Campuran

Terjemah Kitab As Sab’iyyat Fi Mawaidzil Bariyyat

PASAL YANG PERTAMA TENTANG NAIKNYA NABI IDRIS ALAIHISSALAM KE LANGIT

Nabi Idris alaihissalam naik ke langit pada hari Senin. Tentang naiknya Nabi Idris ke langit ini telah diberitakan Allah dalam Alquran pada surah Maryam, ayat 66 dan 57:

Artinya : “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris yang tersebut didalam Al-Qur’ an, sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi, dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi”.

Nama Idris yang sebenarnya adalah Akhnukh, dinamakan Idris karena Beliau banyak mempelajari (tadarrus) Kitab Allah Ta’ala.

Setiap hari Beliau menjahit qamis (kemeja), setiap kali Beliau memasukkan jarumnya ke kain, Beliau mengucapkan tasbih. Bila pekerjaannya telah selesai, lalu kemeja itu diserahkannya kepada si pemesan, tanpa meminta upah. Walaupun begitu, Beliau masih sanggup beribadat dengan peribadatan yang sulit untuk digambarkan, sehingga Malaikat maut merasa rindu untuk bertemu dengan Beliau.

Kemudian malaikat maut memohon kepada Allah agar diizinkan untuk pergi menziarahinya. Dengan menyamar sebagai manusia, malaikat itu pergi menjumpai Nabi Idris. Setelah memberi salam, lalu ia duduk.

Kebiasaan Nabi Idris adalah berpuasa sepanjang masa. Apabila waktu berbuka telah tiba, maka datang satu malaikat membawakan makanan dari Surga untuknya, lalu Beliau memakan dari makanan itu.

            Kemudian Beliau  beribadat sepanjang malam. Pada malam itulah malaikat maut datang sambil membawa makanan dari surga, Nabi Idris memakannya dan berkata kepada malaikat maut itu: “Mari Tuan makan juga bersama-sama!”. Tetapi malaikat itu tidak mau makan.

Nabi Idris pun lalu melanjutkan ibadahnya, sedang malaikat maut itu duduk menunggu sampai terbit matahari. Nabi Idris merasa heran melihat perihal keadaan malaikat maut itu, lantas Beliau berkata: “Wahai Tuan, maukah Tuan berjalan jalan bersama saya untuk melihat-lihat pemandangan?”.

Malaikat maut itu menjawab: “Ya, baiklah”.

Maka berjalanlah keduanya menyusuri sawah dan ladang, hingga akhirnya, ketika tiba pada suatu ladang, malaikat maut itu berkata kepada Nabi Idris: “Wahai Idris, Tuan izinkanlah saya untuk mengambil tanaman ini buat saya makan?”.       

Nabi Idris menjawab: “Subhaanallaah, kenapa kemarin anda tidak mau memakan makanan yang halal, sedangkan sekarang Tuan mau memakan yang haram?!”.

Kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Tak terasa empat hari telah berlalu. Selama itu Nabi Idris mendapatkan beberapa keanehan pada diri teman seperjalanannya itu, yang menyalahi sifat-sifat manusia pada umumnya. Karena itu Beliau lalu menanyakan: “Siapakah Tuan sebenarnya?”.

Malaikat maut itu menjawab: “Saya adalah malaikat maut”.

Idris alaihissalaam bertanya pula: “Tuankah yang mencabut semuanyawamakhluk?”.

Jawab: “Ya”.

Tanya: “Tuan ada bersama saya selama empat hari, apakah Tuan juga telah mencabut nyawa seseorang?”.

Jawab: “Ya, selama empat hari ini banyak sekali nyawa yang telah saya cabut. Roh makhluk itu ibarat hidangan di hadapan saya, saya ambil ia sebagaimana seseorang mengambil suap-suap makanan.

Nabi Idris bertanya: “Wahai malaikat, Tuan datang untuk ziarah atau untuk mencabut nyawa?”.

Jawab: “Saya datang untuk ziarah dengan seizin Allah Ta’ala”.

Nabi Idris berkata: “Wahai malaikat maut, saya ada permintaan kepada Tuan, yaitu, agar Tuan mencabut nyawa saya, kemudian Tuan mohonkan kepada Allah agar Ia menghidupkan saya kembali, supaya saya dapat menyembah Allah setelah saya merasakan kedahsyatan sakarotul maut itu!”.

Malaikat maut itu menjawab: “Saya tidaklah mencabut nyawa seseorang pun, melainkan hanya dengan seizin Allah”.

Lalu Allah Subhaanahu wa Ta’ala mewahyukan kepada malaikat maut itu agar ia mencabut nyawa Idris alaihissalaam. Maka dicabutnyalah nyawa Idris seketika itu juga. Nabi Idris pun mati pada saat itu juga.

