PASAL YANG KEEMPAT KELAHIRAN RASULULLAH SHALLALLAAHU ALAIHI WA SALLAM
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam dilahirkan pada hari Senin. Pada hari kelahiran Beliau, timbul tujuh mu’jizat, yaitu :
- Pertama : Setiap wanita yang mengandung, akan merasakan susah payah dari kandungannya itu, sedangkan Ibunda Rasulullah sama sekali tidak merasakan hal tersebut.
- Kedua : Tiap-tiap wanita yang akan melahirkan tentu merasakan rasa sakit (makhoodl), dan itu tidak dirasakan oleh ibunda Rasulullah sama sekali.
- Ketiga : : Setelah Rasulullah dipisahkan dari Ibunya sehabis dilahirkan, maka Beliau langsung sujud kehadlirat Allah Ta’ala, seraya mengatakan: Ummatku, Ummatku!
- Keempat : Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam lahir dalam keadaan sudah dikhitan.
- Kelima : Setan-setan dilarang naik ke langit, ketika Rasulullah dilahirkan. Padahal sebelumnya setan-setan itu dapat naik turun ke langit untuk mendengarkan percakapan percakapan yang dilakukan para malaikat. Ketika mereka dilarang naik ke langit itu, maka mereka berkumpul pada iblis alaihilla’nah, mereka berkata: “Dahulu kami bisa naik ke langit, tetapi hari ini kami telah dilarang untuk naik”. Iblis menjawab: “Menyebarlah kalian di muka bumi, dari barat sampai ke timur, dan perhatikan dengan seksama apa sebenarnya yang telah terjadi!”.
Mereka lalu menyebar. Akhirnya setelah mengelilingi timur dan barat, sampailah mereka ke kota Mekah. Disana tampak oleh mereka Nabi kita sedang dikelilingi para malaikat, dan memancar cahaya darindirinya hingga mencuat ke langit, sedangkan malaikat-malaikat itu saling memberi ucapan selamat satu dengan yang lain.
Kemudian kembalilah setan-setan itu menghadap kepada Iblis, sambil menceritakan semua apa yang telah mereka saksikan itu. Maka Iblis pun berteriaklah dengan suara yang sangat keras, seraya berkata: “Aaaah, telah keluar “ayatul ‘alam”, dan rahmat bagi bani Adam, karena itulah kalian telah dicegah untuk naik ke langit, tempat pandangannya dan pandangan ummatnya!!”. Allah barfirman :
Artinya :” …. Dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang orang yang memandang(nya)”. (QS. AlHijr:16)
Apabila setan-setan itu tidak mendapatkan suatu upaya untuk naik ke langit, karena langit itu sebagai tempat memandang bagi orang-orang beriman, bagaimana pula ia akan mendapatkan jalan memasuki hati, yang menjadi tempat pandangan Allah?!
Ka’bul Akhbar rodliyallaahu anhu berkata: “Saya telah melihat di dalam Taurat bahwa Allah Ta’ala telah mengkhabarkan kepada kaum Musa alaihissalaam tentang saat keluarnya Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam, la berkata: Sesungguhnya bintang tetap yang telah kamu ketahui itu, bila ia bergerak dari tempatnya menandakan bahwa Rasulullah telah keluar”.
Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam lahir, bintang itu pun bergerak dan pindah dari tempat asalnya. Maka orang-orang Yahudi itu semuanya mengetahui bahwa Rasul yang diberitakan Allah itu telah keluar ke dunia, namun mereka rahasiakan disebabkan kedengkian mereka juga.
Dan Allah juga telah mengkhabarkan kepada kaum Isa alaihissalaam di dalam kitab Injil, bahwasanya apabila pohon korma kering mengeluarkan daun-daunan, maka itu menandakan keluarnya Rasulullah ke dunia.
Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam lahir, pohon korma yang kering dan layu menjadi segar, berdaun dan berbuah. Melihat hal itu, orang-orang Nashrani itu pun mengetahuilah bahwasanya Rasul yang telah dijanjikan Allah di dalam Kitab Injil itu telah lahir ke dunia. Tetapi hal itu mereka rahasiakan, disebabkan kedengkian mereka jua.
Di dalam Kitab Zabur pun Allah mengkhabarkan bahwa, apabila mata air yang telah mereka kenal itu mengeluarkan air, maka tandanya Rasul yang dijanjikan kepada mereka itu telah muncul ke muka bumi. Tepat ketika Rasulullah dilahirkan, mata air itu mengeluarkan air yang berlimpah. Mereka pun mengetahui akan hal itu, namun karena kedengkian mereka, berita itu mereka rahasiakan pula.
- Keenam : Halimah, yaitu, ibu susu Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam, sebelum ia menyusukan Rasulullah, salah satu susunya tidak mengeluarkan air susu, lalu tatkala ia meletakkan susunya itu ke mulut Rasulullah, seketika itu juga keluarlah air susunya dengan deras.
- Ketujuh : Ketika Rasulullah dilahirkan, terdengarlah suara tanpa rupa dari sudut-sudut Ka’bah. Dari sudut pertama terdengar ucapan: “Telah datang kebenaran (Islam), dan kebatilan (kekufuran) tidak akan kembali lagi”. Dari sudut kedua terdengar ucapan: “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselama tan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min”. Dari sudut ketiga terdengar ucapan: “Telah datang kepadamu cahaya (nabi) dari Allah, dan kitab (Al Qur’an) yang menerangkan”. Dan dari sudut keempat terdengar ucapan: “Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutus mu untuk menjadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi”.
(Diriwayatkan) bahwasanya Abdul Mutholib berkata: Tatkala aku sedang berada di Ka’bah yang banyak berhalanya, tiba-tiba berhala-berhala itu berjatuhan dari tempatnya dan sujud lillaahi Ta’ala, dan aku dengar suara dari dinding Ka’bah mengatakan: “Telah lahir Nabi pilihan yang akan membinasakan orang-orang kafir dan akan mensucikan aku dari berhala-berhala ini dan akan memerintahkan kepada penyembahan Maharaja Yang Maha Mengetahui”.






One Comment