”.






One Comment