Ketika malaikat maut melihat kematian Nabi Idris itu, maka menangislah ia dan dengan mengiba-iba ia memohon kepada Allah supaya Allah menghidupkan kembali sahabatnya itu. Allah mengabulkan permohonannya, dan Nabi Idris pun dihidupkanNya kembali ..

Kemudian malaikat maut itu memeluk Nabi Idris, seraya bertanya: “Wahai saudaraku, Bagaimanakah Tuan merasakan kesakitan maut itu?”.

Nabi Idris menjawab: “Bila seekor binatang dikuliti ketika ia masih hidup, maka sakitnya maut itu seribu kali lebih sakit daripadanya”.   

Malaikat maut berkata: “Padahal kelembutan yang saya lakukan terhadap Tuan ketika saya mencabut nyawa Tuan itu, belum pernah saya lakukan terhadap siapapun sebelum Tuan”.

Kemudian Nabi Idris berkata pula: “Ya malaikat maut, saya mempunyai permintaan lainnya kepada Tuan! Yaitu, saya ingin sekali melihat neraka, supaya saya dapat beribadat kepada Allah Ta’ala lebih banyak lagi setelah saya menyaksikan kedahsyatan Neraka itu”.

Maka menjawablah malaikat maut itu: “Bagaimana saya dapat pergi ke neraka tanpa seizin dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala?!”.

Lalu Allah mewahyukan kepada malaikat maut itu agar ia membawa Nabi Idris ke dalam Neraka. Maka pergilah mereka ke sana.

Di Neraka itu, Nabi Idris dapat melihat semua yang diciptakan Allah buat menyiksa musuh-musuh-Nya, seperti: rantai-rantai, belenggu-belenggu, begitu pula ular-ular, kala, api, timah mendidih, pohon berduri, air panas yang mendidih dan lain-lain.

Setelah puas melihat-lihat, kemudian mereka kembali.

Kemudian Nabi Idris berkata pula kepada malaikat maut itu: “Wahai malaikat maut, saya mempunyai hajat lainnya, yaitu agar Tuan membawa saya masuk ke dalam Surga, hingga saya dapat melihat-lihat apa-apa yang telah disediakan Allah bagi kekasihkekasih-Nya, dan setelah itu saya pun dapat meningkatkan peribadatan saya kepada-Nya”.

Maka malaikat maut itu berkata: “Bagaimana saya dapat membawa Tuan memasuki Surga, tanpa perintah dari Allah Ta’ala?!”.

Lantas Allah pun memerintahkan kepada malaikat maut itu supaya ia membawa Nabi Idris ke Surga.

Kemudian pergilah mereka berdua, hingga tiba di muka pintu Surga, mereka berhenti di sana.

Dari situ Nabi Idris dapat memandang ke dalam Surga. Tampak olehnya segala macam kenikmatan yang disediakan Allah bagi paraawliya’-Nya,seperti:buah-buahan, pohon-pohonan, sungaisungai, dan lain-lain, lalu Idris alaihissalaam berkata: “Wahai saudaraku malaikat maut, saya telah merasakan pahitnya maut, dan saya telah melihat kedahsyatan api neraka, maka maukah Tuan memohonkan kepada Allah agar la mengizinkan saya memasuki Surga untuk dapat meminum airnya guna menghilangkan kesakitan maut dan kedahsyatan api neraka.

Maka malaikat maut pun memohonkan kepada Allah. Allah memberi izin kepadanya untuk memasuki Surga, lalu keluar lagi. Kemudian Nabi Idris masuk ke dalam Surga, Beliau meletakkan sandalnya di bawah salah satu pepohonan Surga, lalu keluar kembali dari Surga.

Setelah Beliau berada di luar Surga, Beliau berkata kepada malaikat maut: “Wahai malaikat maut, saya telah meninggalkan sandalku di dalam Surga?!”.

Malaikat maut berkata: “Kembalilah dan ambil kembali sandal Tuan!”.

Maka masuklah Nabi Idris, namun Beliau tidak keluar lagi, sehingga malaikat maut berteriak : “Ya Idris, keluarlah!”.

Nabi Idris menjawab: “Tidak, karena Allah Ta’ala telah berfirman”.

Artinya : “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati … “. (QS. Ali Imraan : 185)

“Sedang saya telah merasakan maut itu”. Dan Allah berfirman:

Artinya : “Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu”. (QS. Maryam : 71)

“Dan saya pun telah mendatangi Neraka itu”. Dan firman Allah:

Artinya : ” …. Dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya”. (QS. Al Hijr : 48)

(Maksudnya : Dari dalam Surga).

Maka Allah lalu memberi wahyu kepada malaikat maut itu: “Biarkanlah dia, karena Aku telah menetapkan di azali, bahwa ia akan bertempat tinggal di Surga”.

Dan Allah menceritakan tentang kisah Nabi Idris ini kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam dengan Firman-Nya:

Artinya : “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) didalam Al-Qur’an, sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi, dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi?. (QS. Maryam : 56-57)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker