Campuran

Terjemah Kitab As Sab’iyyat Fi Mawaidzil Bariyyat

PASAL YANG KEDUA KEBINASAAN QAARUUN

Qorun alaihi Lana dibinasakan pada hari Rabu. Sebelumnya, iya adalah salah seorang kaum Nabi Musa dan juga sebagai menantunya.

Ketika Allah memerintahkan kepada Nabi Musa agar menuliskan taurat dengan tulisan emas, Musa berkata: “Illahi, dari mana saya mendapatkan emas?”.

Maka Allah lalu mengajarkan kepada Musa ilmu kimia.

Sedangkan Qorun pada waktu itu masih sebagai seorang yang miskin, dengan keluarga besar. Ia banyak beribadat kepada Tuhannya, malam ya bangun beribadah, siang ya berpuasa. Melihat keadaannya itu, timbulah rasa kasihan di hati Musa alaihissalam. Kemudian Musa mengajarkan kepadanya ilmu kimia, supaya dapat membantunya dalam berbuat kebaktian kepada Allah ta’ala dan supaya ia dapat memberikan nafkah kepada keluarganya.

Setelah si Qorun mengetahui ilmu kimia itu, Ia lalu mengumpulkan harta yang sangat banyak sekali, sehingga digambarkan Allah di dalam Alquran dengan FirmanNya sebagai berikut:

Artinya: “dan kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat…”. (QS. Al-Qoshash:76)

Adapun jumlah anak kuncinya itu sampai memenuhi muatan 100 unta.

Berkata mujahid Rahmatullah alaih: ” adapun berat anak kunci Qorun itu setimbang satu dirham”. Dalam riwayat lain setengah dirham. Dan tiap-tiap satu kunci itu untuk membuka 70 pintu. Tatkala ia telah memulai mengumpulkan dan menumpuk-numpuk harta ka kerajaan itu, maka ia pun lalu meninggalkan semua amal ibadah yang susah.

Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Musa agar meminta kepada si Qorun zakat hartanya. Ketika dihitungnya jumlah zakat hartanya, ternyata jumlahnya sangat besar sekali. Tetapi tidak diberikannya.

Qorun mempunyai 1000 saya laki-laki dan 1000 saya wanita, mereka semuanya diberikan tanggungan pertahanan emas dan begitu pula pakaian-pakaian mereka semuanya berhiaskan emas.

Akhirnya Bani Israel terpecah menjadi dua kelompok; sebagian berpihak kepada Qorun dan sebagian lagi berpihak kepada Nabi Musa alaihissalam.

Ketika Nabi Musa tetap memaksanya agar mengeluarkan zakat hartanya, maka berkatalah Qorun dalam hatinya : ” besok aku akan mengumpulkan penduduk kota semuanya, dan aku akan mendebatnya. Bila ia dapat mengalahkan aku dalam perdebatan itu, aku akan memberikan permintaan yang, namun bila tidak, aku tidak akan memberi apa-apa kepadanya “.

Pada bangsa Israel kala itu terdapat seorang wanita cantik yang terkenal suka berbuat mesum, si Qorun memanggilnya, lalu ia berkata kepada wanita itu: “Besok aku akan mengumpulkan semua bangsa Israel, bila engkau mau bersaksi bahwa Musa telah berbuat mesum denganmu dan engkau hamil karenanya, maka aku akan memberikan harta yang banyak kepadamu!”.

Si wanita itu menerima tawaran Qorun tersebut.

Keesokan harinya ia mengumpulkan orang-orang di rumahnya, dan ia pun tak lupa memanggil Musa alaihissalam. Semua orang yang hadir berkata kepada Nabi Musa: “Wahai Musa, berilah nasihat kepada kami supaya kami dapat menarik manfaatnya!”.

Nabi Musa menerima permintaan kaumnya itu, ia pun memulai memberikan petuah-petuahnya. Diantaranya ia berkata barangsiapa mencuri, maka potonglah kedua tangannya; barang siapa merampok maka potonglah kepalanya; dan barang siapa berzina maka jaranglah ia…”

Lantas Qarun bangkit dari tempat duduknya serta memotong omongan Nabi Musa, berkata: ” Wahai Musa, bila engkau yang berbuat seperti apa yang kau ucapkan itu, bagaimana hukuman atasmu? “.

Musa alaihissalam menjawab: ” Seandainya aku yang melakukan itu maka hukumnya adalah seperti yang telah ditetapkan Allah “.

Maka berkatalah si Qorun: ” Aku mempunyai saksi bahwa engkau telah berbuat zina dengan perempuan ini, Dan ia mengaku bahwa ia hamil karena perbuatanmu itu! “.

Tetapi dengan kekuasaan-Nya, Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati wanita itu, dan memalingkan lidahnya dari dusta ke jujuran. Si wanita itu berkata: ” Sesungguhnya Musa sama sekali tidak melakukan apa yang kau tuduhkan itu Hai Qorun! Bahkan si Qoorun lah yang menyuruh saya agar berdusta dan menjanjikan akan memberi banyak harta, namun saya takut kepada Allah untuk berbuat dusta terhadap Rasul-Nya! “.

Maka murkalah Nabi Musa mendengar keterangan wanita itu. Beliau lalu berkata: “Hai musuh Allah, apakah yang kau inginkan dari perbuatanmu ini?!”.

Kemudian Musa keluar dari tengah-tengah mereka. Lalu ia sujud kepada Allah, terus munajat dan mengadukan perihal tipu daya yang dilakukan Qorun terhadapnya.

Maka datanglah Jibril alaihissalam seraya berkata: ” Wahai Musa, bahwasanya Allah Ta’ala telah mengatakan untukmu: Aku jadikan bumi taat kepadamu, apa saja yang kau perintahkan kepadanya, dia akan menurutimu! “.

Lalu Musa kembali ke tempat Qorun didapatinya si Qarun sedang duduk di atas ranjangnya sambil bertelekan dengan bantal sutra halus. Makam nusapun memukulkan tongkatnya ke tanah sambil memberi isyarat ke arah ranjangnya. Seketika itu juga ranjang yang diduduki Qorun itu dibelah bumi, lalu Qorun melompat, maka Musa berkata: “Wahai bumi, benamkanlah ia!”.

Bumi itu pun lalu menarik Qorun hingga ke lututnya. Qorun memohon belas kasihan kepada Musa dengan mengiba iba, namun Musa berkata pula: ” Wahai bumi, telanlah iya! “.

Bumi itu menelan horor hingga ke lehernya; iya kembali memohon belas kasihan kepada Musa alaihissalam komam namun Musa tetap tidak menghiraukannya, dan akhirnya Musa berkata kepada bumi: ” Wahai bumi, tenggelamkan lah iya! “.

Maka lenyaplah Qorun ditelan Bumi, berikut harta kekayaannya.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa, ketika Musa mendatanginya, Qaarun ketika itu sedang menunggang kendaraan bersama pengiringnya yang jumlahnya 4000 orang. Kemudian Musa menjumpai mereka semuanya hingga laki-laki kendaraan mereka tertelan bumi.

Mereka meminta tolong kepadamu saya, namun tidak diraukannya. Malah Musa mengatakan lagi kepada bumi: “wahai bumi, telanlah mereka semuanya!

Allah mewahyukan kepada Musa : “Ia telah meminta pertolongan kepadamu sebanyak empat kali, tetapi tidak juga kau tolong. Seandainya ia meminta tolong kepada-Ku, walaupun hanya satu kali kau mau pasti akan Aku tolong ia”.

Orang-orang Bani Israel saling membisikan, bahwa Musa menyumpahi Qorun itu adalah dengan maksud hendak menguasai harta kekayaannya. Maka Musa lalu menyumpahi perbendaharaan Harun Komang sehingga semua kekayaannya pun musnah terbenam ke dalam bumi.

(Renungan): sebab-sebab kebinasaan Qorun itu adalah:

  1. Karena cinta dunia.
  2. Karena menahan Zakat harta.
  3. Karena kelancangannya menentang Nabi Musa dengan jalan melakukan kedustaan atas beliau.

Maka jauhilah perbuatan kedustaan kepada seseorang, dan janganlah menahan zakat hartamu, serta pikirkanlah akibat cinta dunia yang dialami Qorun itu.

Salah seorang penyair bermadah:

Artinya: ” Bila dunia datang kepadamu, maka berbuat baiklah dengannya kepada manusia, karena ia senantiasa berubah-ubah kemurahan itu tidak akan menghabiskannya bila Ia datang dan kekikiran itu tidak akan mengekalkannya bila ia pergi “.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker